Tanpa disangka, ciput yang dulunya lekat dengan sebutan ‘Ciput Nenek’, kini justru menjadi pusat perhatian dalam dunia fashion. Desain lace dengan detail renda sederhana ini, awalnya dianggap ketinggalan zaman dan kurang memukau.
Namun, belakangan ini banyak pegiat mode yang membangkitkan kembali gaya ini, memberikannya sentuhan yang lebih segar dan unik. Menariknya, ciput ini ternyata dapat difungsikan sebagai fashion statement yang akan menyempurnakan penampilan Anda agar terlihat edgy dan chic.
Lantas, apa yang menyebabkan ciput ‘Nenek’ ini kembali populer? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, silakan gulir ke bawah!
Fenomena Ciput ‘Nenek’
Anda pasti pernah menjumpai ciput nenek Anda yang terbuat dari bahan brukat atau lace dengan hiasan renda di bagian depan. Jika dilihat sekilas, modelnya memang terkesan kuno dan tertinggal zaman.
Baca juga: Profil UNCHILD, Girl Group Baru High Up Entertainment yang Punya Konsep Unik
Namun belakangan ini, aksesori fesyen yang dikenal sebagai ciput ‘Nenek’ ini mendadak menjadi sorotan, terutama di kalangan Gen Z yang mengenakan hijab. Tren ini terinspirasi dari gaya klasik ala nenek-nenek yang kemudian diadaptasi dengan sentuhan yang lebih modern.
Menariknya, tren ini tidak hanya melanda Indonesia, tetapi juga merambah ke negara lain di kalangan anak muda. Di mancanegara pun, headscarf berbahan lace diminati banyak orang, tidak hanya oleh para hijabers, tetapi juga oleh seluruh penikmat fashion.
Mereka umumnya menjadikan aksesori ini sebagai fashion statement. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para Gen Z saat ini, khususnya yang berhijab, tidak lagi menyembunyikan ciput mereka, melainkan menjadikannya sebagai bagian dari padu padan gaya.
Mengapa Ciput ‘Nenek’ Viral?
Headscarf lace semacam ini memang sedang digemari anak muda karena nuansa klasik dan vintage yang ditawarkannya. Terutama di kalangan hijabers, banyak yang merasakan nostalgia dengan ciput yang pernah digunakan nenek mereka sebagai inner hijab.
Alasan lainnya tentu saja karena adanya perputaran tren fesyen yang dinamis. Item fesyen yang dianggap kuno di masa lalu, kini diolah dengan gaya yang lebih modern dan menjadi populer di era sekarang. Terlebih lagi, Gen Z sangat menyukai hal-hal yang antimainstream dan unik.
Ciput ‘Nenek’ menjadi viral juga berkat para content creator yang mempopulerkannya. Di Indonesia, tokoh seperti Sashfir dan Ana Octarina turut mempopulerkannya. Tak ketinggalan, influencer asal Malaysia, Sofea Shra, juga turut mengenakan lace hijab yang membuat aksesori ini kembali menjadi tren.
Sebagai Fashion Statement
Ciput ‘Nenek’ ini sangat potensial menjadi fashion statement untuk membuat tampilan OOTD Anda tampak lebih estetik dan chic. Bagi Anda yang berhijab, ciput tentu menjadi kebutuhan sebagai inner hijab, bukan? Oleh karena itu, Anda tidak perlu lagi menyembunyikan ciput karena dapat dijadikan sebagai fashion statement yang fungsional.
Kunci dari tren ciput ‘Nenek’ ini bukan hanya sekadar pemakaiannya, tetapi bagaimana Anda berani menunjukkannya sebagai bagian dari keseluruhan tampilan. Anda dapat memadupadankannya dengan bermain pada warna dan model renda agar terlihat lebih menonjol.
Apabila Anda tidak berhijab, Anda bisa mengenakan headscarf lace dengan berbagai model dan warna yang tentunya juga dapat Anda jadikan sebagai fashion statement untuk memperindah penampilan rambut Anda.
Jadi, apakah Anda tertarik dengan aksesori fesyen yang satu ini?
