Home » Etsy Hentikan Penjualan Barang dari Bulu Hewan

Etsy Hentikan Penjualan Barang dari Bulu Hewan

Penerapan regulasi dagang yang berfokus pada kelestarian semakin digalakkan. Tidak hanya label busana yang menghentikan pemakaian kulit hewan langka dan bulu asli, namun platform jual beli daring pun kini turut mendukung gerakan tanpa kekejaman terhadap hewan.

Menurut informasi dari Peta (People for The Ethical Treatment of Animals), laman niaga global Etsy telah menyatakan komitmen untuk menghentikan praktik penjualan barang yang menggunakan bulu hewan, contohnya anting-anting dari bulu kelinci atau rubah. Ketetapan bebas bulu ini akan berlaku efektif mulai Agustus 2026. Keputusan ini timbul atas desakan Peta dan para aktivis internasional lainnya demi mengakhiri jual beli produk bulu hewan. Setelah Etsy, Peta juga mendorong platform ritel Temu untuk mengikuti langkah serupa. Temu diketahui kerap menjual produk yang memanfaatkan bulu hewan dan kulit hewan eksotis.

Baca juga: Tips Melipat Pakaian agar Tetap Rapi

Hal ini bukan tanpa alasan. Perdagangan bulu hewan seringkali bersinggungan dengan perlakuan kejam terhadap hewan. Peta menguraikan di situs resminya bahwa dalam industri bulu hewan, satwa berbulu ditempatkan dalam sangkar kawat yang tidak higienis, menyebabkan mereka mengalami stres berat, luka yang tidak tertangani, dan memicu berbagai penyakit.

Penolakan Terhadap Pelarangan Jual Bulu Hewan

Larangan penjualan produk dengan bulu hewan yang dapat mengancam pengrajin kecil

Meskipun dinilai sebagai langkah positif untuk perlindungan hewan, terdapat pula pandangan yang menentang kebijakan ini. Pasalnya, pelarangan tersebut dapat berdampak buruk pada komunitas adat yang bergantung pada kerajinan tangan berbahan dasar bulu. Mengutip laporan dari laman CBC, Etsy telah mengirimkan pemberitahuan kepada para penjual pada 2 April bahwa kebijakan larangan tersebut akan mulai berlaku pada Agustus sebagai bagian dari “upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang berkelanjutan.”

Doug Chiasson, Direktur Eksekutif Fur Institute of Canada, menyampaikan pandangannya bahwa “Setiap larangan terhadap produk bulu, setiap larangan terhadap produk kulit anjing laut, kita ketahui akan memberikan dampak terbesar pada komunitas adat terpencil.” Baginya, keberlanjutan keanekaragaman hayati juga mencakup “pemanfaatan sumber daya satwa liar secara lestari, termasuk penggunaan bulu secara manusiawi dan etis.”

Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?

Artikel menarik Lainnya