Skincapedia.com – Hai, jumpa lagi dengan saya di skincapedia. Kali ini saya ingin membahas sabun Kojie San, sabun batang berwarna orange transparan yang diklaim memiliki spesifikasi pencerah kulit.
Sabun Kojie San ini bisa digunakan untuk seluruh tubuh maupun wajah. Dengan harga yang terjangkau dan klaim mencerahkan, sabun ini tentu mengundang rasa penasaran. Sebelum mencobanya, mari kita cek ingredients dan review-nya.
| Ingredients |
Cocos Nucifera (Coconut) Oil, De-Ionized Water, Sodium Hydroxide, Fragrance, Kojic Acid, Glycerin, Aqua (and) Xanthan Gum (and) Caprylyl Glycol (and) Glucose (and) Chondrus Crispus (Carrageenan) (and) Phenoxyethanol (and) Ethylhexylglycerine, Cocodiethanolamide, Mineral Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Cl 15985, Cl 19140, BHT.
Review Sabun Kojie San
|
|
| Review Sabun Kojie San |

Lumayan efektif untuk menghilangkan PIH. Kulit terasa sedikit lebih cerah, meskipun saya tidak yakin apakah ini hanya perasaan saya saja. Sayangnya, saya lupa mengambil foto “before“.
Pembahasan Ingredients Kojie San
1. Kojic Acid
Adalah produk sampingan dari proses fermentasi sake (minuman tradisional Jepang) menggunakan jamur Aspergillus oryzae. Kojic acid sangat populer di Jepang sebagai bahan aktif skincare karena fungsinya yang efektif mencerahkan kulit. Penelitian menunjukkan kojic acid lebih efektif dari arbutin dalam mengatasi melasma atau hiperpigmentasi.
Cara kerjanya adalah dengan menghambat enzim tyrosine yang memproduksi melanin (pigmen gelap). Selain itu, ia juga menstimulasi pembaruan sel kulit. Dalam produk skincare, kojic acid tidak hanya mencegah pembentukan pigmen baru tetapi juga dapat mengikis pigmen yang sudah terbentuk.
Kabar buruknya: Kojic acid termasuk asam yang lumayan keras. Konsentrasi maksimum yang diizinkan dalam produk skincare hanya 1-2%. Karena keras untuk kulit, bahan ini juga tidak stabil dan mudah teroksidasi jika terpapar panas dan cahaya matahari langsung. Untuk mengatasi hal ini, kojic acid biasanya dikombinasikan dengan Vitamin E (tocopherol) atau BHT untuk mengurangi oksidasi.
Data sensitisasi manusia yang tersedia mendukung keamanan kojic acid pada konsentrasi penggunaan 2% dalam kosmetik leave-on.
Sifat kojic acid sangat mirip dengan Vitamin C murni (asam askorbat): sama-sama efektif sebagai agen pencerah, antioksidan kuat, “keras”, ber-pH rendah, tidak stabil, dan sulit diformulasikan. Sifat asam ini seringkali menimbulkan efek samping pada kulit seperti rasa “clekit-clekit” (tingling sensation), kering, perih, mengelupas, dan photosensitive. Jika kulit tidak kuat, efek samping ini bisa berujung pada iritasi, kulit gosong, bahkan breakout.
Cara mengatasi efek samping ini adalah dengan mengaplikasikan produk ke kulit secara bertahap agar kulit tidak kaget, hingga akhirnya terbiasa.
Lalu bagaimana dengan sabun Kojie San?
Pada awal pemakaian, biasanya timbul rasa perih dan “clekit-clekit” yang merupakan efek dari kojic acid. Sebaiknya gunakan cukup sehari sekali, kemudian diselang-seling. Jika rasa perih sudah berkurang, frekuensi pemakaian bisa ditingkatkan, maksimal dua kali sehari. Namun, jika rasa perih masih terasa meskipun sudah mengikuti protokol di atas, sebaiknya hentikan pemakaian karena kulit Anda mungkin tidak cocok dengan asam.
