Home » Cara Menghilangkan Barang Kenangan Tanpa Penyesalan

Cara Menghilangkan Barang Kenangan Tanpa Penyesalan

Memiliki lemari yang penuh sesak namun terasa berat untuk dibuka karena setiap objek di dalamnya menyimpan cerita memang bisa melelahkan. Rasanya seperti menyimpan seluruh masa lalu dalam satu wadah.

Mengutip dari Reader’s Digest, Matt Paxton, seorang ahli declutter sekaligus penulis buku Keep the Memories, Lose the Stuff, mengemukakan bahwa yang sebenarnya kita cintai bukanlah bendanya, melainkan orang atau momen yang terikat dengannya.

“Bukan kursinya yang kita sayangi, melainkan kakek yang senantiasa duduk di kursi itu,” ujarnya.

Kabar baiknya, kamu dapat tetap menyimpan kenangan indah tanpa harus membiarkan barang-barangnya menguasai kamarmu. Mari simak panduannya!

Pahami Dulu Alasan Kamu Melakukan Declutter

Tips Declutter Barang Kenangan Tanpa Rasa Bersalah

Sebelum mulai menyentuh satu pun kotak atau laci, tanyakan terlebih dahulu pada dirimu: mengapa kamu bertekad untuk menata ulang barang? Menurut Paxton, mengetahui tujuan utamamu adalah langkah awal yang paling krusial, sebab jawaban itu akan membantumu menentukan sejauh mana kamu perlu melepaskan objek-objek yang ada.

Apakah kamu berhasrat menciptakan ruang yang lebih lega untuk aktivitas sehari-hari? Atau mungkin ada perubahan besar dalam hidupmu yang menuntut sebuah permulaan baru? Semakin jelas tujuanmu, semakin mudah kamu membuat keputusan ketika berhadapan langsung dengan barang-barang yang penuh kenangan.

Kamu tidak mesti menyingkirkan semuanya sekaligus. Esensi dari proses ini adalah menyisakan hal-hal yang benar-benar esensial bagimu, bukan mengosongkan rumah sampai tak bersisa apa pun.

Pisahkan Kenangan dari Bendanya

Salah satu hal yang paling membebaskan adalah menyadari bahwa kenangan sejati tidak bertempat di dalam tumpukan barang. Joshua Fields Millburn dari The Minimalists pernah berbagi kisah menyentuh saat harus mengosongkan apartemen ibunya. Ia menyadari bahwa sang ibu tidak pernah perlu membuka kotak-kotak lama untuk mengenangnya.

“Beliau tidak memerlukan kertas dari 25 tahun lalu untuk mengingatku, sama seperti aku tidak membutuhkan gudang penuh barang-barangnya untuk mengenangnya,” tulisnya di laman The Minimalists.

Baca juga: Panduan Memilih Warna Foundation yang Tepat

Mengutip dari Reader’s Digest, seorang terapis bernama Sarah Seung-McFarland, Ph.D., menambahkan bahwa membuang benda terasa sulit karena kita khawatir koneksi emosional dengan momen itu akan ikut lenyap. Padahal, cerita itu sudah menjadi bagian integral dari dirimu. Jadi, jika kamu merasa bendanya sudah menjadi beban namun ceritanya masih membekas indah, mungkin itu pertanda kamu siap untuk melepaskan wujud fisiknya saja.

Abadikan Kenangan secara Digital Sebelum Melepaskan

Tips Declutter Barang Kenangan Tanpa Rasa Bersalah

Dengan cara ini, kamu tidak benar-benar kehilangan apa pun. Kamu justru mentransformasi kenangan dari sesuatu yang memenuhi ruang fisikmu menjadi sesuatu yang lebih mudah dijaga dan dibagikan kepada orang-orang terkasih.

Buat Daftar Benda Kenangan Paling Berharga

Ketika semua benda terasa penting, sulit untuk mengetahui mana yang benar-benar layak dipertahankan. Paxton menyarankan untuk membuat sebuah daftar singkat berisi lima objek sentimental yang paling bermakna dalam hidupmu. Objek-objek dalam daftar inilah yang memang patut untuk dijaga, dan yang lainnya bisa lebih mudah kamu relakan.

Ia juga mendorong kita untuk membagikan kisah di balik objek-objek kenangan tersebut kepada orang-orang terdekat, baik dengan bercerita langsung maupun menuliskannya.

“Kamu akan menemukan bahwa begitu kamu sudah berbagi cerita dan kenangannya, objek tersebut tidak lagi terasa sepenting sebelumnya karena kamu sudah merayakan orang itu,” katanya.

Proses penceritaan ini sering kali menjadi cara yang jauh lebih bermakna untuk menghormati seseorang dibandingkan menyimpan barang-barangnya di dalam kotak yang tidak pernah dibuka.

Mulai dari Langkah Kecil

Tips Declutter Barang Kenangan Tanpa Rasa Bersalah

yang terpenting bukan seberapa cepat kamu menyelesaikan prosesnya, melainkan bahwa setiap keputusan yang kamu buat terasa tepat bagimu. Berjalan perlahan pun tidak masalah.

Itulah lima panduan yang bisa membantumu memulai penataan ulang barang-barang sentimental tanpa perlu merasa bersalah. Melepaskan sebuah objek bukan berarti kamu melupakan orang atau momen di baliknya. Justru sebaliknya, dengan menyisakan hanya yang benar-benar bermakna, kamu memberi ruang bagi kenangan terbaik untuk bersinar lebih cemerlang.

Artikel menarik Lainnya