Home » Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Dianggap Malas

Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Sering Dianggap Malas

Seperti apa gambaran kebiasaan orang ber-IQ tinggi dalam benakmu? Ternyata, perilaku yang mereka tunjukkan tidak melulu terlihat “rajin”, seperti giat belajar atau membaca, melainkan ada pula yang justru tampak “malas”.

Sejumlah kebiasaan yang kerap dianggap sebagai kemalasan oleh banyak orang ini sebenarnya menjadi indikator bahwa seseorang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Penasaran apa saja kebiasaan tersebut? Yuk, simak ulasannya!

1. Menghindari Kerja Keras

Orang dengan IQ tinggi bekerja secara cerdas dan efisien, bukan bekerja keras

Mungkin kamu familiar dengan pepatah “work smarter, not harder”, dan inilah yang menjadi prinsip utama orang cerdas saat bekerja. Bukan berarti mereka menghindari tanggung jawab hingga enggan bekerja, namun individu ber-IQ tinggi cenderung menghindari upaya sia-sia yang tidak diperlukan. Diterangkan dalam Psychology Today, orang cerdas mampu bekerja jauh lebih efisien dengan mengandalkan strategi tertentu, misalnya dengan mencari jalan pintas atau melakukan otomatisasi tugas.

Teori yang dipaparkan dalam Neuroscience & Biobehavioral Reviews (2009) menunjukkan bahwa individu dengan kecerdasan tinggi cenderung menunjukkan aktivitas otak yang lebih rendah ketika mengerjakan tugas kognitif. Hal ini mengindikasikan bahwa otak mereka beroperasi secara efisien dalam menuntaskan pekerjaan dibandingkan rata-rata orang lainnya.

2. Suka Tidur

Orang dengan IQ tinggi menyukai tidur. Tidur merupakan investasi kognitif bagi mereka.

Kebiasaan tidur, termasuk tidur siang, sering kali dicap sebagai tanda kemalasan. Namun, berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Scientific Reports pada tahun 2015, pola tidur dan kecerdasan ternyata memiliki kaitan erat. Individu dengan kecerdasan tinggi menunjukkan pola tidur yang mendukung pemrosesan kognitif secara lebih efektif, bahkan saat mereka tidur siang. Oleh karena itu, tidur dianggap sebagai bentuk investasi kognitif bagi orang-orang cerdas.

3. Menyendiri dan Bengong

Orang dengan IQ tinggi suka menyendiri dan bengong. Momen ini jadi cara mereka mengolah pikiran dan emosi

Pernah mendengar bahwa orang cerdas sering meluangkan waktu untuk menyendiri? Waktu tersebut biasanya digunakan untuk berbagai hal, seperti melakukan refleksi diri atau mengolah pemikiran mereka. Terkadang, mereka memilih untuk menulis guna membuat alur berpikir yang lebih terorganisir. Contoh lain yang dibahas dalam YourTango, momen melamun atau bengong justru membantu mereka menemukan resolusi serta kesimpulan dari berbagai topik rumit yang selama ini memenuhi pikiran mereka.

4. Menghindari Situasi yang Membuat Stres

Orang yang cerdas menghindari situasi yang membuat stres. Mereka menjaga kestabilan emosinya

Karena terbiasa meluangkan waktu untuk kontemplasi, orang cerdas umumnya juga memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Sebuah studi dari Frontiers in Public Health menjelaskan bahwa seseorang dengan kecerdasan emosional yang tinggi mampu mengelola perasaan dan mengatasi tekanan jauh lebih baik daripada kebanyakan orang.

Oleh sebab itu, orang cerdas akan berupaya menjauhi situasi yang memicu stres atau memilih untuk tidak memberikan reaksi berlebihan terhadap suatu masalah. Hal ini bukan berarti mereka tidak peduli, melainkan mereka sedang melakukan regulasi emosi. Psychology Today menyebut mekanisme ini sebagai “psychological detachment”.

Artikel menarik Lainnya