Selama ini, kucing mungkin lebih dikenal sebagai peliharaan yang gemar tidur, bermain, serta sesekali melakukan tindakan yang membuat pemiliknya kebingungan. Namun, di balik parasnya yang lucu dan rutinitasnya yang tampak biasa, kucing sebenarnya memiliki kemampuan fisik serta perilaku yang sangat istimewa.
Beberapa di antaranya berkaitan erat dengan insting berburu, metode komunikasi, hingga cara mereka mengenali area di sekitarnya. Lantas, apa saja hal menarik mengenai kucing yang mungkin belum pernah Anda sadari?
1. Kucing Bisa Mendengar Suara yang Tidak Bisa Didengar Manusia

Indra pendengaran kucing jauh lebih tajam daripada manusia. Mereka mampu menangkap frekuensi suara yang sangat tinggi, bahkan termasuk gelombang ultrasonik yang sama sekali tidak terdengar oleh telinga manusia.
Berdasarkan informasi dari VCA Animal Hospitals, kemampuan ini sangat krusial bagi kucing sebagai predator karena membantu mereka melacak keberadaan hewan kecil seperti tikus. Jadi, jangan heran jika kucing Anda tiba-tiba menoleh atau mengejar sesuatu yang tampak tidak ada apa-apanya bagi kita.
2. Sidik Hidung Kucing Unik

Setiap kucing mempunyai pola lekukan dan tonjolan pada permukaan hidungnya yang khas. Karena keunikannya, pola tersebut sering kali disamakan dengan sidik jari pada manusia.
Tekstur hidung ini terbentuk secara alami dan berbeda pada tiap individu kucing. Meskipun sangat menarik, sidik hidung belum menjadi standar identifikasi resmi untuk hewan peliharaan seperti halnya penggunaan microchip.
3. Kucing Tidak Bisa Merasakan Rasa Manis

Pernah melihat kucing tampak tertarik dengan makanan manis? Padahal, pada kenyataannya, kucing tidak mampu mengecap rasa manis seperti halnya manusia. Hal ini disebabkan oleh ketiadaan reseptor perasa manis yang berfungsi secara normal pada lidah mereka.
Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS Genetics, kucing mengalami mutasi genetik yang berpengaruh pada kemampuan mendeteksi rasa manis. Hal ini berkaitan dengan pola makan alami kucing yang merupakan karnivora murni.
Jadi, jika kucing terlihat menyukai camilan yang mengandung gula, itu bukan karena mereka menikmati rasa manisnya seperti yang kita rasakan.
4. Kumis Kucing Bukan Sekadar Rambut

Kumis kucing atau whiskers sebenarnya adalah rambut sensorik khusus yang dikenal dengan sebutan vibrissae. Rambut ini memiliki akar yang sangat peka terhadap perubahan di lingkungan sekitar kucing.
Kumis berfungsi membantu kucing mendeteksi objek di dekat wajah, merasakan perubahan aliran udara, serta mengukur apakah tubuh mereka bisa muat melewati celah tertentu. Karena sangat sensitif, kumis kucing tidak boleh dipotong sembarangan.
5. Berjalan Hampir Tanpa Suara

Kucing memiliki kemampuan untuk melangkah dengan sangat sunyi, terlebih saat mereka sedang mengintai buruan. Salah satu faktor utamanya adalah bantalan empuk pada telapak kaki mereka yang efektif meredam suara benturan saat berjalan.
Kemampuan ini menjadi keunggulan besar bagi kucing sebagai predator. Dengan pergerakan yang halus dan nyaris tanpa bunyi, mereka dapat mendekati mangsa tanpa mudah disadari.
6. Kucing Seolah-Solah “Pura-Pura Tuli”

Pernahkah Anda memanggil nama kucing berulang kali, tetapi ia hanya menoleh sekilas atau bahkan bergeming? Ini bukan berarti kucing tidak mendengar. Kucing memiliki pendengaran yang tajam, namun mereka tidak selalu merasa perlu memberikan respons saat dipanggil.
Penelitian dalam jurnal Animal Cognition membuktikan bahwa kucing mampu membedakan suara pemiliknya dengan suara orang lain. Namun, tanggapan mereka biasanya cukup halus, seperti menggerakkan telinga, kepala, atau ekor, alih-alih langsung mendatangi sumber suara.
Jadi, istilah “pura-pura tuli” hanyalah gambaran perilaku kucing yang sebenarnya mendengar panggilan Anda, namun memilih untuk tidak memberikan reaksi yang nyata.
7. Kucing Tidur Belasan Jam Per Hari

Tidur dalam durasi panjang adalah rutinitas utama kucing dan hal ini sangat wajar bagi mereka. Kucing dewasa umumnya menghabiskan waktu sekitar 12–16 jam per hari untuk beristirahat, meskipun durasinya bisa bervariasi tergantung usia, kesehatan, tingkat aktivitas, serta lingkungannya.
Menurut Cornell Feline Health Center, pola tidur kucing memang menyesuaikan insting predatornya. Mereka bisa sangat aktif pada jam-jam tertentu, terutama saat fajar dan senja, sehingga tidur di siang atau malam hari adalah hal yang normal.
8. Kucing Menghabiskan Banyak Waktu untuk Merawat Tubuh

Kucing dikenal sebagai hewan yang sangat menjaga kebersihan diri. Mereka menggunakan lidah kasarnya untuk menjilati bulu, membuang kotoran, merapikan rambut, sekaligus menjaga kesehatan bulunya.
Aktivitas grooming ini juga berfungsi menyebarkan minyak alami ke seluruh kulit dan bulu. Namun, jika kucing melakukan grooming secara berlebihan hingga menyebabkan bulu rontok atau luka, hal itu bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang perlu diwaspadai.
__
Ingin menjadi bagian dari komunitas di mana Anda bisa mengikuti berbagai acara menarik secara daring maupun luring? Komunitas ini terbuka untuk siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga menyediakan wadah khusus bagi Anda yang masih berstatus mahasiswa atau mahasiswi. Ayo, segera bergabung dengan komunitas kami. Caranya DAFTAR DI SINI!
