Home » Terlalu Sering Konsumsi Berita Negatif Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Terlalu Sering Konsumsi Berita Negatif Berbahaya untuk Kesehatan Mental

Skincapedia.com – Di kala luang, banyak orang memilih membuka ponsel untuk mencari informasi terbaru. Terkadang, niat awal hanya untuk membaca satu berita, namun berlanjut hingga berita bencana alam, kriminalitas, hingga konflik internasional.

Tanpa disadari, kebiasaan menggulir layar ponsel tanpa henti ini dikenal sebagai doomscrolling. Aktivitas ini melibatkan konsumsi berita, terutama yang bernada negatif, secara terus-menerus.

Fenomena doomscrolling semakin umum di era digital ini. Meskipun tampak sepele, kebiasaan ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, kualitas tidur, bahkan memicu depresi dan stres.

Oleh karena itu, penting untuk memahami enam dampak buruk dari terlalu sering melakukan doomscrolling bagi kesehatan mental Anda. Mari kita simak lebih lanjut.

Meningkatkan Kecemasan dan Ketakutan – Alih-alih mendapatkan informasi terbaru, Anda justru merasa tidak tenang setelah terlalu lama terpapar berita negatif. Kebiasaan membaca atau menonton berita buruk dapat memicu perenungan diri yang berlebihan.

Menurut Mental Health America, doomscrolling dapat mengaktifkan respons fight-or-flight (melawan atau lari) pada otak. Hal ini secara langsung meningkatkan perasaan cemas dan ketakutan.

Memperburuk Kesehatan Mental – Kebiasaan doomscrolling dapat memperparah kondisi kesehatan mental yang sudah ada. Anda mungkin merasa masalah global seolah menjadi masalah pribadi, padahal berita negatif tersebut berada di luar kendali Anda.

Dikutip dari Harvard Health Publishing, sebuah studi yang diterbitkan dalam Computers in Human Behaviour Reports menemukan bahwa doomscrolling dapat meningkatkan perasaan cemas. Perasaan takut, gelisah, dan cemas ini sering kali muncul ketika seseorang merasa tidak mampu menghadapi keterbatasan di masa depan.

Dapat Mengganggu Kualitas Tidur – Banyak orang memiliki kebiasaan memeriksa media sosial sebelum tidur. Padahal, kebiasaan ini sangat berpotensi mengganggu kualitas tidur dan memicu munculnya perasaan cemas.

Sebaiknya, hindari menatap layar ponsel sebelum tidur untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Memicu Stres Berlebihan – Meskipun dapat meningkatkan stres, sebagian orang tetap terdorong untuk terus mencari tahu peristiwa yang sedang terjadi. Bahaya doomscrolling dapat membuat seseorang menjadi overthinking secara berlebihan.

Paparan berita negatif yang terus-menerus dapat menciptakan persepsi bahwa dunia tidak lagi memiliki harapan. Akibatnya, perasaan putus asa terhadap masa depan pun bisa muncul.

Unggahan yang Bertentangan Memicu Gejala Depresi – Media sosial menawarkan kebebasan akses terhadap berbagai jenis informasi, termasuk berita negatif. Sayangnya, berita yang bertentangan dan cenderung negatif dapat memicu masalah kesehatan mental yang serius.

Dalam kondisi yang lebih parah, seseorang bisa mengalami gejala depresi. Dilansir dari Mental Health America, sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi berita negatif selama 14 menit saja dapat meningkatkan potensi munculnya gejala depresi.

Gejala ini terlihat ketika seseorang kesulitan mengatasi dan mencerna informasi setelah membaca berita negatif. Akibatnya, rentetan berita negatif yang diterima dapat menimbulkan perasaan keputusasaan akan masa depan.

Kelelahan Secara Emosional – Terlalu sering menggunakan media sosial, terutama dengan melakukan doomscrolling, dapat meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kelelahan emosional dan fisik.

Selain itu, konsumsi berita negatif yang berlebihan dapat membuat seseorang kesulitan berinteraksi sosial. Hal ini karena otak secara tidak langsung distimulasi untuk terus menerima berita negatif, yang dapat menimbulkan fenomena brain popcorn atau perasaan otak yang “meledak”.

Baca juga: Benarkah Kandungan Kolagen dalam Kolang-kaling?

Artikel menarik Lainnya