Home » Bandara Paling Sepi Penumpang di Indonesia

Bandara Paling Sepi Penumpang di Indonesia

Pada dasarnya, bandara adalah pintu gerbang utama yang menyambungkan sebuah wilayah dengan dunia luar. Tempat ini seyogianya ramai dengan kedatangan dan keberangkatan orang-orang dari atau menuju daerah tersebut.

Namun, tidak semua bandara menyuguhkan suasana yang hiruk pikuk dengan penumpang pesawat yang berbaris. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa bandara yang terkesan lengang dengan frekuensi penerbangan yang sangat minim.

Saking minimnya aktivitas di bandara-bandara ini, banyak perusahaan penerbangan yang memutuskan untuk tidak beroperasi lagi. Berikut adalah 7 bandara paling sepi di Indonesia, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

1. Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu

Bandara Fatmawati Soekarno

Belum lama ini, maskapai Garuda Indonesia dilaporkan menghentikan layanan penerbangan dari dan ke Bengkulu melalui Bandara Fatmawati Soekarno di Provinsi Bengkulu.

Diketahui, Bandara Fatmawati Soekarno termasuk dalam kategori bandar udara yang paling tidak ramai di wilayah Sumatra. Terjadi penurunan jumlah penumpang yang cukup mencolok, terutama pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025 yang tercatat menurun 15%.

Sebelumnya, Bandara Fatmawati Soekarno juga pernah mengalami kondisi sepi total dan hanya melayani pengiriman kargo pada tahun 2020, akibat situasi pandemi dan merosotnya minat masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat.

2. Bandara Kertajati, Majalengka

Bandara Kertajati

Bandara ini sebelumnya merupakan proyek yang sangat dibanggakan oleh mantan Presiden Joko Widodo dengan investasi yang signifikan, mencapai Rp2,6 triliun dari APBN ditambah biaya pembebasan lahan dari APBD Jawa Barat.

Namun pada kenyataannya, bandara yang mulai beroperasi resmi pada Mei 2021 itu terlihat sepi penumpang. Bahkan, beberapa maskapai menghentikan operasional penerbangan mereka karena tingkat keterisian penumpang yang rendah.

3. Bandara Ngloram, Blora

Bandara Ngloram

Berlokasi di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bandara Ngloram awalnya didirikan pada tahun 1980 untuk keperluan industri minyak dan gas. Namun, operasionalnya sempat terhenti selama beberapa tahun.

Baru pada Desember 2021, bandara ini dibangun kembali dan diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo. Tujuannya adalah untuk mendorong perekonomian dan kegiatan industri perminyakan di area sekitarnya. Namun, usaha ini tidak membuahkan hasil yang diharapkan.

Revitalisasi yang menelan anggaran APBN sebesar Rp132 miliar ini minim penumpang. Beberapa maskapai seperti Wings Air dan Citilink sempat melayani penerbangan di bandara ini, namun kini tidak lagi melayani penerbangan sama sekali.

4. Bandara JB Soedirman, Purbalingga

Bandara JB Soedirman

Sejak pembangunannya dimulai pada tahun 2019, Bandara JB Soedirman telah menghabiskan dana sekitar Rp350 miliar. Bandara ini mulai dibuka untuk penerbangan komersial yang beroperasi pada Juni 2021.

Namun seiring berjalannya waktu, bandara ini sepi penumpang karena tidak banyak maskapai penerbangan yang menawarkan rute ke bandar udara di Purbalingga ini.

Baca juga: Sifat Unik Individu Penggemar Lelucon Ayah

Padahal, Bandara JB Soedirman sempat melayani penerbangan umrah pada pertengahan tahun 2022. Hingga akhir tahun 2024, bandara ini perlahan mulai ditinggalkan karena tidak lagi melayani penerbangan komersial sama sekali.

5. Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya

Bandara Wiriadinata

Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya mulai beroperasi sebagai bandara komersial pada Juli 2017, yang diresmikan oleh mantan Presiden Joko Widodo, dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp30 miliar.

Awalnya, bandara ini diharapkan dapat berkontribusi pada perekonomian lokal dengan mempermudah akses bagi wisatawan dan mobilitas masyarakat. Namun, minimnya penumpang membuat Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya mulai ditinggalkan dan tidak lagi melayani penerbangan.

Pada tahun 2022, Susi Air membuka rute penerbangan menuju Jakarta, namun operasinya bergantung pada permintaan. Demikian pula dengan Citilink, yang sempat membuka rute penerbangan ke bandara ini, tetapi ditutup pada tahun 2023.

6. Bandara Ahmad Yani, Semarang

Bandara Ahmad Yani

Bandara Ahmad Yani di Semarang mulai dibuka untuk penerbangan komersial pada tahun 1966 dan memperoleh status bandara internasional pada tahun 2004.

Namun, minimnya penerbangan internasional dan jumlah wisatawan mancanegara yang tiba melalui Bandara Ahmad Yani di Semarang, menyebabkan bandara ini kehilangan status internasionalnya pada Mei 2024.

Meskipun demikian, bandara ini masih beroperasi dengan penerbangan domestik meskipun banyak gerai di area bandara yang tampak sepi.

7. Bandara Dhoho, Kediri

Bandara Dhoho

Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, juga mengalami situasi serupa. Sejak mulai beroperasi secara komersial pada April 2024, bandar udara ini terlihat sepi penumpang, bahkan sempat menghentikan sementara operasional penerbangannya pada pertengahan 2025.

Sepinya bandara berstandar internasional yang dibangun oleh PT Gudang Garam Tbk ini disebabkan oleh terbatasnya pilihan rute, akses transportasi darat yang terbatas, dan persaingan dengan bandara di sekitarnya.

Diketahui, Citilink menjadi salah satu maskapai yang menghentikan sementara penerbangan di bandara ini dengan alasan perawatan armada.

Nah, itulah daftar 7 bandara tersepi di Indonesia. Pernahkah Anda melakukan perjalanan melalui salah satu bandar udara di atas?

Artikel menarik Lainnya