Skincapedia.com – Masjidil Haram merupakan tempat yang sangat istimewa bagi umat Islam. Di dalamnya terdapat Ka’bah, yang menjadi pusat kiblat salat umat Muslim di berbagai penjuru dunia, setelah sebelumnya berkiblat ke Masjid Al-Aqsa di Palestina.
Setiap tahunnya, Masjidil Haram menjadi tempat berkumpul jutaan umat Muslim dari seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah Haji dan Umrah. Selain itu, di tempat suci yang mengelilingi Ka’bah ini, umat Islam tidak hanya menunaikan ibadah, tetapi juga menyaksikan jejak sejarah panjang yang berkaitan dengan para nabi serta berbagai keutamaan yang menjadikannya masjid paling istimewa di dunia.
Penasaran dengan keistimewaan Masjidil Haram, yang menjadikannya salah satu masjid paling suci di dunia? Berikut rangkuman informasinya.
Sejarah Masjidil Haram – Masjidil Haram terletak di Makkah, Arab Saudi, dikenal sebagai tempat istimewa bagi umat Muslim karena di dalamnya terdapat Ka’bah atau disebut juga dengan Baitullah (rumah Allah Swt).

Nama “Masjidil Haram” memiliki arti “Masjid Suci” atau “Masjid yang Dimuliakan”. Sementara, kata “Haram” bukan berarti terlarang, melainkan kawasan yang disucikan dan memiliki aturan khusus dalam Islam.
Keberadaan Ka’bah di tengahnya, menjadikannya pusat kiblat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun awalnya, kiblat umat Islam menghadap ke Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Palestina.
Baca juga: Cara Mengenali Ciri Narsistik Melalui Ekspresi Wajah
Perpindahan kiblat dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram terjadi pada tahun ke-2 Hijriah (sekitar 624 M) berdasarkan wahyu Allah Swt. Perpindahan arah kiblat ini menjadi momen istimewa, menandai kembalinya arah ibadah ke rumah pertama yang dibangun untuk menyembah Allah Swt.
Pahala Dilipatgandakan 100.000 Kali Lipat – Salat di Masjidil Haram memiliki keutamaan luar biasa, di mana pahala akan dilipatgandakan 100.000 kali lipat.

Hal ini sesuai dengan hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Majah yang menyebutkan bahwa satu kali salat di sini setara dengan ratusan ribu salat di masjid lain, menjadikannya salah satu tempat dengan ganjaran ibadah tertinggi.
Selain itu, Masjidil Haram juga menawarkan kesempatan emas bagi umat Muslim untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa dan memohon ampunan. Itu karena keutamaannya sebagai pusat ibadah Baitullah, menjadikannya tempat mustajab untuk memanjatkan doa terbaik.
Bukan hanya salat, keutamaan ini juga diyakini berlaku untuk amal kebajikan lainnya seperti sedekah, puasa, dan berbuat baik selama di Tanah Suci.
Keunikan Masjidil Haram – Selain menjadi tempat suci bagi umat Islam, terdapat beberapa fakta unik di balik kemegahan Masjidil Haram.

Berikut adalah beberapa keunikan tersebut:
- Bangunan Termahal di Dunia – Masjidil Haram merupakan bangunan yang paling mahal di dunia. Perluasan dan renovasinya selama puluhan tahun ditaksir menelan biaya mencapai USD1 miliar (setara Rp1.647 triliun).
Bangunan dengan luas total sekitar 1,5 juta meter persegi itu, menyediakan area salat di dalam ruangan dan luar ruangan yang memukau. Dengan kemegahannya tersebut, Masjidil Haram dapat menampung hingga lebih dari 4 juta jemaah per hari.
- Memiliki Lebih dari 8.000 Pengeras Suara – Di Masjidil Haram, ada lebih dari 8.000 pengeras suara dan 100 mikrofon yang ditempatkan secara strategis di berbagai titik. Mulai dari bagian dalam, pelataran, sampai jalan-jalan di sekitarnya.
Ini menjadikannya sebagai bangunan dengan sistem suara terbesar dan terbanyak di dunia. Menariknya, sound system di Masjidil Haram dilengkapi dengan teknologi canggih untuk memastikan kejernihan suara saat bergema di sekitar masjid.
- Terdapat 13.000 Toilet – Di dalam bangunan megah ini terdapat sekitar 13.000 toilet yang dibersihkan setiap 4-6 jam sekali.
Selain itu, ada 1.800 petugas, 40 mobil pembersih sanitasi listrik, 60 mesin saniter listrik untuk halaman terbuka, dan sekitar 2.000 barel sanitasi untuk membersihkan seluruh sisi masjid. Sebab itulah, kebersihannya sangat terjaga.
- Lantai yang Tetap Dingin Meski saat Cuaca Terik – Meskipun disinari terik matahari, lantai Ka’bah atau Masjidil Haram ternyata tetap dingin.
Itu karena terbuat dari marmer yang mampu menyerap cahaya matahari, sehingga saat cuaca panas umat Muslim tidak akan merasa kepanasan. Selain itu, marmer tersebut dapat menyerap lembap pada malam hari. Alhasil, lantai tidak basah pada pagi harinya dan tidak mengganggu aktivitas umat Muslim yang sedang beribadah.
