Skincapedia.com – Pernahkah Anda memperhatikan saat berbelanja di supermarket, produk seperti susu dan telur selalu berada di bagian paling belakang?
Tata letak ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara acak. Ada alasan strategis di baliknya, salah satunya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sistem pendingin ruangan yang memakan biaya operasional cukup besar.
Menurut sumber dari Reader’s Digest, penempatan produk-produk yang membutuhkan suhu dingin seperti susu, telur, dan daging di bagian belakang atau pinggir rak bertujuan agar penggunaan energi pendingin menjadi lebih efisien.
Namun, alasan supermarket menempatkan susu dan telur di bagian paling belakang tidak berhenti di situ. Ada beberapa pertimbangan lain yang patut diketahui.
1. Menahan Udara Dingin
Salah satu fungsi utama menempatkan produk-produk ini di bagian belakang adalah untuk membantu menjaga suhu dingin agar tetap terkonsentrasi di area tersebut. Meskipun ada anggapan bahwa suhu dingin ekstrem dapat membuat pelanggan ingin segera keluar dari supermarket, penelitian menunjukkan hal sebaliknya.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the Association for Consumer Research mengungkapkan bahwa kondisi dingin justru dapat memicu konsumen untuk membuat keputusan pembelian yang lebih impulsif, didorong oleh emosi mereka.
Dengan demikian, penempatan susu dan telur di belakang bukan sekadar untuk menjaga kesegaran produk, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pemasaran untuk mengarahkan perhatian pelanggan pada produk-produk lain yang mungkin menarik minat mereka saat berjalan menuju rak tersebut.
2. Hemat Energi

Baca juga: Jadwal Acara MMAJ Jakarta 2026: Hadir Bintang Tamu Jepang dan Pemutaran Film Spesial
Pengeluaran untuk listrik, terutama untuk unit pendingin ruangan di supermarket, merupakan komponen biaya operasional yang signifikan. Dengan menempatkan produk-produk seperti susu, telur, dan daging di area belakang, supermarket dapat menekan biaya listrik dan mencapai efisiensi energi.
Suhu dingin di bagian belakang supermarket lebih mudah dipertahankan kestabilannya dibandingkan dengan area depan atau tengah. Inilah sebabnya mengapa banyak supermarket memilih menempatkan unit pendingin mereka di lokasi-lokasi tersebut.
3. Memicu Impulsive Buying

Alasan lain di balik penempatan susu dan telur di bagian belakang adalah untuk mendorong perilaku pembelian impulsif dari para pelanggan. Pelanggan yang membutuhkan kedua item ini harus berjalan melewati berbagai deretan rak produk lain sebelum mencapai tujuan mereka.
Saat menyusuri lorong menuju rak susu dan telur, pelanggan akan dihadapkan pada berbagai macam produk, mulai dari camilan, makanan siap saji, hingga barang-barang lain yang mungkin sedang menawarkan promo menarik. Paparan visual ini berpotensi besar menggoda pelanggan untuk melakukan pembelian di luar daftar belanjaan awal mereka.
4. Memudahkan Logistik

Penempatan susu dan telur di bagian belakang supermarket juga memiliki tujuan praktis terkait logistik. Hal ini memudahkan staf supermarket dalam proses pengisian ulang produk. Mengingat produk dingin seperti susu dan telur cenderung cepat habis dan memerlukan pengecekan stok secara berkala, penempatan di area belakang mempermudah staf dalam menjalankan tugas logistik mereka.
Jadi, berbagai alasan di atas menjelaskan mengapa produk susu dan telur seringkali ditemukan di bagian belakang supermarket. Selain berkontribusi pada efisiensi energi, penempatan strategis ini juga merupakan taktik pemasaran yang dirancang untuk membuat pembeli mempertimbangkan produk-produk lain yang mungkin tidak terlintas dalam daftar belanjaan mereka sebelumnya.
