Home » Perayaan Hari Kartini Ala 5 Artis Tanah Air

Perayaan Hari Kartini Ala 5 Artis Tanah Air

Setiap tahunnya, tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan Hari Kartini merupakan momen penting untuk mengenang jasa R.A. Kartini sebagai pelopor hak-hak perempuan. Kini, perayaan Hari Kartini tidak hanya terpaku pada busana kebaya dan lomba tradisional, melainkan menjadi waktu untuk merenungkan peran perempuan di berbagai sektor.

Sejumlah artis Indonesia turut memaknai Hari Kartini dengan cara yang berbeda-beda. Melalui berbagai platform media sosial hingga aksi nyata, berikut adalah cara 5 artis Indonesia merayakan Hari Kartini. Mari kita lihat,

1. Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo membagikan mimpinya di Hari Kartini. Ia memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan yang memiliki minat di industri film

Pada Hari Kartini, Dian Sastrowardoyo mengutarakan harapannya untuk melihat lebih banyak perempuan berkarya dan menyuarakan pendapat di industri perfilman Indonesia di masa mendatang. Hal ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya.

Untuk mewujudkan visinya, pemeran Kartini dalam film *Kartini* ini memberikan beasiswa pendidikan bagi perempuan muda yang tertarik pada industri film melalui Yayasan Dian Sastrowardoyo yang berkolaborasi dengan Jogja Film Academy. Ia meyakini bahwa semangat Kartini tumbuh melalui tindakan-tindakan kecil berupa pembagian ilmu dan pemberian ruang bagi para Kartini muda untuk berkembang dan saling belajar.

“Semangat Kartini, buatku, hidup di ruang-ruang kecil seperti ini, saat ilmu dibagikan tanpa merasa paling tahu, dan mimpi-mimpi muda diberi ruang untuk tumbuh. Di antara percakapan sederhana itu, kita saling menyalakan cahaya, saling belajar, dan saling memberi ruang untuk terus tumbuh,” tulisnya.

2. Maudy Ayunda

Maudy Ayunda membagikan pemikirannya tentang kesetaraan gender. Maudy mengajak untuk melanjutkan perjuangan menuju kesetaraan

Maudy Ayunda membagikan pandangannya mengenai kesetaraan gender yang sangat sejalan dengan semangat Kartini. Bukan sekadar untuk merayakan kaum perempuan, Maudy mengajak untuk meneruskan perjuangan menuju kesetaraan.

Maudy juga mengingatkan bahwa perubahan tidak dapat hanya dibebankan pada satu pihak. Pria pun memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih adil, dimulai dari hal-hal sederhana seperti berani menyuarakan pendapat hingga menghargai perempuan sebagai sesama manusia, bukan sebagai objek atau bahan candaan. Menurutnya, ketidaksetaraan gender bersifat struktural yang harus diperjuangkan bersama, bukan hanya oleh segelintir individu.

Baca juga: Cara Alami dan Efektif untuk Memperbanyak ASI

“Selamat Hari Kartini. Untuk para perempuan yang telah lebih dulu berjuang, dan untuk dunia yang masih kita bangun bersama,” tulisnya.

3. Andien

Andien merayakan Hari Kartini dengan unggahan reflektif. Belajar dari Kartini tentang berani melihat, mengenal, dan menjadi diri sendiri

Andien merayakan Hari Kartini dengan sebuah unggahan yang bersifat reflektif dan personal. Ia mengajak kita untuk mengambil pelajaran dari sosok R.A. Kartini sebagai perempuan yang berkarya di tengah keterbatasan, tanpa sorotan publik, tanpa kebebasan, namun tetap teguh dalam menulis dan berpikir. Kendati demikian, Kartini selalu memiliki “sumur” yang menjadi sumber kekuatan berupa keberanian untuk berpikir, mempertanyakan, dan terus berjuang.

Menurut Andien, dari sosok Kartini kita dapat mempelajari tentang keberanian tersebut: berani melihat, berani mengenali, dan menjadi diri sendiri. Semangat Kartini akan senantiasa abadi menjadi inspirasi mengenai keberanian yang dapat kita temukan dari dalam diri kita sendiri.

“……Dari perempuan yang berkarya di balik tembok, kita banyak belajar tentang keberanian yang sebenarnya: berani melihat, mengenal, dan menjadi diri sendiri. Suaranya pun abadi, sampai hari ini dan nanti. Selamat Hari Kartini ”

4. Cinta Laura

Cinta Laura menyampaikan pandangannya dengan menyoroti kasus pelecehan terhadap perempuan. Menurutnya, emansipasi perempuan saat ini adalah memperjuangkan rasa aman perempuan dalam sistem/Foto: instagram.com/claurakiehl

Cinta Laura membagikan pandangannya dengan menyoroti kasus pelecehan terhadap perempuan di berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Menurutnya, individu dengan intelektualitas tinggi tidak memiliki moralitas, sehingga kasus-kasus pelecehan tetap terjadi. Mereka tidak memiliki empati, sehingga perempuan tidak mendapatkan ruang aman, bahkan di lingkungan intelektual. Terjebak dalam *Rape culture* menjadi akar permasalahan yang dinormalisasi dengan dalih “hanya bercanda”.

“Di Indonesia, fokusnya tentang perempuan yang harus menjaga diri, bukan tentang seseorang harus menghormati orang lain,” tegasnya.

“Kartini memperjuangkan agar perempuan memiliki akses ke pendidikan tinggi. Perjuangan emansipasi saat ini bukan hanya soal seberapa banyak perempuan yang berhasil masuk ke dalam sistem. Namun, juga soal keberanian untuk bertanya, apakah sistem yang kita masuki ini benar-benar layak, kalau kita harus takut pada orang yang benar-benar duduk di sebelah kita?’,” pungkasnya.

5. Mikha Tambayong

Mikha Tambayong menyampaikan pesan bahwa perempuan bisa menjalankan berbagai peran. Perempuan bisa punya banyak hobi dan meyuarakan pendapat

Pada Hari Kartini, Mikha Tambayong menyampaikan pesan bahwa perempuan dapat menjalankan berbagai peran, menekuni hobi yang disukai, dan menyuarakan pemikiran sekeras mungkin. Ia menampilkan beberapa foto dirinya dalam berbagai profesi dan hobi yang sedang dijalani.

Dalam semangat Hari Kartini, perempuan saat ini dapat memiliki kebebasan untuk menjalani banyak peran yang dipilih, mengeksplorasi berbagai hobi dan minat, serta bersuara dengan lantang. Perempuan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri.

“*To wear as many hats as we like, do as many hobbies as we please, and to voice our thoughts as loud as we can*- Selamat Hari Kartini, para wanita hebat. Selalu bangga atas semua pencapaian, untuk diri sendiri atau orang banyak, yang terlihat maupun tidak, tapi pasti berdampak.”

Para artis tanah air memiliki pandangan mengenai perjuangan Kartini dan masa kini. Perempuan yang berani bersuara, berani mengemban banyak peran, berjuang dalam kesetaraan gender, memperjuangkan emansipasi perempuan untuk merasa aman dalam sistem, hingga memberikan beasiswa bagi perempuan yang berani bermimpi. Sangat menginspirasi,

 

Artikel menarik Lainnya