Home » Efek Negatif Kebiasaan Mencabut Rambut yang Perlu Diwaspadai

Efek Negatif Kebiasaan Mencabut Rambut yang Perlu Diwaspadai

Mencabuti rambut barangkali terkesan sebagai kebiasaan remeh bagi sebagian individu. Namun, tahukah Anda, perbuatan ini bisa mengindikasikan kelainan jiwa yang serius?

Trikotilomania, atau dorongan tak terkendali untuk mencabut rambut, dapat berakibat buruk pada kondisi fisik dan psikis Anda. Trikotilomania merupakan kondisi di mana seseorang tidak sanggup menahan hasrat untuk menarik rambutnya sendiri, baik dari kulit kepala, alis, bulu mata, maupun area lain pada tubuh.

Walaupun mungkin terlihat tidak signifikan, kebiasaan ini sanggup mengakibatkan penipisan rambut yang parah, infeksi kulit, serta problem emosional seperti rasa malu atau depresi.

Definisi Trikotilomania

Trikotilomania merupakan salah satu bentuk gangguan mental

Trikotilomania adalah sebuah kondisi di mana seseorang memiliki dorongan yang tak terbendung untuk menarik rambutnya sendiri, baik dari bagian kulit kepala, alis, bulu mata, atau lokasi tubuh lainnya. Perilaku ini tidak hanya berpengaruh pada penampilan luar, tetapi juga pada kesehatan mental secara menyeluruh.

Baca juga: Intip Momen Seru Pembacaan Naskah Jajaran Pemeran Utama Drakor Reborn Rookie

Berdasarkan keterangan Mayo Clinic, trikotilomania seringkali bermula sebelum atau di awal masa remaja dan bisa bertahan seumur hidup jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Penderita umumnya merasakan ketegangan sebelum menarik rambut dan merasakan kelegaan atau kepuasan setelah melakukannya.

Faktor Pemicu Trikotilomania

Depresi bisa menyebabkan seseorang memiliki sindrom trikotilomania

Sampai detik ini, penyebab pasti trikotilomania belum terungkap sepenuhnya. Namun, para pakar menduga bahwa faktor keturunan dan lingkungan berkontribusi dalam perkembangan kelainan ini.

Menurut National Health Service (NHS) di Inggris, trikotilomania mungkin berkaitan dengan ketidakseimbangan zat kimia di otak yang mengontrol emosi dan dorongan. Selain itu, riwayat keluarga dengan kelainan serupa atau gangguan obsesif-kompulsif dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami trikotilomania.

Situasi atau kejadian yang menimbulkan tekanan JUGA bisa memicu sebagian orang untuk mengalami trikotilomania. Individu dengan trikotilomania juga dapat menghadapi kondisi kesehatan lain, seperti depresi, kecemasan, atau gangguan obsesif-kompulsif.

Cara Mengatasi Trikotilomania

Banyak hal yang bisa jadi solusi trikotilomania, salah satunya adalah obat-obatan yang diresepkan dokter

Salah satu pendekatan yang ampuh adalah terapi perilaku kognitif (CBT), khususnya pelatihan penggantian kebiasaan. Terapi ini menolong individu mengenali dorongan untuk menarik rambut dan menggantinya dengan tindakan lain yang tidak merusak. Dukungan dari keluarga dan sahabat juga sangat krusial dalam proses pemulihan.

Selain itu, terapi kognitif membantu mengidentifikasi serta menguji keyakinan yang keliru yang mungkin dimiliki seseorang terkait dengan kebiasaan menarik rambut. Dalam beberapa kasus, obat-obatan seperti antidepresan dapat diresepkan untuk membantu mengendalikan dorongan tersebut.

Upaya Menghindari Trikotilomania

Menyibukkan diri dengan kegiatan positif

Meskipun tidak ada metode pencegahan yang pasti untuk trikotilomania, mengelola ketegangan dengan baik dapat membantu mengurangi risiko munculnya kondisi ini. Beberapa cara untuk mengendalikan stres dan menjauhi kebiasaan menarik rambut meliputi:

  • Mengisi waktu dengan aktivitas yang positif
  • Mencari sahabat untuk berbagi cerita
  • Mempelajari teknik relaksasi, seperti meditasi
  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi seimbang
  • Membiasakan diri dengan disiplin dan memiliki pengaturan waktu yang baik
  • Beristirahat dan tidur yang cukup
  • Mencari dukungan dari orang terdekat dan menghabiskan waktu bersama seseorang yang dapat memberikan kenyamanan

Konsekuensi Buruk Trikotilomania

Kebotakan adalah salah satu dampak negatif trikotilomania

Kebiasaan mencabuti rambut tidak hanya mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai problem kesehatan. Menurut American Academy of Dermatology, hilangnya rambut yang parah dapat menyebabkan kebotakan permanen dan terbentuknya jaringan parut pada kulit kepala.

Selain itu, menarik rambut dengan tangan yang tidak steril dapat memicu infeksi kulit. Dari segi emosional, penderita mungkin mengalami perasaan malu, rendah diri, dan terisolasi dari masyarakat akibat kondisi ini.

Artikel menarik Lainnya