Pakaian yang tertata rapi dan bebas kusut senantiasa memancarkan aura kepercayaan diri. Namun, ironisnya, teknik menyetrika yang keliru justru berpotensi merusak permanen serat pakaian kesayangan Anda.
Tak sedikit orang melakukan aktivitas menyetrika sehari-hari tanpa menyadari adanya kebiasaan yang salah dan terus terulang. Oleh karena itu, amatlah penting untuk mengenali kekeliruan umum ini agar pakaian Anda senantiasa awet dan terawat.
1. Mengabaikan Petunjuk Label Pakaian Sebelum Menyetrika
Setiap helai pakaian dilengkapi label perawatan yang memuat panduan suhu setrika yang sesuai. Mengacuhkan label ini merupakan salah satu kekeliruan paling lumrah yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada serat kain.
Kain sutra dan material sintetis memerlukan suhu setrika yang rendah, sementara katun dan linen dapat ditangani dengan suhu yang lebih tinggi. Penggunaan suhu yang berlebihan pada jenis kain yang salah berisiko menyebabkan kain meleleh, terbakar, atau meninggalkan kilap yang tidak diinginkan.
Jadikan kebiasaan untuk senantiasa memeriksa simbol setrika pada label sebelum memulai proses menyetrika. Apabila label telah memudar dan sulit dibaca, mulailah dari pengaturan suhu terendah dan lakukan percobaan pada bagian dalam pakaian terlebih dahulu.
Baca juga: Gaun Met Gala Hunter Schafer Terinspirasi Lukisan Gustav Klimt
2. Menyetrika Pakaian yang Masih Bernoda
Noda yang belum terselesaikan sebaiknya tidak langsung disetrika, sebagaimana dijelaskan dalam publikasi Better Homes & Gardens. Panas dari setrika justru akan “mengunci” noda ke dalam serat kain, membuatnya jauh lebih sulit untuk dihilangkan setelahnya.
Namun, banyak individu melewatkan tahap pemeriksaan ini, terutama ketika sedang tergesa-gesa. Akibatnya, noda yang tadinya masih dapat dibersihkan dengan mudah menjadi permanen setelah terpapar panas.
Pastikan seluruh pakaian telah bersih sempurna sebelum disetrika. Jika masih terdapat noda, cuci atau bersihkan terlebih dahulu menggunakan pembersih noda sebelum mengarahkan setrika ke area tersebut.
3. Menggunakan Gerakan Memutar Saat Menyetrika
Banyak orang menyetrika dengan gerakan melingkar karena merasa lebih efisien. Namun, ternyata gerakan ini justru dapat meregangkan serat kain dan menciptakan kerutan permanen yang sulit dihilangkan.
Teknik yang tepat adalah menggerakkan setrika secara lurus dan searah dengan serat kain. Gerakan ini membantu menghaluskan permukaan kain dengan lebih efektif tanpa menimbulkan distorsi pada bentuk pakaian.
Oleh karena itu, latihlah diri Anda untuk selalu menyetrika dengan gerakan lurus ke depan dan ke belakang. Hasilnya akan jauh lebih rapi dibandingkan gerakan memutar yang justru dapat merusak tekstur kain.
4. Memberikan Tekanan Berlebih Saat Menyetrika
Memberikan tekanan berlebihan saat menyetrika adalah kebiasaan yang tampak remeh namun memiliki dampak signifikan. Tekanan yang terlalu kuat dapat meratakan tekstur kain dan meninggalkan bekas mengkilap, terutama pada bahan wol atau kain berwarna gelap.
Sebenarnya, bobot setrika itu sendiri sudah memadai untuk menghaluskan kerutan pada sebagian besar jenis kain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengarahkan setrika dengan ringan di atas permukaan kain.
Untuk kain-kain yang lebih sensitif, gunakan lapisan kain tipis sebagai pelindung antara setrika dan pakaian agar permukaannya terlindungi dari panas langsung. Cara ini efektif mencegah kerusakan sekaligus memberikan hasil setrikaan yang lebih merata.
5. Menyetrika Pakaian dalam Kondisi Sangat Kering
Tingkat kelembapan pakaian sangat memengaruhi hasil setrikaan. Mengacu pada laman Happy Ironing, pakaian yang terlalu kering membuat serat kain menjadi kaku, sehingga kerutan lebih sulit dihilangkan dan Anda cenderung menekan lebih keras yang justru berisiko merusak kain.
Sebaliknya, pakaian yang masih sedikit lembap akan jauh lebih mudah disetrika karena seratnya lebih fleksibel dibentuk oleh panas. Anda bisa menyemprotkan sedikit air pada pakaian yang sudah terlalu kering sebelum menyetrikanya.
Namun, perlu diingat bahwa pakaian yang terlalu basah juga bukanlah kondisi ideal karena dapat meninggalkan bercak air. Pastikan pakaian berada dalam kondisi lembap ringan, tidak kering sempurna, namun juga tidak basah kuyup, demi memperoleh hasil setrikaan yang optimal.
