Home » Rekomendasi Film tentang Kesehatan Mental

Rekomendasi Film tentang Kesehatan Mental

Skincapedia.com – Pengetahuan tentang kesehatan mental sangatlah penting. Memahami gejala yang muncul, pentingnya mencari perawatan profesional, dan yang terpenting, upaya untuk menghilangkan stigma negatif yang masih melekat di masyarakat adalah kunci utama.

Banyak individu yang berjuang dengan gangguan mental enggan mencari bantuan karena stigma tersebut. Padahal, dukungan dan pemahaman dari lingkungan sekitar dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi mereka.

Untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi mereka yang mengalaminya, berikut adalah beberapa rekomendasi film yang mengangkat tema kesehatan mental. Film-film ini menyajikan cerita dari berbagai sudut pandang, baik penderita maupun orang-orang di sekeliling mereka.

1. A Beautiful Mind

Film A Beautiful Mind, yang dirilis pada tahun 2001, merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Sylvia Nasar. Film ini mengisahkan perjalanan hidup John Forbes Nash, seorang ekonom dan matematikawan peraih Hadiah Nobel.

John Nash dikenal sebagai seorang jenius matematika yang mampu menciptakan penemuan brilian dan memecahkan masalah-masalah kompleks yang sebelumnya dianggap mustahil. Meskipun dianggap memiliki keterbatasan dalam interaksi sosial, Nash mencurahkan seluruh energi dan pemikirannya untuk menghasilkan sebuah ide orisinal.

Namun, di balik kejeniusannya, Nash didiagnosis menderita skizofrenia paranoid. Penyakit mental ini ditandai dengan episode kehilangan kontak dengan realitas dan perasaan paranoid atau delusi.

Perjuangan Nash dengan skizofrenia di pertengahan abad lalu membuatnya harus menjalani perawatan di sanatorium, sementara para dokter berusaha keras mencari pengobatan yang efektif. Film ini menyajikan narasi yang kuat dari berbagai aspek, mulai dari penggambaran psikologis yang mendalam hingga ilustrasi filosofi matematika yang disajikan dengan cukup realistis.

2. Girl, Interrupted

Girl, Interrupted mengambil latar waktu akhir tahun 1960-an. Film ini diadaptasi dari buku memoar penulis Amerika, Susanna Kaysen, yang menceritakan pengalamannya sebagai pasien di sebuah rumah sakit jiwa di Amerika Serikat.

Dirilis pada tahun 1999, film ini mengisahkan tentang Susanna Kaysen yang didiagnosis menderita borderline personality disorder. Di bangsal perempuan, ia bertemu dengan berbagai karakter unik, termasuk Polly Clark, seorang penderita skizofrenia yang berperilaku kekanak-kanakan; Janet Webber, seorang pasien anoreksia yang sinis; serta pasien lainnya.

Film ini menggambarkan perjuangan Susanna selama 18 bulan di Claymoore hingga ia berhasil mendapatkan kembali kendali atas dirinya. Selain itu, film ini juga menyoroti bagaimana persepsi masyarakat terhadap penyakit mental dan kesehatan mental telah berubah dari era 1960-an hingga tahun 1999, dan bagaimana perubahan tersebut terus berlanjut hingga saat ini.

3. Kim Ji Young Born 1982

Berdasarkan novel fiksi laris berjudul Kim Ji-young, Born 1982 karya Cho Nam-joo, film ini tayang pada tahun 2019. Ceritanya berfokus pada seorang ibu rumah tangga berusia 30-an yang tiba-tiba menunjukkan perilaku seolah-olah ia adalah orang lain.

Baca juga: Tips Sehat untuk Perempuan yang Padat Aktivitas

Sebelumnya, buku Kim Ji-young, Born 1982 telah menimbulkan kontroversi yang cukup besar di Korea Selatan, memicu diskusi tentang patriarki dan hak-hak perempuan dalam masyarakat.

Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan seringkali dituntut untuk menjalankan berbagai peran, mulai dari bekerja, mengasuh anak, hingga mengurus pekerjaan rumah tangga. Tak jarang, peristiwa-peristiwa kecil yang dialami dapat memicu perasaan sedih dan kekosongan yang mendalam dalam diri seorang ibu.

Ketika isu kesehatan mental dan diskriminasi gender secara signifikan memengaruhi seorang wanita dan ibu, hal ini menjadi isu krusial yang sepatutnya mendapatkan perhatian lebih besar.

4. It’s Kind of a Funny Story

Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Ned Vizzini dengan judul yang sama, yang terinspirasi dari pengalaman pribadi penulis dalam menghadapi depresi.

Film ini menceritakan kisah Craig, seorang siswa sekolah menengah atas berusia 16 tahun, yang terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit jiwa setelah ia mengalami pemikiran untuk bunuh diri akibat depresi yang dideritanya.

Meskipun memiliki orang tua yang suportif, Craig merasa tertekan oleh harapan-harapan yang disematkan padanya. Craig adalah siswa yang cerdas, namun ia juga memiliki tingkat stres yang sangat tinggi.

Tema utama dalam It’s Kind of a Funny Story adalah tentang privilege atau hak istimewa. Selama berada di rumah sakit, interaksi Craig dengan pasien lain memperluas pandangannya dan membantunya menyadari berbagai bentuk hak istimewa yang selama ini ia terima begitu saja. Ia mulai belajar tentang hal-hal esensial dalam dirinya dan kehidupannya.

5. The Perks of Being Wallflower

Film lain yang secara mendalam mengangkat isu mental illness adalah The Perks of Being a Wallflower. Diadaptasi dari novel coming-of-age dengan judul yang sama karya Stephen Chbosky, film ini mengisahkan Charlie, seorang siswa SMP yang awalnya digambarkan sebagai pribadi yang introvert, pemalu, dan rentan terhadap kecemasan.

Namun, seiring waktu, ia menemukan dan mendamaikan diri saat menjalin persahabatan dengan kakak kelasnya, Sam dan Patrick. Masa sekolahnya dihabiskan untuk mencari jati diri dan mencoba berbagai pengalaman baru. Selain isu kesehatan mental, film ini juga menyentuh tema-tema lain seperti kekerasan seksual, penyalahgunaan obat-obatan, dan alkohol.

Daftar film di atas merupakan sebagian rekomendasi yang mengangkat isu penyakit mental. Mengingat plotnya yang mungkin cukup berat, disarankan untuk memeriksa trigger warning sebelum menontonnya. Terlepas dari itu, film-film ini juga sarat akan pesan-pesan menyentuh tentang para penyintas yang seharusnya mendapatkan lebih banyak dukungan dan penerimaan dari lingkungan sekitar.

Artikel menarik Lainnya