Skincapedia.com – Bayangkan Anda sedang ingin menikmati es krim dari kulkas saat tengah malam. Namun, saat pintu dibuka, Anda justru harus meraba-raba karena area freezer yang gelap gulita, sementara bagian pendingin di bawahnya terang benderang.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa produsen tidak sekalian memasang lampu di sana? Ternyata, ini bukan karena mereka lupa, melainkan hasil perhitungan matang mengenai biaya dan kebutuhan kita sebagai pengguna.
Manfaat yang Tidak Sebanding dengan Biaya

Baca juga: Karakteristik Individu Bermental Tenang dan Stabil
Melansir dari Reader’s Digest, Robert Frank, seorang profesor ekonomi dari Cornell University, menyebut hal ini berkaitan dengan prinsip cost-benefit. Secara teknis, biaya memasang lampu otomatis di freezer memang hampir sama dengan di pendingin biasa.
Namun, manfaat yang dirasakan oleh rata-rata konsumen dianggap tidak sebanding dengan biaya produksinya. Secara umum, orang lebih sering membuka pintu pendingin dibandingkan pintu freezer.
Di bagian pendingin, kita cenderung menghabiskan waktu lebih lama untuk melihat-lihat pilihan makanan, mulai dari sayur hingga minuman. Sebaliknya, isi freezer biasanya lebih sedikit sehingga kita tidak butuh waktu lama untuk menemukannya.
Selain itu, faktor lingkungan dapur juga berpengaruh. Makanan yang diambil dari freezer biasanya masih perlu dimasak terlebih dahulu. Artinya, kemungkinan besar lampu dapur sudah dalam posisi menyala saat Anda membukanya.
Hal ini membuat keberadaan lampu tambahan di dalam freezer menjadi fitur yang kurang mendesak bagi kebanyakan orang.
Menjaga Harga Tetap Terjangkau

Mengutip dari Mashed, seorang teknisi kulkas bernama Ed Dougherty menjelaskan bahwa produsen memilih meniadakan fitur ini demi menjaga harga tetap kompetitif di pasaran. Karena manfaatnya dianggap minim bagi rata-rata orang, penghematan biaya produksi menjadi prioritas utama produsen.
Meski begitu, bukan berarti freezer berlampu tidak ada sama sekali. Kulkas mewah seperti Sub-Zero Pro 48 tetap menyediakan lampu di seluruh kompartemennya. Namun, kemewahan ini sebanding dengan harganya yang mencapai sekitar 1.6950 USD atau sekitar Rp280 jutaan.
Itulah alasan mengapa freezer di rumah kita biasanya tidak ada lampunya. Apakah menurut Anda fitur lampu di freezer itu penting, atau lampu dapur saja sudah cukup?
