Home » Avoskin PHTE: Cek Kandungan Perfect Hydrating Treatment Essence

Avoskin PHTE: Cek Kandungan Perfect Hydrating Treatment Essence

Avoskin PHTE: Cek Kandungan Perfect Hydrating Treatment Essence

Skincapedia.com – Mengenal lebih dekat Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence (PHTE) kini semakin mudah. Produk lokal yang telah lama dikenal ini memang memiliki daya tarik tersendiri, terutama dari segi formulasi bahan-bahannya yang menarik perhatian banyak pencinta skincare.

Meskipun penulis sendiri belum berkesempatan mencoba produk ini secara langsung, namun ketertarikan untuk mengupas tuntas kandungan di dalamnya tetap besar. Avoskin PHTE sendiri merupakan salah satu produk unggulan Avoskin yang paling laris di pasaran.

Avoskin PHTE. Foto by Safirayulia FD Member

Avoskin PHTE diklaim telah teruji secara klinis mampu memberikan manfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit, di antaranya:

  • Jerawat
  • Kulit kusam atau warna kulit tidak rata
  • Bruntusan
  • Penuaan dini
  • Pori-pori besar
  • Bekas jerawat
  • Kulit terlalu berminyak
  • Kulit terlalu kering

Dari segi deskripsi produk, Avoskin PHTE memiliki tekstur yang agak kental dengan warna putih bening. Produk ini juga diperkaya dengan aroma segar seperti harum bunga. Meskipun teksturnya sedikit kental, namun produk ini diklaim mudah meresap ke dalam kulit.

Penjelasan Ingredients Avoskin PHTE

Ingredients:

aqua, alkohol, ethyl ascorbic acid, propylene glycol, glyserine, fragrance, chamomile (anthemisnobilis) extract, carrot (daucus carota sativa) oil, Rosa Canina Fruit (Rosehip oil), carbomer, triethanolamine, mineral oil.

Bahan Aktif

ethyl ascorbic acid

Vitamin C dikenal luas dengan kemampuannya sebagai antioksidan, mencerahkan kulit, dan merangsang produksi kolagen. Namun, Vitamin C murni (ascorbic acid) cenderung tidak stabil dan sulit diformulasikan, serta dapat mengiritasi kulit karena sifat asamnya.

Untuk mengatasi hal ini, dikembangkanlah turunan Vitamin C seperti ethyl ascorbic acid. Turunan ini larut dalam air maupun minyak, sangat stabil, mudah diformulasikan, tidak asam, dan minim iritasi. Meskipun demikian, efektivitasnya mungkin sedikit berbeda dari Vitamin C murni karena perlu dikonversi menjadi ascorbic acid di dalam kulit, sehingga efeknya bisa lebih lambat. Namun, kelebihan utamanya adalah risiko iritasi yang jauh lebih rendah, menjadikannya pilihan populer bagi produsen dan konsumen.

chamomile (anthemisnobilis) extract

Ekstrak German Chamomile diklaim memiliki kualitas lebih baik dibandingkan Roman Chamomile karena kandungan komponennya yang lebih kaya. Ekstrak ini mengandung terpenoids, chamazulene, dan bisabolol yang memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat. Selain itu, ekstrak German Chamomile juga kaya akan antioksidan seperti matricine, apigenin, dan Luteolin.

carrot (daucus carota sativa) oil.

Dikenal juga sebagai minyak biji wortel, ini adalah minyak nabati emolien yang sangat baik. Kandungan asam lemaknya seperti petroselinic acid (sekitar 60%) dan linoleic acid (sekitar 12%) berfungsi untuk melembapkan, menenangkan, dan menjaga kesehatan skin-barrier. Minyak biji wortel juga mengandung senyawa Carotol (sekitar 30%) dan daucol (sekitar 12%) yang memiliki sifat antioksidan dan antijamur. Secara keseluruhan, minyak wortel bermanfaat untuk merevitalisasi, mengencangkan, dan menstimulasi kulit.

Rosa Canina Fruit (Rosehip oil)

Merupakan minyak emolien yang kaya akan asam lemak esensial. Minyak rosehip memiliki kandungan tinggi omega 3, 6, dan 9, termasuk linoleic acid (sekitar 51%), linolenic acid (sekitar 19%), dan oleic acid (sekitar 20%). Asam lemak ini mirip dengan yang ada pada komposisi kulit, sehingga sangat penting untuk menjaga integritas skin-barrier, mengurangi inflamasi kulit, melembapkan, dan bahkan mendukung regenerasi kulit.

Selain itu, minyak rosehip juga mengandung Vitamin E (tocopherol) dan carotenoids (pro-Vitamin A) yang berperan sebagai antioksidan, melindungi kulit, dan menjaga kelembapan.

Bahan Pelengkap

  • aqua
  • alkohol: Berfungsi sebagai pelarut yang sangat baik, membantu formula menjadi ringan dan cepat meresap. Memiliki sifat astringent dan oil control yang baik, serta bersifat antibakteri.
  • propylene glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • glyserine: Pelarut, bersifat skin identical, dan humektan.
  • fragrance
  • carbomer: Berfungsi sebagai gelling agent untuk mengentalkan produk dan menciptakan tekstur gel.
  • triethanolamine: Pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat basa.
  • mineral oil: Merupakan agen oklusif yang sangat baik, bekerja di permukaan kulit untuk mengunci kelembapan dan mencegah penguapan air dari kulit (transEpidermal Water Loss/TeWL).

Kesimpulan

Formulasi Avoskin PHTE yang terbilang simpel ini patut diacungi jempol. Produk ini mengandung satu agen pencerah utama dan minyak-minyak kaya asam lemak esensial yang sangat penting untuk menjaga kelembapan dan integritas skin-barrier. Kedua jenis minyak ini kemungkinan besar menjadi agen hidrator utama dalam produk ini.

Kehadiran mineral oil dalam sebuah essence memang cukup unik, biasanya ditemukan pada krim untuk kulit kering. Namun, dalam konteks essence, mineral oil dapat berperan positif dalam mengunci kelembapan yang telah diserap kulit agar tidak cepat menguap.

Meskipun terdapat kandungan alkohol, penting untuk tidak langsung berprasangka buruk. Alkohol memiliki peran penting sebagai pelarut yang mampu menyatukan minyak dan air dalam formulasi tanpa perlu pengemulsi.

Alkohol bersama air dapat melarutkan minyak, tergantung konsentrasi masing-masing.

Selain itu, alkohol juga berfungsi sebagai antibakteri yang dapat membantu menjaga kestabilan produk, bahkan berpotensi berperan sebagai pengawet atau preservatives booster. Peran alkohol dalam Avoskin PHTE ini cukup beragam.

Meskipun alkohol dikenal dapat menyebabkan kulit kering karena sifat astringent dan oil control-nya yang kuat, namun dalam formulasi Avoskin PHTE, efek samping ini kemungkinan besar dapat diminimalisir berkat kehadiran bahan-bahan lain seperti rosehip oil, carrot oil, dan ekstrak chamomile yang bersifat melembapkan dan anti-inflamasi.

Oleh karena itu, kekhawatiran mengenai kandungan alkohol di urutan kedua dalam formulasi ini sebaiknya diredakan, terutama mengingat formulasi secara keseluruhan yang dirancang untuk menyeimbangkan potensi efek samping tersebut.

Artikel menarik Lainnya