Home » Graduation Blues: Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Galau Lulus Kuliah

Graduation Blues: Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Galau Lulus Kuliah

Menyelesaikan studi di universitas impian tentu memberikan kepuasan tersendiri. Namun, setelah wisuda, realitas hidup setiap individu bisa sangat kontras. Ada yang masih sibuk mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan namun belum mendapatkan panggilan, sementara yang lain mungkin sudah bekerja namun merasa belum mampu hidup mandiri atau stabil secara finansial.

Tidak sedikit lulusan yang akhirnya merasakan post graduation depression atau yang dikenal sebagai Graduation Blues. Mari simak beberapa fakta penting mengenai fenomena ini sebagaimana dilansir dari situs PsychCentral dan data riset dari Substance Abuse and Mental Health Services Administration.

Apa Itu Graduation Blues?

Graduation blues adalah kondisi psikologis di mana seseorang merasa terperangkap dalam perasaan sedih, takut, dan cemas yang berlebihan setelah lulus. Hal ini sering muncul karena adanya kesenjangan antara ekspektasi untuk segera berkarir sesuai keahlian dengan kenyataan bahwa seseorang masih harus bergantung pada orang tua.

Atau, situasi di mana seseorang sudah mulai bekerja namun penghasilannya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri. Perasaan gagal dan kecewa sering kali memicu anggapan bahwa kemampuan diri tidak bernilai.

Kondisi di mana realitas tidak sejalan dengan harapan, ditambah dengan tantangan dunia kerja yang berat, membuat seseorang rentan mengalami post graduation depression. Gejalanya meliputi suasana hati yang sering murung, hilangnya semangat, serta munculnya perasaan tidak produktif atau tidak kompeten.

Tanda yang Harus Diwaspadai

Penting untuk tidak terburu-buru memberikan diagnosis mandiri terkait graduation blues. Indikasi ini akan jauh lebih valid jika dikonsultasikan langsung dengan tenaga profesional.

Setiap orang memiliki durasi pemulihan yang berbeda; ada yang merasa terpuruk cukup lama, namun ada pula yang mampu bangkit dalam beberapa minggu dan kembali bersemangat mencari peluang. Meski begitu, banyak pula yang memerlukan waktu lebih panjang untuk memulai langkah baru.

Perhatikan beberapa gejala berikut. Secara psikologis, tandanya bisa berupa kesedihan mendalam yang persisten, perasaan hampa, pandangan hidup pesimis, kecemasan tinggi, kesulitan dalam mengambil keputusan, hingga hilangnya antusiasme terhadap hobi yang dulunya disukai. Sementara itu, gejala fisik meliputi gangguan pola tidur, pola makan yang tidak teratur, serta perubahan berat badan yang signifikan.

Penyebab Graduation Blues

Terdapat berbagai faktor pemicu graduation blues. Salah satunya adalah kegagalan melewati masa percobaan kerja (probation) yang membuat seseorang merasa tidak cakap atau menyalahkan diri sendiri atas kesalahan yang terjadi.

Di sisi lain, ada juga mereka yang sudah bekerja tetap namun merasa penghasilannya masih jauh di bawah standar yang diharapkan, sehingga muncul perasaan bahwa diri belum mencapai kemapanan.

Akibatnya, muncul rasa bersalah karena masih menjadi beban bagi keluarga. Tekanan ini semakin diperparah ketika kamu sering membandingkan pencapaian orang lain di media sosial dengan kondisimu saat ini, yang pada akhirnya membuatmu merasa kurang berharga dibandingkan rekan sebayamu.

Tips Mengatasinya

Ingatlah bahwa kamu tidak berjuang sendirian. Bergabunglah dengan komunitas alumni, perbarui CV serta portofolio, dan manfaatkan media sosial untuk membangun personal branding. Optimalisasi media sosial bisa membuka peluang koneksi yang lebih luas untuk mendapatkan kesempatan kerja.

Namun, jangan sampai kebiasaan mencari informasi kerja di media sosial justru memicu overthinking akibat terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain. Kelola media sosialmu dengan bijak, misalnya dengan mencantumkan tautan portofolio di profilmu.

Susunlah rutinitas harian yang mencakup istirahat cukup, pola makan sehat, latihan simulasi wawancara, serta memperdalam ilmu di bidang yang kamu minati.

Tidak ada salahnya juga untuk mencoba posisi part time sesuai dengan potensi yang kamu miliki sambil menunggu peluang kerja full time yang lebih ideal.

Demikian beberapa fakta seputar graduation blues yang perlu diwaspadai serta tips untuk mengatasinya!

Artikel menarik Lainnya