Terdapat banyak pelajaran krusial yang perlu dikuasai sebagai orang tua dan prosesnya tidak selalu sederhana. Salah satunya, membimbing buah hati melakukan toilet training dapat menjadi tantangan tersendiri bagi ayah dan bunda.
Diperlukan ketabahan serta konsistensi supaya si kecil terbiasa melakukannya. Tahapan ini sangatlah vital untuk dipelajari demi mendukung perkembangan dan masa depannya.
Nah, ada beberapa metode mengajarkan toilet training kepada anak dengan cara yang sederhana. Simak panduannya berikut ini!
1. Memperkenalkan Si Kecil dengan Istilah Dasar yang Berhubungan dengan Toilet
Dilansir dari situs Raising Children Network, sangat penting untuk mulai membiasakan anak dengan kosakata dasar terkait aktivitas di toilet. Gunakan istilah seperti “buang air kecil”, “buang air besar”, dan “toilet”.
Pilihan kata tersebut akan membantu memberi pemahaman serta melatih anak untuk pergi ke kamar mandi. Sebagai orang tua, Anda juga dapat menjelaskan bahwa kencing dan buang air besar merupakan sisa metabolisme tubuh yang memang harus dibuang ke toilet. Namun, hindari menggunakan kata-kata seperti menjijikkan atau kotor agar anak tidak merasa cemas.
2. Kenali Tanda Si Kecil Perlu ke Kamar Mandi

Anak-anak biasanya memperlihatkan berbagai sinyal saat mereka mulai ingin buang air kecil atau besar. Beberapa indikasinya antara lain sering mondar-mandir, gelisah atau menari-nari, menyilangkan kaki, menarik-narik pakaian, hingga tiba-tiba terdiam.
Laman Mayo Clinic menyatakan, ketika orang tua melihat salah satu tanda tersebut, segera beritahu anak apa artinya. Anda bisa menyampaikan bahwa “sekarang waktunya buang air besar” atau “saatnya buang air kecil.”
3. Perkenalkan Fungsi Perlengkapan di Kamar Mandi
Agar anak mampu mandiri saat di toilet, tentu perlu diajarkan fungsi dari berbagai peralatan di kamar mandi. Orang tua sebaiknya menjelaskan mulai dari jenis toilet (duduk, jongkok, atau pispot khusus), cara memakainya, hingga teknik membersihkannya.
Selain mempraktikkannya secara langsung, agar si kecil lebih mudah mengerti, Anda bisa menggunakan metode bermain peran. Ajak buah hati berpura-pura melatih bonekanya untuk buang air di toilet, lalu tunjukkan bagaimana cara membersihkannya. Cara ini dapat membantu anak mengingat dan menerapkannya sendiri.
4. Pahami Ketakutan Anak

Tentu bukan perkara gampang bagi anak untuk mempelajari hal ini. Oleh karena itu, konsistensi serta sikap memahami rasa takut anak menjadi sangat krusial.
Menurut Healthy Children, sebagian anak meyakini bahwa urine dan feses adalah bagian dari tubuh mereka, sehingga muncul ketakutan saat harus membuang bagian tubuhnya tersebut. Biarkan anak memegang kendali untuk menyiram toiletnya sendiri, namun tetap berikan bantuan jika diperlukan. Hindari memaksakan kehendak, tetapi dampingi saat mereka belum mampu melakukannya sendiri.
5. Bimbing Anak dan Berikan Apresiasi yang Sesuai
Terakhir, anak akan merasa bersemangat jika dibimbing dengan sabar dan diberi apresiasi. Selama masa toilet training, hindari memberikan hukuman, sebaliknya berikan dorongan agar anak semakin percaya diri.
Ini adalah petualangan serta tanggung jawab baru bagi mereka. Maka dari itu, sampaikan pujian seperti “Ibu bangga sekali kamu sudah bisa melakukannya dengan benar.” Anda juga bisa memberikan stiker atau poin yang dapat dikumpulkan sebagai hadiah.
Jika di siang hari anak mungkin lebih mudah memberi sinyal ingin ke toilet, kondisinya bisa berbeda saat malam hari. Sebagai solusi pendukung transisi toilet training di malam hari, Anda bisa menggunakan MamyPoko Junior Night Pants.
Mengenal MamyPoko Junior Night Pants

MamyPoko Junior Night Pants merupakan popok malam sekali pakai kelas premium yang memiliki kualitas tinggi serta sangat lembut bagi kulit si kecil.
Popok ini dirancang menyerupai celana dalam dengan daya serap maksimal hingga 16 jam. Hal ini membantu anak tetap tidur nyenyak sepanjang malam tanpa takut bocor, karena urine tertampung secara optimal.
Materialnya yang lembut dan bebas iritasi memberikan kenyamanan ekstra saat dipakai. Ditambah lagi dengan desain celana yang menarik, tersedia dalam varian untuk anak perempuan maupun laki-laki.
Terakhir, tidak perlu cemas soal ukuran, karena tersedia pilihan size XXL untuk berat badan 15-25 kg atau size XXXL bagi anak dengan berat badan 18-35 kg.
Solusi terbaik agar si Kecil tetap nyaman, tenang, dan tidur lelap di malam hari tanpa risiko bocor adalah MamyPoko Junior Night Pants. Bagaimana, tertarik untuk mencobanya untuk Si Kecil?
