Terlepas dari sudah berapa lama kita tidak berjumpa dengan seseorang, salah satu pertanyaan yang paling lazim dilontarkan adalah “Apa kabar?”. Kebanyakan orang cenderung merespons dengan kalimat “Baik, bagaimana denganmu?” untuk pertanyaan tersebut.
Namun rupanya, menurut pandangan pakar etiket, kalangan high class memiliki pilihan kalimat khusus saat menjawab pertanyaan “Apa kabar?”. Menurut para ahli, respons dari golongan high class ini terasa jauh lebih istimewa jika dibandingkan dengan tanggapan standar yang biasa kita gunakan sehari-hari.
Nah, jika Anda ingin memberikan kesan yang lebih elegan dan berkelas, entah saat bertemu dengan petinggi perusahaan, berkenalan dengan rekan kerja yang baru, atau dalam sesi networking, Anda bisa mencoba menggunakan kalimat berikut ini.
Kalimat yang Diucapkan Orang High Class saat Menjawab Pertanyaan ‘Apa Kabar?’ Menurut Pakar Etiket

Pakar etiket Jo Hayes menuturkan bahwa orang high class lebih memilih menggunakan kata “well” dibandingkan “good” saat merespons pertanyaan “Apa kabar?”. Tidak hanya itu, Hayes juga menyarankan untuk menambahkan kata “exceedingly” yang berarti sangat atau luar biasa.
“Saya pribadi senang menyisipkan kata ‘exceedingly‘, karena kata tersebut sangat deskriptif dalam menggambarkan kondisi kesehatan serta kesejahteraan seseorang,” jelas Hayes kepada Parade. “Jadi, katakanlah: ‘I’m doing exceedingly well, thank you‘ (Kabar saya sangat baik, terima kasih).”
“Fakta bahwa ungkapan tersebut terdengar lebih anggun merupakan poin tambah tersendiri,” imbuhnya.
3 Kalimat yang Sering Digunakan Orang High Class di Berbagai Situasi

Para ahli juga telah membagikan sejumlah kalimat andalan yang sering digunakan orang high class dalam berbagai situasi. Berikut adalah beberapa contohnya:
Untuk meredam konflik (“Bantu saya memahami apa yang mungkin saya lewatkan/tidak mengerti”)
Menurut pakar etiket Heidi Dulebohn, kalimat ini menunjukkan keinginan orang high class untuk mengetahui hal-hal yang mungkin belum mereka pahami sebelumnya. Pernyataan ini sekaligus mencerminkan sikap rendah hati.
Sebagai pembuka percakapan (“Apa hal yang belakangan ini membuatmu bersemangat/senang?”)
Alih-alih sekadar menanyakan kabar atau fokus pada pekerjaan maupun kehidupan keluarga lawan bicara, pertanyaan kreatif ini lebih mampu menyentuh sisi personal individu serta hal-hal yang benar-benar memotivasi mereka.
“Pertanyaan ini menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang tepat untuk diajak berbagi kebahagiaan,” ujar pakar etiket Jenny Dreizen.
Untuk mengusulkan gagasan baru (“Bagaimana jika kita menanganinya dengan cara ini saja?”)
Dr. Gayle MacBride, PhD, LP dari Veritas Psychology Partners, menyebutkan bahwa kalimat ini mencerminkan pola pikir tingkat tinggi dari orang high class.
“Mereka adalah individu yang tidak sekadar menyarankan pembelian barang baru, melainkan mampu menemukan cara kreatif untuk mengoptimalkan apa yang sudah ada dengan pendekatan yang segar,” jelasnya.
