Perubahan iklim selama masa transisi cuaca kerap membuat kondisi kulit menjadi rentan. Kulit dapat terasa kering, kusam, atau bahkan lebih sensitif dari biasanya.
Situasi ini timbul karena skin barrier perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah. Ketika lapisan pelindung ini melemah, berbagai persoalan kulit lebih mudah timbul.
Padahal, skin barrier memegang peranan krusial dalam mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari mikroba, polusi, serta iritasi. Apabila skin barrier mengalami kerusakan, keseimbangan alami kulit dapat terganggu.
Agar kulit tetap dalam kondisi prima meskipun cuaca tidak menentu, terdapat sejumlah langkah yang dapat diaplikasikan untuk memelihara dan memulihkan skin barrier. Mari simak panduan berikut yang dihimpun dari Cleveland Clinic dan Verywell Health!
1. Gunakan Pembersih Wajah yang Lembut
Salah satu tahapan krusial dalam memulihkan skin barrier adalah memilih produk pembersih wajah yang lembut. Pernahkah Anda merasakan kulit terasa kaku dan tertarik setelah mencuci muka?
Kejadian tersebut dapat dipicu oleh penggunaan cleanser yang terlalu keras. Produk semacam ini berpotensi menghilangkan minyak alami yang sebenarnya dibutuhkan oleh kulit.
Padahal, minyak alami ini berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi skin barrier. Jika cadangan minyak ini terus menipis, kulit dapat menjadi lebih rentan dan mudah mengalami iritasi.
Dr. Melissa Piliang, MD, seorang dokter kulit, merekomendasikan pemakaian cleanser yang ringan, bebas pewangi, bebas sabun, dan dikhususkan bagi kulit sensitif.
2. Gunakan Pelembap
Kulit yang mengalami gangguan pada skin barrier umumnya terasa kering dan tidak nyaman. Oleh karena itu, penggunaan pelembap menjadi langkah esensial dalam rutinitas perawatan kulit.
Pelembap berkontribusi dalam mempertahankan kadar air di dalam kulit. Kulit yang terhidrasi dengan baik akan lebih mudah menjalani proses perbaikan pada lapisan pelindungnya.
Anda dapat memilih pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti ceramides, fatty acids, dan lipids. Sebaiknya, hindari pelembap yang mengandung alkohol dan parfum agar skin barrier tidak semakin teriritasi.
3. Jangan Skip Sunscreen
Terpaan sinar matahari juga dapat memperparah kondisi skin barrier yang rusak. Kulit Anda dapat menjadi lebih kering, sensitif, dan mudah mengalami iritasi.
Oleh sebab itu, penggunaan sunscreen menjadi sangat vital dalam rangkaian perawatan kulit harian Anda. Pilihlah sunscreen dengan formula yang ringan.
Jangan lupa untuk mengaplikasikan sunscreen setiap pagi dan mengulanginya di siang hari. Sekalipun cuaca mendung, sunscreen tetap wajib digunakan demi menjaga integritas skin barrier .
4. Eksfoliasi dengan Cara yang Lebih Lembut
Eksfoliasi memang dapat membantu kulit tampak lebih cerah. Namun, metode eksfoliasi yang terlalu agresif justru berisiko merusak skin barrier.
Banyak pakar dermatologi menganjurkan eksfoliasi menggunakan bahan yang lebih ringan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan chemical exfoliant yang mengandung alpha hydroxy acid (AHA).
Jenis eksfoliasi ini bekerja secara bertahap pada kulit. Sel-sel kulit mati akan terangkat secara gradual tanpa mengganggu lapisan pelindung kulit.
Baca juga: Aktor Koo Kyo Hwan Hadir dalam Dua Peran Akting yang Berbeda
Demikian beberapa metode untuk mencegah dan memperbaiki skin barrier yang rusak selama periode pancaroba. Perubahan iklim memang seringkali memicu perubahan pada kondisi kulit. Namun, dengan penanganan yang tepat, skin barrier dapat kembali menguat sehingga kulit terasa lebih sehat.
