Home » Permainan Asah Otak yang Terbukti Efektif Sejak Dulu

Permainan Asah Otak yang Terbukti Efektif Sejak Dulu

Skincapedia.com – Stigma yang menyebut bahwa bermain game hanyalah aktivitas membuang waktu bagi mereka yang tidak produktif perlahan mulai memudar. Faktanya, di balik layar ponsel atau papan Permainan, otak kita justru sedang diajak berolahraga secara intensif untuk menjaga ketajaman fungsinya seiring bertambahnya usia.

Menantang pikiran melalui berbagai jenis permainan terbukti menjadi salah satu metode preventif yang efektif untuk menjaga kesehatan kognitif dalam jangka panjang. Berdasarkan laporan yang disadur dari BBC, aktivitas bermain secara konsisten dapat memengaruhi mekanisme otak dalam memproses daya ingat, melatih fokus, hingga mengasah kemampuan penalaran logis.

Lantas, permainan apa saja yang direkomendasikan oleh para pakar untuk menjaga kesehatan otak agar tetap prima? Berikut adalah empat jenis permainan yang dirangkum dari Everyday Health untuk membantu Anda tetap tajam setiap hari.

1. Sudoku

Sudoku bukan sekadar permainan angka yang membosankan. David Perlmutter, MD, FACN., seorang ahli saraf sekaligus penulis buku Brain Defenders, menjelaskan bahwa permainan ini menuntut kerja keras logika, memori kerja, serta kemampuan pemecahan masalah yang kompleks.

Sebuah studi pada tahun 2020 menunjukkan bahwa saat kita bermain Sudoku, bagian korteks prefrontal pada otak akan aktif secara signifikan. Area ini merupakan pusat kendali yang bertanggung jawab atas perhatian dan penyimpanan memori kerja. Selain itu, permainan ini juga dinilai bermanfaat sebagai terapi pendukung bagi individu dengan gangguan neuropsikiatri yang memengaruhi fungsi kognitif mereka.

2. Teka-Teki Silang (TTS) dan Permainan Kata

Hampir setiap generasi mengenal teka-teki silang. Selain menjadi teman setia saat waktu luang, permainan ini ternyata memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Dokter spesialis geriatri, Angela Hsu, MD., menekankan bahwa teka-teki silang mampu memicu cara berpikir yang unik sekaligus mempererat ikatan sosial ketika dimainkan bersama keluarga atau teman.

Menariknya, sebuah publikasi dalam International Journal of Clinical Trial (2025) mengungkapkan bahwa rutinitas mengisi teka-teki silang dapat menjadi dukungan kognitif yang berarti bagi mereka yang memiliki risiko terkena Alzheimer. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk menjaga otak tetap aktif dan terhubung.

3. Permainan Strategi Papan: Catur

Sering kali, pemain catur dianggap sebagai sosok yang memiliki kemampuan perencanaan luar biasa. Anggapan ini bukan sekadar mitos. Permainan papan klasik seperti catur atau backgammon memaksa pemain untuk mengantisipasi beberapa langkah ke depan, melatih fokus, sekaligus menuntut ketenangan emosional.

Perlmutter menambahkan, permainan jenis ini mengajarkan pemain tentang konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil. Dengan terus melatih otak untuk berpikir visioner, pemain secara tidak langsung sedang menjaga stabilitas mental dan ketajaman kognitif mereka dari waktu ke waktu.

4. Puzzle (Teka-Teki Gambar)

Menyusun kepingan gambar menjadi satu kesatuan utuh dalam permainan puzzle membutuhkan kombinasi keterampilan yang luar biasa. Aktivitas ini melibatkan kemampuan spasial, perhatian yang berkelanjutan, dan kesabaran tingkat tinggi.

Ketiga elemen tersebut adalah keterampilan kognitif yang cenderung mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Dengan rutin menyusun puzzle, Anda tidak hanya sedang menghabiskan waktu dengan cara yang menyenangkan, tetapi juga sedang melakukan investasi kesehatan bagi otak Anda agar tetap tangguh dan responsif.

Ternyata, menjaga kesehatan otak tidak harus selalu melalui kegiatan yang berat dan menegangkan. Dengan memilih permainan yang tepat, Anda bisa tetap menjaga fungsi kognitif dengan cara yang ringan, menghibur, dan tentu saja sangat bermanfaat. Dari keempat daftar di atas, manakah yang menjadi permainan favorit Anda untuk mengisi waktu luang?

Artikel menarik Lainnya