Skincapedia.com – Pernahkah Anda mengalami kulit terbakar atau sunburn setelah beraktivitas di pantai akibat paparan sinar matahari berlebih? Kondisi ini biasanya ditandai dengan kulit yang memerah, terasa panas, hingga mengelupas.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen sangat penting untuk melindungi kulit saat berada di bawah terik matahari. Namun, tidak sedikit orang yang justru masih mengalami kulit terbakar meskipun sudah menggunakan produk pelindung ini.
Lalu, bagaimana cara memastikan sunscreen bekerja secara maksimal? Mari kita simak beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat menggunakan sunscreen saat liburan ke pantai.
1. Menggunakan sunscreen terlalu sedikit

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan adalah mengaplikasikan sunscreen dalam jumlah yang terlalu sedikit. Padahal, jumlah produk yang digunakan sangat menentukan seberapa efektif perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).
Menurut artikel yang ditulis oleh Antony R. Young dan Angela Tewari melalui platform UpToDate, penggunaan sunscreen yang tidak memadai dapat membuat kulit lebih rentan mengalami sunburn. Penting untuk diingat bahwa radiasi UV tetap dapat menembus awan, sehingga sunburn bisa terjadi bahkan di hari yang mendung.
2. Tidak reapply sunscreen setelah berenang atau berkeringat

Saat berada di pantai, sunscreen dapat lebih cepat hilang dari kulit karena kontak dengan air laut, keringat, atau gesekan handuk. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengaplikasikan ulang sunscreen secara berkala.
Para ahli menyarankan untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap dua jam, atau sesegera mungkin setelah berenang atau berkeringat banyak. Jika Anda mengabaikan aturan ini, terutama jika Anda tidak menggunakan metode “dua jari” saat mengoleskan sunscreen, pernyataan seperti “pakai sedikit saja agar tidak lengket” justru dapat berujung pada kulit yang terbakar.
3. Salah memilih SPF sunscreen

Pemilihan tingkat Sun Protection Factor (SPF) yang tepat juga menjadi faktor krusial. Artikel dari UpToDate menegaskan pentingnya memilih SPF yang sesuai dengan aktivitas Anda.
Untuk kegiatan di luar ruangan seperti berlibur ke pantai, disarankan untuk menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30. Pastikan juga sunscreen tersebut memiliki perlindungan broad spectrum, yang berarti mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB secara bersamaan.
4. Mengira sunscreen langsung bekerja maksimal

Banyak orang beranggapan bahwa sunscreen akan langsung memberikan perlindungan maksimal begitu diaplikasikan. Padahal, menurut Dr. Myriam Sohn dalam wawancara dengan Care 360º BASF, sunscreen membutuhkan waktu untuk mulai bekerja dan membentuk lapisan pelindung yang merata di kulit.
Para ahli umumnya menyarankan untuk mengaplikasikan sunscreen sekitar 15 hingga 20 menit sebelum Anda mulai beraktivitas di bawah sinar matahari. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi produk untuk terserap dan bekerja secara optimal.
5. Menghabiskan waktu terlalu lama di bawah matahari

Meskipun telah menggunakan sunscreen, paparan sinar UV yang berlebihan tetap dapat menyebabkan sunburn. Artikel dari Emily Paulsen di HCA Healthcare Colleton mengingatkan bahwa sunscreen harus dibarengi dengan membatasi waktu terpapar sinar matahari langsung, terutama saat intensitasnya sangat tinggi.
Kulit yang merah, terasa panas, dan iritasi adalah tanda-tanda umum dari sunburn akibat paparan UV berlebih. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak hanya mengandalkan sunscreen, tetapi juga bijak dalam mengatur waktu beraktivitas di bawah terik matahari.
Baca juga: Emily in Paris" Dikabarkan Tamat Setelah Musim Keenam
Itulah beberapa kesalahan umum dalam penggunaan sunscreen yang kerap membuat kulit tetap terbakar meski sudah diaplikasikan. Memilih produk yang tepat memang penting, namun cara penggunaannya juga memegang peranan krusial demi perlindungan kulit yang maksimal.
