Matcha dan green tea kerap dianggap sebagai minuman serupa karena memiliki warna hijau yang identik serta berasal dari jenis tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Banyak orang juga keliru menganggap bahwa matcha hanyalah green tea yang digiling menjadi bentuk bubuk.
Padahal, meskipun bersumber dari tanaman yang sama, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda mulai dari metode budidaya, teknik pengolahan, profil nutrisi, hingga cita rasanya. Memahami perbedaan ini dapat memudahkanmu dalam memilih minuman yang paling pas dengan kebutuhan serta preferensi lidahmu.
Lantas, apa saja yang membedakan matcha dan green tea?
Proses Budidaya dan Pengolahan

Berdasarkan informasi dari Japanese Tea Association, perbedaan mendasar antara matcha dan green tea sudah dimulai sejak tahap penanaman. Tanaman yang diproyeksikan menjadi matcha biasanya ditutup dengan peneduh selama kurang lebih 20–30 hari sebelum dipanen. Langkah ini dilakukan untuk memicu produksi klorofil serta asam amino L-theanine secara maksimal, sehingga dedaunannya tampak lebih hijau pekat dan memiliki profil rasa umami yang kuat. Setelah dikeringkan, daun tersebut akan digiling hingga menjadi bubuk yang sangat halus.
Di sisi lain, green tea pada umumnya dibudidayakan langsung di bawah paparan sinar matahari tanpa perlindungan khusus sebelum masa panen. Pasca dipetik, daun teh langsung dikeringkan atau dikukus, kemudian dipasarkan dalam wujud daun utuh maupun kantong teh celup.
Cara Mengonsumsi

Merujuk pada Harvard T.H. Chan School of Public Health, perbedaan lainnya terletak pada metode penyajiannya. Saat mengonsumsi matcha, seluruh bagian bubuk teh ikut tertelan karena dilarutkan dalam air. Sebaliknya, pada green tea, hanya sari teh yang diminum setelah diseduh, sementara ampas daunnya disisihkan.
Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, matcha secara umum menawarkan konsentrasi senyawa bioaktif yang jauh lebih tinggi per sajian dibandingkan dengan green tea.
Kandungan Nutrisi dan Manfaat

National Institutes of Health menyatakan bahwa baik matcha maupun green tea sama-sama kaya akan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yakni antioksidan yang berperan krusial dalam menjaga sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Akan tetapi, karena dikonsumsi secara utuh, matcha biasanya memiliki kadar antioksidan, L-theanine (yang mendukung fokus dan relaksasi), serta kafein (untuk dorongan energi) yang lebih tinggi ketimbang green tea.
Walau begitu, total kandungan nutrisi tersebut bisa saja bervariasi bergantung pada kualitas bahan baku, prosedur pengolahan, serta cara penyeduhannya.
Rasa dan Warna

Japanese Tea Association menjelaskan bahwa matcha memiliki tampilan hijau terang dengan cita rasa yang lebih intens, creamy, sedikit manis alami, dan gurih. Sebaliknya, green tea sering kali berwarna hijau kekuningan dengan profil rasa yang cenderung ringan, menyegarkan, serta sesekali terasa agak pahit atau sepat tergantung pada varietasnya. Perbedaan sensasi rasa ini dipengaruhi secara signifikan oleh proses budidaya serta tingginya kadar L-theanine pada daun matcha.
Itulah perbedaan antara matcha dan green tea. Jadi, mana yang menjadi favoritmu?
__
Ingin menjadi bagian dari komunitas di mana kamu bisa mengikuti beragam acara daring maupun luring yang menarik? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik bagi perempuan maupun laki-laki, dan kami juga menyediakan wadah khusus bagi kamu yang masih menempuh pendidikan tinggi. Ayo, bergabunglah dengan komunitas kami. Caranya DAFTAR DI SINI!
