Skincapedia.com – Kecerdasan kita dinilai setiap hari, dan orang cerdas bukan hanya mereka yang punya nilai akademis tinggi, koleksi piala, atau gemar membaca buku.
Salah satu kecerdasan yang krusial bagi setiap individu adalah Emotional Intelligence (EQ). Seseorang dengan kecerdasan emosional tinggi mampu bereaksi, membangun relasi, dan memahami dunia di sekitarnya dengan lebih baik.
Tentu menyenangkan jika kita berinteraksi dengan orang yang memiliki EQ tinggi. Namun, realitas terkadang berbeda, dan kita bisa saja menemui individu dengan EQ yang rendah.
Secara umum, orang dengan EQ rendah kesulitan memahami perasaan diri sendiri maupun orang lain. Terdapat beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat menjadi indikator untuk mengenali mereka, seperti yang dilansir dari YourTango. Mari kita simak!
1. Mudah Marah

Individu dengan EQ rendah kurang memiliki pemahaman yang mendalam tentang emosi mereka. Akibatnya, mereka mudah terpicu amarahnya, bahkan bisa meledak-ledak tanpa alasan yang jelas.
Namun, perlu diingat bahwa kecerdasan emosional sebenarnya dapat dilatih. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal PLOS One menunjukkan bahwa pelatihan EQ dapat membantu seseorang untuk lebih efektif dalam memahami, mengerti, dan menerima emosi diri sendiri serta orang lain. Hasilnya, mereka dapat menjadi pribadi yang mandiri, bersikap positif, dan mampu mengelola stres dengan baik.
2. Mudah Tersinggung

Berbeda dengan orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi yang lebih tangguh dalam menghadapi kritik, individu ber-EQ rendah cenderung lebih mudah tersinggung dan merasa sakit hati.
Hal ini terjadi karena mereka kesulitan dalam mengatur emosi dan merasakan intensitasnya secara berlebihan. Menurut penelitian dari Frontiers in Psychology, kesulitan dalam regulasi emosi dapat memicu ledakan amarah dan tindakan impulsif.
3. Tidak Memiliki Teman

Salah satu cara untuk mengenali orang dengan EQ rendah adalah dengan memperhatikan jumlah teman yang mereka miliki.
Individu dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih mudah dalam menjalin pertemanan. Bahkan, mereka bisa langsung akrab meskipun baru pertama kali bertemu.
Sebaliknya, orang dengan kecerdasan emosional rendah menghadapi kesulitan dalam membangun relasi dengan orang lain. Mereka kesulitan memahami orang lain, sering terjadi kesalahpahaman, memicu konflik, bahkan terkadang bersikap kasar. Akibatnya, mereka tidak mudah untuk memiliki banyak teman.
4. Menyimpan Dendam

Orang dengan EQ rendah juga cenderung menyimpan dendam terhadap orang lain. Terapis pernikahan dan keluarga, Kathy McCoy, menjelaskan bahwa memendam dendam hanya akan menimbulkan dampak negatif.
“Dendam dapat membuat seseorang terperangkap dalam kemarahan, kepahitan, dan saling menyalahkan, yang berdampak buruk pada hubungan selanjutnya. Dendam dapat membuatmu terpaku pada masa lalu alih-alih menemukan kebahagiaan di masa kini,” ujar Kathy.
Tanpa disadari, dengan menyimpan dendam, individu ber-EQ rendah justru memberikan kekuatan negatif kepada orang lain. Meskipun merasa marah terhadap orang yang menyakiti adalah hal yang wajar, namun orang dengan kecerdasan emosional rendah cenderung menyimpan dendam dalam jangka waktu yang lama.
Baca juga: Orang yang Kehilangan Arah Hidup: Kenali Lewat Kebiasaan Sehari-hari
Demikianlah beberapa cara mengenali orang dengan EQ rendah dari kebiasaan sehari-hari mereka. Apakah Anda pernah menemui ciri-ciri tersebut?
