Home » Benarkah Selada Menyehatkan? Cek Fakta Nutrisi untuk Tubuhmu

Benarkah Selada Menyehatkan? Cek Fakta Nutrisi untuk Tubuhmu

Anda gemar menyantap selada? Tanaman dengan nama ilmiah Lactuca sativa L. ini lazim dijadikan komponen utama salad, pelengkap isian roti lapis, burger, dan hotdog, serta menjadi lalapan pendamping pecel maupun ayam goreng.

Walaupun sering dikonsumsi oleh masyarakat luas, rupanya terdapat beberapa insiden keracunan makanan yang dihubungkan dengan menyantap selada, sebagaimana dilansir dari CNN. Lantas, Benarkah Selada tidak memberikan manfaat kesehatan?

Tentu saja terdapat nilai positif dari mengonsumsi selada di samping efek samping yang mungkin dialami sebagian orang. Jadi, langkah apa saja yang bisa diterapkan agar konsumsi selada tetap aman?

Nutrisi dan Manfaat Selada bagi Kesehatan

Menurut pakar kesehatan, Fatima Cody Stanford, memasukkan sedikit selada ke dalam menu harian dapat mendukung pola makan sehat untuk jangka panjang berkat kandungan nutrisinya. Berikut adalah rincian nutrisi tersebut:

1. Fitronutrien, Vitamin, dan Mineral: Menekan Risiko Penyakit Kronis

“Selada mengandung fitonutrien seperti lutein dan beta-karoten yang memiliki fungsi antioksidan serta mampu menurunkan risiko penyakit kronis,” jelas Stanford, seorang dokter spesialis obesitas sekaligus pembuat kebijakan di Harvard Medical School, seperti dikutip dari USA Today.

Selain itu, selada merupakan sumber zat penting, di antaranya vitamin A, K, serta folat. Folat sendiri berperan krusial dalam pembentukan sel darah merah. Satu cup selada romaine mengandung 63,9 mikrogram folat yang mampu mencukupi 16% kebutuhan harian wanita dan 11% bagi ibu hamil.

Vitamin A berperan penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan sistem imun tubuh. Satu cup selada romaine menyediakan 205 mikrogram vitamin A atau setara dengan 23% dari asupan harian yang disarankan.

Sementara itu, vitamin K sangat vital bagi kesehatan tulang. Nutrisi ini terbukti mampu mengaktifkan protein yang bertugas dalam pembentukan serta pemeliharaan tulang, sekaligus mengatur proses pergantian jaringan tulang lama menjadi baru.

2. Kaya Air: Membantu Pemenuhan Kebutuhan Cairan Tubuh

Manfaat ini mungkin jarang disadari, yakni selada dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan harian. Selada tergolong makanan yang tinggi kadar airnya, mencapai 94-95% per 100 gram untuk jenis selada romaine.

Tingginya kandungan air ini juga membuat selada memiliki kalori yang sangat rendah, yakni kurang dari 10 kalori per cup.

Jadi, Selada Menyehatkan?

Secara nutrisi, menyantap selada bukanlah hal yang merugikan. Namun, terdapat risiko dan keterbatasan tertentu. Selada romaine sempat dikaitkan dengan wabah penyakit akibat bakteri E. coli.

Merujuk pada Health, selada rentan terpapar bakteri berbahaya penyebab penyakit seperti Salmonella, Listeria, Cyclospora, dan E. coli. Oleh karena itu, sangat krusial untuk mencuci selada hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Beberapa langkah pencegahan kontaminasi bakteri pada selada antara lain:

  • Memisahkan selada dari paparan daging mentah, unggas, serta makanan laut.
  • Menyimpan selada dan salad di dalam kulkas maksimal dua jam setelah disajikan, serta memastikan wadah penyimpanan dalam keadaan higienis.
  • Menggunakan talenan yang berbeda untuk sayuran mentah.

Stanford menambahkan, jika dibandingkan dengan sayuran berdaun hijau pekat seperti bayam atau kale, selada memiliki kepadatan nutrisi yang lebih rendah. Bergantung sepenuhnya pada selada sebagai sumber sayuran dapat memicu defisiensi nutrisi tertentu.

Kesimpulannya, kuncinya terletak pada pola makan yang seimbang antara selada dengan berbagai jenis makanan lainnya. Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan tentu tidak akan memberikan dampak optimal bagi tubuh.

Artikel menarik Lainnya