Home » Naura Ayu Bicara Blak-blakan soal Ambisi dan Mimpi Besarnya

Naura Ayu Bicara Blak-blakan soal Ambisi dan Mimpi Besarnya

Tentu kita sepakat bahwa setiap individu memiliki hak untuk bermimpi dan memiliki cita-cita setinggi langit, bukan? Ya, semua orang berhak mewujudkan apa yang mereka impikan.

Namun di sisi lain, mungkin Anda pernah mendengar opini bahwa perempuan sebaiknya tidak bermimpi terlalu tinggi. Konon, mimpi besar perempuan dianggap bisa membuat pria merasa rendah diri. Standar ganda masih sangat kental; perempuan yang ambisius sering dicap “bossy” atau agresif, sedangkan pria dengan ambisi yang sama justru dipandang sebagai sosok visioner atau sukses.

Padahal, impian dan ambisi tidak mengenal batasan gender. Setiap orang berhak memiliki tujuan, bertumbuh, dan meraih versi terbaik dari dirinya sendiri. Memiliki mimpi besar bukanlah hal yang harus disembunyikan. Seorang perempuan tetap bisa menjadi pribadi yang hangat, penuh perhatian, dan empatik sembari terus mengejar cita-citanya.

Kali ini, kami mengajak penyanyi Naura Ayu untuk berdiskusi mengenai topik perempuan dan mimpinya dalam sesi interview Queen of the Month. Mari simak sudut pandang inspiratif dari Naura Ayu berikut ini.

Naura Ayu: Mimpi Itu Gratis

Queen of the Month: Naura Ayu

Saat ini banyak perempuan yang memiliki mimpi besar dan ingin meraih berbagai pencapaian. Namun, di sisi lain masih ada anggapan bahwa perempuan tidak seharusnya bermimpi terlalu tinggi. Menurut Naura sendiri, mengapa perempuan tidak perlu merasa takut untuk memiliki impian besar dan menentukan jalannya sendiri?

Naura: Bagi aku, jangan pernah merasa bahwa mimpi kalian memiliki batasan, baik itu bagi perempuan maupun pria. Tidak boleh ada orang yang membatasi impian kalian.

Mimpi itu gratis dan tidak ada limitnya. Selama kalian masih diberi waktu di dunia ini, masih bisa terbangun dan memulai hari, itu artinya kalian selalu punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan mengejar mimpi tersebut.

Mimpi memang berkaitan dengan harapan dan keinginan. Namun, terkadang realitas tidak selalu sejalan. Jadi, aku sendiri masih terus belajar bagaimana caranya untuk bermimpi dengan bebas sesuai keinginanku.

Di sisi lain, aku tidak ingin merasa kecewa dengan kenyataan hidup seandainya mimpi itu tidak tercapai. Oleh karena itu, bermimpi besarlah, bersiaplah menghadapi hal yang tidak terduga, dan cari cara untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Langkah-langkah kecil yang bisa kamu lakukan untuk dirimu sendiri adalah bagian dari perjuangan mengejar mimpi.

Jadi, tetaplah konsisten, berkomitmen, dan jalani saja. Karena rezeki tidak akan tertukar, dan aku percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita.

Apakah ada momen dalam kehidupan nyata yang membuat Naura harus memilih antara “ingin menjadi diri sendiri” dengan ekspektasi orang lain atau tuntutan pekerjaan? Bagaimana cara Naura berdamai dengan situasi tersebut?

Naura: Aku baru benar-benar merasakannya beberapa waktu lalu. Rasanya seperti, “kenapa semangat kerjaku menghilang?”. Aku sempat berpikir, bagaimana bisa aku merasa jenuh dengan karierku sendiri? Aku bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengambil waktu rehat demi kehidupan pribadiku yang saat itu sedang sangat tenang. Tapi di saat yang sama, aku juga merindukan pekerjaanku.

Aku sadar bahwa untuk sampai di titik ini, banyak sekali hal yang sudah aku lalui. Banyak upaya yang aku kerjakan sejak kecil, dan rasanya sayang jika harus berhenti hanya karena kehilangan motivasi. Kehilangan semangat dalam bekerja itu memang perasaan yang tidak menyenangkan. Aku menyadari bahwa perasaan itu mungkin muncul karena aku terlalu fokus pada tuntutan orang lain daripada apa yang sebenarnya ingin aku lakukan.

Menurutku, keseimbangan antara apa yang kita sukai dengan realitas atau tuntutan orang lain harus dijaga, jangan sampai berat sebelah. Terutama karena pekerjaanku menuntut kolaborasi dengan banyak orang.

Jadi, saat merasa jenuh, aku akan mengingat mimpi-mimpiku agar bisa bangkit dan termotivasi kembali. Aku tidak ingin kehilangan jati diri hanya karena kelelahan dengan pekerjaan yang selama ini aku perjuangkan. Aku akan mengambil waktu untuk menenangkan diri, setelah itu aku bisa fokus kembali.

Pesan Naura untuk Perempuan yang Sedang Mengejar Mimpi

Queen of the Month: Naura Ayu

Menurut Naura, apa cahaya yang harus terus dijaga di dalam diri, terutama saat fase kehidupan tidak berjalan sesuai harapan?

Naura: Bagiku, cahaya yang selalu aku bawa ke mana pun adalah doa dari orang tuaku. Karena aku bisa mendapatkan rezeki dan menjalani jalan hidup ini semua berkat restu mereka.

Jadi, apa pun kesulitan yang aku hadapi, aku yakin bisa melewatinya. Yang terpenting, orang tuaku memahamiku sepenuhnya. Mereka terus melindungiku, mendoakanku, dan senantiasa menginginkan yang terbaik untukku.

Apa pesan Naura bagi para perempuan yang mungkin masih ragu mengejar impiannya karena takut dihakimi?

Naura: Menurutku, jika kalian masih merasa terbatasi untuk mengejar apa yang diinginkan, kalian harus menolak energi negatif tersebut, karena mimpi itu tidak ada batasnya. Tidak perlu terlalu memikirkan perkataan orang lain, karena itu tidak akan pernah ada habisnya.

Fokuslah pada diri sendiri, fokus pada tujuanmu, fokus pada orang-orang tersayang, dan mintalah restu orang tua. Selama niat kalian baik, tujuannya baik, dan tindakan yang dilakukan juga baik, Insya Allah akan ada hasilnya, meski mungkin tidak instan. Teruslah percaya pada rencana Tuhan.

Artikel menarik Lainnya