Menyampaikan rasa terima kasih usai menerima bantuan atau pujian dari orang lain merupakan etika dasar dalam bersosialisasi. Sayangnya, tidak semua individu terbiasa atau konsisten mempraktikkan hal tersebut.
Terkadang, Anda mungkin menjumpai seseorang yang kurang memahami cara berterima kasih dengan tulus, serta lebih sering mengungkit bantuan yang pernah mereka berikan kepada orang lain seolah-olah itu adalah sebuah kewajiban yang harus dibalas.
Dikutip dari laman Your Tango, mereka yang tidak tahu berterima kasih sering kali merasa memiliki hak istimewa. Baik dalam lingkup asmara, pekerjaan, hingga perjumpaan singkat, mereka cenderung mengabaikan empati dan upaya yang dikerahkan orang lain dengan asumsi bahwa diri mereka “berharga” hanya karena keberadaan atau nilai yang mereka klaim sendiri.
Selain itu, berikut merupakan beberapa ungkapan yang kerap dilontarkan oleh orang yang kurang tahu berterima kasih.
1. ‘Kamu bersikap tidak adil’

Banyak individu yang kurang tahu berterima kasih berusaha menghindari perasaan tidak nyaman seperti rasa bersalah dengan melemparkan tanggung jawab atau kesalahan kepada orang-orang di sekitar mereka.
Dengan terus memosisikan diri sebagai korban dan menyalahkan pihak lain, mereka mampu memanipulasi orang lain agar mengabaikan batasan pribadi demi kepentingan mereka.
Walaupun tindakan ini mungkin dianggap “tidak adil” oleh mereka yang memiliki ekspektasi berlebihan terhadap orang lain, mereka yang mampu mempertahankan batasan diri tetap dapat menjaga energi mereka dalam setiap interaksi maupun hubungan.
2. ‘Kamu berutang padaku’

Penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa orang yang kurang tahu berterima kasih cenderung lebih fokus pada kekurangan dalam hidup mereka daripada mensyukuri apa yang sudah dimiliki.
Entah itu hubungan yang suportif, dukungan moral, maupun kemapanan finansial. Ketidakpuasan yang kronis ini dapat memicu dinamika hubungan yang tidak sehat, di mana sosok yang tidak tahu berterima kasih selalu menuntut standar yang tidak realistis dari orang lain.
Dengan mengabaikan pentingnya berempati, berterima kasih, dan menunjukkan apresiasi, mereka juga kehilangan kesempatan untuk mempererat ikatan, termasuk membangun kepercayaan serta loyalitas yang tulus tanpa adanya tuntutan yang menekan.
3. ‘Aku tidak meminta kamu melakukannya untukku’

Individu yang benar-benar tidak tahu berterima kasih biasanya akan melontarkan pernyataan seperti, “Aku tidak pernah memintamu membantuku” atau “Aku bisa menyelesaikannya sendiri”.
Mereka menggunakan kalimat tersebut karena sadar bahwa mereka tidak akan pernah secara eksplisit “meminta” orang lain untuk melakukan sesuatu bagi mereka, sehingga mereka merasa tidak perlu memberikan apresiasi apa pun.
