Inggris kembali menyita perhatian dunia usai membungkam Prancis dengan skor 6-4 dalam duel perebutan posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Keberhasilan yang memukau banyak mata ini pun memicu rasa ingin tahu publik terhadap negara berjuluk The Three Lions tersebut.
Lantas, hal-hal unik apa saja yang dimiliki Inggris namun jarang diketahui khalayak umum? Mengutip informasi dari Authentic Europe, berikut adalah ringkasannya.
1. Bahasa Resmi Inggris Awalnya Bahasa Prancis

Selama kurang lebih tiga abad, bahasa utama di Inggris bukanlah bahasa Inggris, melainkan bahasa Prancis. Situasi ini bermula setelah Penaklukan Norman pada 1066, di mana bahasa Prancis kuno diadopsi untuk menggantikan bahasa Inggris sebagai bahasa formal di lingkungan istana dan pemerintahan.
Dampak dari interaksi yang berlangsung lama ini menyebabkan sekitar sepertiga hingga separuh kosakata bahasa Inggris modern merupakan serapan dari bahasa Prancis.
2. Orang Inggris Minum Banyak Teh

Selain China dan Jepang, Inggris termasuk bangsa yang warganya sangat menggemari teh. Budaya minum teh ini diperkenalkan ke lingkungan kerajaan oleh Raja Charles II beserta permaisurinya, Ratu Catherine dari Braganza, pada 1662.
Kegemaran ini kemudian bertransformasi menjadi tradisi sore yang dikenal sebagai ‘afternoon tea’, yang dipopulerkan oleh Anna, Duchess of Bedford ke-7 pada 1840. Sejak saat itu, ritual afternoon tea menjadi gaya hidup masyarakat Inggris, di mana mereka menikmati secangkir teh ditemani aneka kudapan seperti kue, sandwich, dan scone dengan krim.
Tidak mengherankan jika konsumsi teh di Inggris sangat masif, mencapai 100-160 juta cangkir per hari, atau setara dengan 36 miliar cangkir setiap tahunnya. Mayoritas masyarakat Inggris juga terbiasa menambahkan susu atau krimer ke dalam racikan teh mereka.
3. Negara Pencipta Prangko

Sebelum prangko ada, biaya pengiriman surat sangatlah mahal. Pada Mei 1840, Inggris menjadi pelopor penciptaan prangko pertama di dunia melalui Sir Rowland Hill, yang dikenal dengan nama ‘Penny Black’ dengan gambar wajah Ratu Victoria.
Kehadiran prangko membuat ongkos kirim lebih terjangkau karena mengubah metode pembayaran dari yang semula dibebankan kepada penerima menjadi dibayar di muka oleh pengirim.
Inovasi ini memicu lonjakan pengiriman surat, kartu pos, hingga kartu Natal di Inggris. Berbagai negara lain kemudian mengikuti langkah ini dengan menerbitkan prangko sendiri, mulai dari Zurich, Amerika, Brasil, Prancis, hingga Indonesia, yang kala itu masih bernama Hindia Belanda.
4. Stonehenge Lebih Tua dari Piramida di Mesir

Stonehenge merupakan salah satu situs prasejarah paling masyhur di dunia. Monumen ini pada mulanya difungsikan sebagai area pemakaman pada Zaman Perunggu. Namun, tahukah Anda bahwa usianya lebih tua dibandingkan Piramida di Mesir?
Menurut catatan sejarah, pembangunan awal struktur tanah Stonehenge dimulai sekitar tahun 3000 SM, sementara lingkaran batu raksasa yang ikonis baru didirikan sekitar 2500 SM.
Di sisi lain, Piramida Agung Giza di Mesir dibangun antara tahun 2500 SM hingga 2400 SM. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa penyelesaian akhir dari kedua situs purbakala ini terjadi hampir bersamaan atau berada pada era yang sama.
5. Raja dan Ratu Tidak Memiliki Paspor

Setiap orang umumnya memerlukan kartu identitas atau paspor saat bepergian ke luar negeri. Hal ini tidak berlaku bagi Raja atau Ratu Inggris, karena mereka tidak memerlukan dan tidak memiliki paspor Inggris. Pasalnya, dokumen perjalanan tersebut diterbitkan atas nama Yang Mulia Raja/Ratu yang sedang bertahta.
Situs resmi Keluarga Kerajaan menjelaskan bahwa penguasa monarki memiliki hak istimewa untuk melintasi negara tanpa perlu membawa paspor.
Namun, aturan ini tidak berlaku bagi anggota keluarga kerajaan lainnya, termasuk pangeran dan ratu permaisuri, yang tetap diwajibkan memiliki serta menunjukkan paspor saat melakukan perjalanan internasional.
6. Memiliki Banyak Restoran India