➡️Penting: Setelah mencuci muka dengan sabun Kojie San, wajib gunakan pelembap. Jika digunakan di pagi hari, WAJIB menggunakan sunscreen agar kulit tidak photosensitive dan gosong.✔️
2. De-ionized Water
Air yang telah dimurnikan dari mineral ini penting karena air yang mengandung ion dikhawatirkan akan bereaksi dengan kojic acid, mempercepat proses oksidasinya yang tidak stabil. Penggunaan de-ionized water diharapkan menjaga kojic acid tetap aman dan stabil dalam waktu lebih lama.
3. Cocos Nucifera Oil (Minyak Kelapa) + Sodium Hydroxide (Soda Api)
Busa yang dihasilkan Kojie-San bukan berasal dari deterjen/SLS, melainkan dari reaksi saponifikasi antara soda api dan minyak. Reaksi ini menghasilkan sabun padat dan berperan dalam pembentukan sabun transparan. Soda api memang bahan kimia keras, namun sifat kerasnya hilang setelah saponifikasi dan didiamkan selama dua minggu. Sabun dari proses saponifikasi dinilai lebih lembut daripada busa detergen/SLS. Selain minyak kelapa, terdapat juga mineral oil.
3. Chondrus Crispus (Carrageenan)
Dikenal juga sebagai alga merah atau karagenan/agar-agar. Berfungsi sebagai pengental dan agen stabilisator. Alga merah kaya nutrisi bagi kulit, termasuk pigmen beta-karoten, antioksidan ZeaXanthin, dan lutein yang melindungi kulit dari efek buruk blue-light dan polutan. Polisakarida alami, peptida, dan asam amino dalam alga merah membantu menjaga hidrasi kulit.
4. Xanthan Gum
Diperoleh dari polisakarida hasil fermentasi bakteri Xanthomonas campestris. Berfungsi sebagai agen pengental. Xanthan gum digunakan dalam kosmetik dan industri pangan, dinyatakan aman dan eco-friendly karena terbuat dari bahan alami.
5. Glucose
Gula ini berperan dalam menciptakan transparansi sabun dan membantu perkembangan kristal pada sabun.
6. Glycerin dan Caprylyl Glycol
Berperan sebagai zat emollient dan humectant atau agen pelembap.
7. Cocodiethanolamide
Atau Cocoamide-DEA, merupakan surfaktan dan agen foaming-booster yang berfungsi menstabilkan busa.
8. Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil
Mengandung senyawa antibakteri yang baik untuk mengatasi jerawat. Namun, bagi kulit sensitif, minyak tea tree bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi.
9. Preservatives
Kojie San mengandung tiga pengawet:
- 1). Phenoxyethanol: Mencegah perkembangbiakan bakteri dan jamur.
- 2). Ethylhexylglycerin: Berfungsi sebagai preservative-booster dan sering dikombinasikan dengan phenoxyethanol.
- 3). BHT: Pengawet antioksidan yang berfungsi mencegah ingredients aktif (kojic acid) mengalami oksidasi.
Kesimpulan
Kojie San berpotensi mencerahkan kulit.✔️
❗Namun, sabun ini dapat menimbulkan sensasi kering pada wajah. Tidak disarankan untuk kulit sensitif dan alergi, apalagi jika kulit menderita eksim/dermatitis atopik karena bisa memperparah kondisi.
✔️Sebaliknya, sabun ini cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat yang tidak sensitif. Cara pakai perlu trik khusus, terutama jika digunakan di wajah.
Kojie San memiliki banyak penggemar. Di Female Daily, ratingnya lumayan tinggi (4 dari 5 bintang) dengan 80% dari 2000 pengguna yang cocok. Harganya juga sangat terjangkau, sekitar Rp19.000 untuk ukuran 10gr di minimarket. Rata-rata reviewer di Female Daily mengakui adanya rasa perih dan “clekit-clekit” pada awal pemakaian, namun kulit dapat beradaptasi seiring waktu.✔️
Tips tambahan: Karena sabun ini terbuat dari minyak dan agak lembek jika sering terpapar air, sebaiknya potong menjadi beberapa bagian kecil sebelum digunakan. Simpan sisanya, ini akan lebih hemat dan higienis.👍
Sekian, terima kasih sudah membaca.🙏🙏🙏
✔️Beli produk ORI di Official store
Sumber:
➡️Final report of the safety assessment of Kojic acid as used in cosmetics
➡️https://greatist.com/health/kojic-acid#risks-and-side-effects

