Skincapedia.com – Jepang dikenal memiliki kekayaan budaya yang mendalam, salah satunya tercermin dalam karya seni yang sangat detail dan memukau. Meskipun terlihat sederhana, karya-karya ini seringkali dihasilkan melalui teknik tangan tingkat tinggi yang memakan waktu pengerjaan yang tidak sebentar, namun mampu memikat hati setiap penikmatnya.
Kini, keindahan dan kesempurnaan seni Jepang tersebut dapat disaksikan secara langsung melalui pameran keliling bertajuk “The Superlative Artistry of Japan”. Pameran ini sebelumnya telah menyapa pengunjung di Selandia Baru pada awal tahun ini. Indonesia menjadi destinasi berikutnya, dengan penyelenggaraan di Jakarta dan Surabaya, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bangkok, Thailand.

Pameran ini menampilkan total 38 karya seni yang merupakan hasil mahakarya para seniman Jepang. Koleksi yang disajikan mencakup rentang waktu yang luas, mulai dari era Meiji (1868-1912) yang terkenal dengan *kogei* atau karya seni dan kerajinan tangan tradisional, hingga karya seni kontemporer yang dibuat sekitar tahun 2010-an. Beberapa karya istimewa bahkan didatangkan secara khusus dari berbagai museum di Jepang.
Baca juga: Tiga Tanda Wanita Percaya Diri Berpancar Keyakinan
Memasuki area pameran yang didominasi dinding berlapis kain gorden putih, mata langsung tertuju pada sebuah tapestri bordir yang menggambarkan pemandangan rumah tradisional Jepang. Di sebelahnya, terdapat dua guci dengan lukisan klasik yang menambah keanggunan ruangan. Ketiga objek ini menjadi sorotan utama, mewakili karya seni tradisional era Meiji yang sempat menjadi tren di Eropa pada abad ke-19.

Isma Savitri, seorang Program Officer dari Divisi Budaya The Japan Foundation, menjelaskan bahwa kisah di balik terciptanya karya-karya seni ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Karya seni Meiji *kogei* berhasil meraih popularitas global, sehingga banyak negara yang tertarik untuk memilikinya. “Permintaan ekspor Jepang ke luar negeri meningkat pesat karena kualitasnya yang luar biasa,” ujar Isma saat ditemui di The Sakura Hall, The Japan Foundation, pada hari Selasa (5/5/2026).
Namun, menurut Isma, para seniman Jepang memiliki standar kualitas yang sangat tinggi. Mereka sangat perfeksionis dalam setiap detail pengerjaan, bahkan untuk satu item saja. Hal ini membuat mereka tidak mampu mengejar volume permintaan pasar yang begitu besar. Akibatnya, permintaan pun perlahan menurun kembali.
Karya-karya seni terbaik dari era tersebut kemudian disimpan di museum selama bertahun-tahun. Kurator pameran “The Superlative Artistry of Japan” berupaya membawa karya-karya seni bersejarah ini ke berbagai negara di masa kini. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumpulkan karya seni kontemporer untuk menunjukkan perkembangan teknik seni tingkat tinggi dan *craftsmanship* Jepang dari waktu ke waktu.
Kapan Berlangsung?

Bagi Anda yang sedang mencari kegiatan menarik untuk mengisi akhir pekan, pameran “The Superlative Artistry of Japan” ini terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis. Anda hanya perlu mengunjungi The Sakura Hall, The Japan Foundation Jakarta, yang berlokasi di Gedung Sumitmas II, Senayan.
Pameran di Jakarta akan berlangsung mulai tanggal 5 hingga 25 Mei 2026. Perlu dicatat bahwa pameran akan tutup pada hari libur nasional tanggal 14 dan 19 Mei 2026. Jam operasional pameran adalah mulai pukul 09.30 hingga 16.30 WIB.
Sementara itu, pameran di Surabaya dijadwalkan akan berlangsung di bulan berikutnya, yaitu dari tanggal 6 hingga 26 Juni 2026. Nikmati pengalaman seni Jepang yang memukau!