Siapa sangka jika London memiliki jumlah restoran India yang sangat banyak, bahkan melampaui jumlah restoran India di Mumbai maupun Delhi. Restoran India pertama di Inggris dibuka pada tahun 1810, menyajikan berbagai menu kari yang digemari oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, restoran India berkonsep fine-dining pertama berdiri pada tahun 1926 dan masih beroperasi hingga sekarang. Restoran tersebut bernama Veeraswamy dan menjadi salah satu destinasi kuliner paling direkomendasikan bagi wisatawan di London.
7. Chicken Tikka Masala adalah Hidangan Nasional Inggris

Walaupun sering memicu perdebatan, chicken tikka masala tidak diragukan lagi merupakan kuliner khas Asia Selatan yang lahir dan populer di Inggris.
Menu ini terdiri dari potongan ayam panggang (chicken tikka) yang diselimuti kuah saus tomat kental yang kaya rempah dan bertekstur creamy. Cita rasanya yang gurih, sedikit pedas, serta tekstur daging yang lembut menjadikannya hidangan yang sangat lezat.
Pada tahun 2001, Robin Cook, yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris saat itu, menobatkan hidangan ini sebagai santapan nasional Inggris yang merepresentasikan multikulturalisme.
8. Lebih Dari 300 Bahasa Diucapkan

London dikenal sebagai “melting pot”, yakni tempat di mana beragam etnis, budaya, dan bahasa berpadu. Mengingat banyaknya imigran dan keturunan asing yang menetap di Inggris, tidak mengejutkan jika terdapat lebih dari 300 bahasa yang dituturkan di negara ini.
Beberapa bahasa selain Inggris yang paling banyak digunakan di London di antaranya Polandia, Spanyol, Prancis, Turki, dan Bengali. Hal ini menjadikan London sebagai kota dengan komunitas bahasa terbanyak di Eropa.
9. London Pernah jadi Ibu Kota 6 Negara Sekaligus

Antara tahun 1939 hingga 1945, London sempat menjadi pusat bagi enam pemerintahan sekaligus. Fenomena ini terjadi selama Perang Dunia II, saat London menjadi tempat bernaung bagi negara-negara yang pemerintahannya berada dalam pengasingan akibat invasi Nazi Jerman ke Eropa daratan.
Pemerintahan yang berkantor di London saat itu meliputi Britania Raya, Prancis, Polandia, Belanda, Belgia, dan Norwegia, yang negaranya sedang diduduki oleh Nazi. Dengan demikian, London pun berfungsi sebagai ibu kota dari enam negara secara bersamaan.
10. Sungai Tersembunyi di Bawah London

Wilayah London saat ini dulunya merupakan dataran banjir Sungai Thames. Sungai-sungai di kawasan tersebut dahulunya adalah sumber air utama, namun seiring pesatnya pembangunan kota, alirannya kini disalurkan melalui pipa-pipa raksasa di bawah tanah.
Beberapa titik aliran airnya masih terlihat ketika menyatu dengan Sungai Thames. Sementara bagian lainnya kini telah dialihfungsikan menjadi bagian dari sistem drainase kota London.
Banyak dari sungai-sungai tersembunyi ini melintasi jalanan kota. Contohnya, Sungai Tyburn yang mengalir tepat di bawah Istana Buckingham, Sungai Walbrook yang dulu memasok air bersih ke kota, serta Sungai Westbourne yang airnya mengalir melalui pipa hijau besar di atas stasiun kereta bawah tanah Sloane Square.
11. London Underground adalah yang Tertua di Dunia

London Underground tercatat sebagai sistem kereta bawah tanah pertama dan tertua di dunia. Jaringan ini resmi beroperasi pada 10 Januari 1863 dengan sebutan Metropolitan Railway.
Jalur bawah tanah yang juga populer dengan nama “the Tube” ini awalnya dibangun untuk mengurai tingkat kemacetan yang parah di jalanan London. Rute perdananya menghubungkan stasiun Paddington dan Farringdon Street dengan jarak sekitar 6 kilometer.
Kini, moda transportasi ikonis ini telah berkembang dengan ratusan stasiun dan jalur yang melayani seluruh penjuru London.
12. Kebun Binatang di Menara London

Selama lebih dari enam abad, Menara London tidak hanya berperan sebagai kediaman kerajaan, tetapi juga menjadi rumah bagi koleksi hewan liar eksotis yang dikenal dengan nama Royal Menagerie (Kebun Binatang Kerajaan).
Keberadaan kebun binatang ini dirintis pada abad ke-13, tepatnya tahun 1204 oleh Raja John, dan secara resmi dibuka oleh Raja Henry III pada 1235 setelah ia menerima hadiah hewan-hewan langka dari penguasa negara lain, seperti singa, macan, gajah, hingga beruang kutub.
Namun, fasilitas ini akhirnya ditutup pada 1835 karena pertimbangan keselamatan bagi pengunjung maupun hewan itu sendiri. Hewan-hewan yang tersisa di Menara London pun kemudian dipindahkan ke Kebun Binatang London di Regent’s Park yang telah dibuka sejak 1828.
