Home » Psikolog Ungkap Kalimat Berkelas untuk Mengakhiri Percakapan

Psikolog Ungkap Kalimat Berkelas untuk Mengakhiri Percakapan

Terdapat berbagai cara untuk meninggalkan kesan positif bagi orang lain. Hal ini mencakup penampilan, pembawaan diri, hingga pilihan diksi saat berkomunikasi, termasuk momen ketika hendak menyudahi sebuah percakapan.

Cara kita mengucapkan “selamat tinggal” saat obrolan usai kerap dianggap sebagai hal remeh. Namun, bagi individu high class, hal tersebut tidak demikian. Menurut para Psikolog, mereka menggunakan kalimat khusus saat hendak beranjak dari sebuah acara atau mengakhiri pembicaraan. Strategi ini membantu mereka tampil lebih elegan dan meninggalkan kesan yang membekas.

Dikutip dari Parade, mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kalimat yang Diucapkan Orang High Class saat Mengakhiri Percakapan Menurut Psikolog

Salah satu kalimat andalan orang high class saat mengakhiri obrolan adalah

Bagi psikolog Dr. Cynthia Shaw, PsyD, penutup sebuah interaksi sangat krusial karena menjadi bagian yang paling diingat dari suatu pengalaman. Manusia cenderung memiliki daya ingat lebih kuat terhadap akhir percakapan dibanding bagian pembukanya. Para ahli menyebutkan bahwa individu berkelas memanfaatkan ucapan perpisahan mereka secara optimal dan sangat selektif dalam memilih kata.

Salah satu kalimat andalan yang sering digunakan orang high class saat menyudahi obrolan adalah “Senang sekali bisa bertemu denganmu”.

“Kalimat tersebut mencerminkan sikap ramah dan terbuka tanpa kesan menuntut,” jelas Dr. Noëlle Santorelli, PhD.

Selain itu, mereka juga kerap melontarkan kalimat alternatif yang tak kalah impresif, yakni “Sangat menyenangkan bisa mengobrol denganmu hari ini”.

Hal yang Tidak Akan Dilakukan Orang High Class saat Mengakhiri Percakapan

Ada pula beberapa hal yang dihindari oleh orang-orang berkelas di akhir percakapan, yaitu terlalu mementingkan diri sendiri dan menghindari kontak mata.

Memilih diksi dengan cermat hanyalah satu aspek dalam berpamitan dengan elegan. Terdapat pula beberapa perilaku yang dihindari oleh mereka yang berkelas saat mengakhiri percakapan. Berikut dua di antaranya:

1. Terlalu berpusat pada diri sendiri

Pakar etiket Jamila Musayeva menuturkan kepada Parade, “Mulai dari berbicara dengan intonasi yang terlalu keras hingga mendominasi pembicaraan, upaya berlebihan untuk mencari perhatian justru sering kali memberikan dampak yang kontradiktif bagi seseorang yang ingin tampil berkelas.”

Itulah sebabnya orang high class tidak haus akan atensi dalam berinteraksi, termasuk saat momen penutup percakapan.

“Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk menjadi pendengar yang aktif dan memberikan tanggapan yang bermakna, membiarkan kualitas diri mereka yang berbicara,” terang Musayeva.

2. Menghindari kontak mata

Isyarat nonverbal memiliki bobot yang sama pentingnya dengan tutur kata. Menurut pakar etiket Jenny Dreizen, interaksi yang berkualitas harus diiringi dengan kontak mata yang menunjukkan rasa hormat.

“Menjaga kontak mata yang lembut namun tetap stabil memberi sinyal bahwa Anda benar-benar terlibat dalam pembicaraan,” ujarnya. “Lawan bicara akan merasa dihargai dan didengarkan, serta tidak merasa diabaikan seolah Anda lebih memedulikan hal lain di sekitar Anda.”

Artikel menarik Lainnya