Home » Perjuangan di Balik Kelezatan Ayam Goreng Suharti yang Melegenda

Perjuangan di Balik Kelezatan Ayam Goreng Suharti yang Melegenda

Ayam Goreng Suharti telah menjelma menjadi salah satu rumah makan legendaris di Indonesia. Sajian ayam goreng kremesnya begitu digemari, hingga membuka banyak gerai di kota-kota besar.

Namun, di balik kelezatannya yang tersohor, tersimpan kisah getir yang pernah dihadapi pemiliknya, Suharti. Restoran ini berdiri setelah usaha sebelumnya diklaim oleh mantan suaminya.

Berikut adalah kisah pilu yang melatari ketenaran Ayam Goreng Suharti yang melegenda. Mari kita simak!

Awal Mula Suharti Sebagai Pengelola Ayam Goreng Ny. Suharti

Ayam Goreng Ny. Suharti

Suharti adalah seorang pebisnis kuliner dari Yogyakarta. Beliau adalah putri bungsu Kardi Tanudimedjo, sekaligus cicit dari pasangan Ronodikromo dan Nyi Kiyem yang merupakan penggagas Ayam Goreng Mbok Berek.

Usai menikah dengan Bambang Sachlan Praptohardjo, seorang abdi dalem Kepatihan Yogyakarta, Suharti mulai membangun usaha ayam goreng dengan bumbu racikan sendiri. Perjuangannya dimulai sejak 1962, ia menjajakan ayam goreng dengan berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya.

Pada 1969, dengan modal Rp300 ribu, Suharti dan sang suami memberanikan diri membuka warung makan ayam goreng. Namun, saat itu menggunakan nama Ayam Goreng Mbok Berek Baru, yang bertempat di Jalan Laksda Adisucipto.

Tiga tahun berselang, nama warung makan tersebut diubah oleh Suharti menjadi Ayam Goreng Ny. Suharti untuk membedakannya dengan Ayam Goreng Mbok Berek asli.

Baca juga: Kehabisan Gaji Sebelum Akhir Bulan? Coba 5 Tips Ini

Perselisihan dengan Suami yang Berujung Perpisahan Usaha

Kisah pilu di balik populernya Ayam Goreng Suharti

Usaha ayam goreng tersebut membuahkan hasil gemilang dan membawa pasangan ini pada puncak kesuksesan. Sayangnya, bahtera rumah tangga Suharti dan Sachlan harus kandas akibat perceraian. Konon, penyebab renggangnya hubungan mereka adalah adanya pihak ketiga.

Setelah bercerai, Sachlan berhak atas hak cipta nama “Ayam Goreng Ny. Suharti” karena seluruh aset usaha terdaftar atas namanya. Sementara itu, Suharti harus kehilangan hak kepemilikan, padahal usaha tersebut menyandang namanya.

Akhirnya, Suharti meluncurkan usaha baru dengan nama “Ayam Goreng Suharti”. Ia mengganti ciri khas logo yang semula bergambar sepasang ayam dengan inisial S di tengah, menjadi foto dirinya sendiri.

Restoran Ayam Goreng Suharti dengan nama dan logo baru ini pertama kali beroperasi di Krapyak, Semarang. Kini, bisnis tersebut telah berjalan selama 34 tahun. Gerai-gerainya tersebar di Semarang, Bali, Bandung, dan Jakarta.

kisah pilu di balik populernya Ayam Goreng Suharti yang legendarisAyam Goreng Suharti yang legendaris/ Foto: Instagram.com/ayamgorengsuhartiofficial

Menu andalannya adalah ayam goreng kremes yang legendaris. Ayam goreng ini diolah agar empuk, dengan kremesan yang garing, serta bumbu rempah khas nusantara. Selain ayam goreng, tersedia pula varian menu nusantara lainnya, seperti nasi gudeg, lele goreng, sayur lodeh, hingga pepes ikan.

Demikianlah kisah getir di balik ketenaran rumah makan Ayam Goreng Suharti. Pernahkah Anda mencicipinya?

Artikel menarik Lainnya