Air cucian beras telah lama dimanfaatkan sebagai metode perawatan kecantikan tradisional, utamanya di negara-negara Asia seperti Jepang, China, serta Korea. Belakangan ini, bahan alami tersebut kembali naik daun di media sosial karena diklaim mampu membuat kulit lebih cerah, menyamarkan flek hitam, hingga menciptakan efek wajah yang tampak glowing.
Walaupun banyak orang mengaku merasakan khasiatnya, apakah klaim tersebut benar-benar memiliki dasar ilmiah? Sebelum Anda ikut mencobanya, sangat penting untuk memahami cara kerja kandungan Air Beras pada kulit serta apa pandangan para ahli mengenai manfaat maupun keterbatasan yang dimilikinya.
Apa Kandungan Nutrisi di Dalam Air Beras?

Air beras merupakan cairan yang dihasilkan dari proses merendam atau merebus biji beras. Meski terlihat sederhana, air ini mengandung berbagai komponen yang berpotensi memberikan manfaat bagi kulit, seperti pati, asam amino, vitamin E, vitamin B, mineral, dan antioksidan.
Salah satu senyawa yang paling banyak dikaji adalah inositol, yakni karbohidrat alami yang dikenal mampu melindungi kulit dari kerusakan serta mendukung fungsi pertahanan alami kulit (skin barrier). Berdasarkan riset yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science, air beras mengandung inositol yang tetap menempel di kulit meski telah dibilas, sehingga berpotensi membantu memperbaiki fungsi pelindung kulit serta meningkatkan elastisitasnya. Selain itu, kandungan antioksidan di dalamnya juga berperan dalam melawan radikal bebas yang dapat mempercepat proses penuaan dini.
Benarkah Air Beras Bisa Mencerahkan Kulit?

Hingga saat ini, belum tersedia bukti ilmiah yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa air beras dapat memutihkan atau mencerahkan warna kulit secara drastis. Namun, pemakaian air beras secara rutin dapat membantu tampilan kulit terlihat lebih cerah karena kulit menjadi lebih lembap, halus, dan terjaga kesehatannya.
Ketika skin barrier dalam kondisi optimal, permukaan kulit akan memantulkan cahaya secara merata, sehingga wajah terlihat jauh lebih bercahaya. Efek visual inilah yang kerap disalahartikan sebagai proses pemutihan kulit.
Menurut Dr. Hadley King dalam wawancaranya bersama Byrdie, kandungan pati dan antioksidan pada air beras memang bisa membantu menenangkan serta melembapkan kulit. Namun, sampai detik ini, belum ada penelitian klinis berskala besar yang membuktikan bahwa air beras mampu mencerahkan warna kulit secara langsung.
Manfaat Air Beras Lain untuk Kulit

Selain diklaim mampu membuat kulit tampak lebih cerah, merujuk pada Healthline, air beras juga memiliki berbagai manfaat lain bagi kesehatan kulit. Khasiat ini bersumber dari kandungan pati, vitamin, antioksidan, inositol, dan mineral yang tersimpan di dalamnya.
Beberapa manfaat air beras untuk kesehatan kulit antara lain:
- Membantu menjaga kelembapan kulit agar terasa lebih halus dan terhindar dari kekeringan.
- Menenangkan kondisi kulit yang mengalami iritasi ringan, misalnya pasca terpapar sinar matahari atau gesekan.
- Membantu memperkuat pelindung kulit (skin barrier), sehingga kulit lebih maksimal dalam menahan kelembapan alaminya.
- Memberikan proteksi terhadap radikal bebas berkat kandungan antioksidannya yang efektif mengurangi stres oksidatif pada kulit.
- Memperbaiki tekstur kulit sehingga wajah terasa lebih lembut serta tampak sehat berseri.
Siapa yang Sebaiknya Berhati-hati Menggunakan Air Beras?

Walaupun berasal dari bahan alami, air beras tetap berpotensi memicu iritasi atau reaksi alergi pada individu tertentu, terutama bagi pemilik kulit sensitif, pengidap eksim, atau mereka yang memiliki riwayat alergi bahan tertentu. Karena itu, sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah, lakukanlah patch test dengan mengoleskan sedikit air beras pada area kulit tersembunyi seperti belakang telinga atau bagian dalam lengan.
Apabila dalam 24 jam tidak muncul gejala seperti gatal, kemerahan, atau iritasi, barulah Anda bisa mencobanya pada wajah. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa bahan alami pun tetap berisiko menyebabkan dermatitis kontak pada sebagian orang, sehingga melakukan uji tempel sangat disarankan sebelum penggunaan secara rutin.
Cara Menggunakan Air Beras dengan Aman

Agar manfaat air beras dapat dirasakan secara maksimal sekaligus meminimalisir risiko iritasi atau kontaminasi bakteri, penggunaannya harus dilakukan dengan prosedur yang tepat. Berikut adalah cara aman menggunakan air beras:
- Gunakan beras yang sudah dibersihkan, kemudian rendam selama kurang lebih 30 menit sebelum menyaring airnya.
- Aplikasikan sebagai toner atau air bilasan wajah setelah mencuci muka menggunakan kapas atau tangan yang higienis.
- Gunakan sebanyak 2–3 kali dalam seminggu, tidak perlu setiap hari, terutama bagi Anda yang memiliki tipe kulit sensitif.
- Simpanlah air beras di dalam wadah tertutup di dalam lemari pendingin untuk menjaga kualitasnya.
- Gunakan dalam jangka waktu 3–5 hari, dan segera buang jika air sudah berubah warna, berlendir, atau mengeluarkan aroma asam yang tajam.
- Selalu lakukan patch test terlebih dahulu, khususnya jika baru pertama kali mencoba, guna memastikan keamanan kulit Anda.
Menurut Healthline yang telah ditinjau secara medis oleh Dr. Cynthia Cobb, DNP, APRN, air beras sebaiknya disimpan di kulkas dan tidak dipakai dalam waktu terlalu lama guna menjaga kualitas serta menekan risiko kontaminasi.
__
Ingin menjadi bagian dari komunitas di mana Anda bisa mengikuti berbagai acara menarik, baik secara daring maupun luring? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki wadah khusus bagi Anda yang masih berstatus mahasiswa atau mahasiswi. Mari bergabung ke komunitas. Caranya DAFTAR DI SINI!
