Home » Berapa Lama Telur Rebus Dapat Disimpan di Kulkas?

Berapa Lama Telur Rebus Dapat Disimpan di Kulkas?

Skincapedia.com – Telur rebus telah lama menjadi favorit banyak orang berkat kepraktisannya dalam pengolahan serta kandungan nutrisinya yang melimpah.

Telur rebus kaya akan protein dan berbagai vitamin esensial. Manfaatnya pun beragam, mulai dari membantu pembentukan massa otot, memberikan rasa kenyang lebih lama, meningkatkan fungsi kognitif otak, hingga berkontribusi dalam program penurunan berat badan.

Bagi sebagian orang, telur rebus menjadi menu sarapan yang sempurna. Namun, tidak jarang pula tersisa beberapa butir telur rebus setelah dihidangkan. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah mengenai berapa lama telur rebus ini aman untuk disimpan di dalam kulkas.

Mari kita telaah lebih lanjut mengenai hal ini.

Berapa Lama Telur Rebus Tahan Disimpan di Kulkas? Ini Penjelasannya

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), telur rebus, baik yang sudah dikupas maupun belum, dapat disimpan dengan aman di lemari es selama kurang lebih satu minggu jika disimpan dengan benar.

Menurut data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), telur rebus, baik yang masih utuh dengan cangkang maupun yang sudah dikupas, memiliki masa simpan yang aman di lemari es selama kurang lebih satu minggu apabila disimpan sesuai dengan prosedur yang tepat.

Jika Anda ragu mengenai berapa lama telur rebus tersebut telah berada di dalam kulkas, Healthline menyarankan untuk melakukan pemeriksaan visual pada cangkangnya. Perhatikan apakah ada tanda-tanda lendir atau tekstur seperti kapur yang muncul. Jika ditemukan, sebaiknya telur tersebut dibuang demi mencegah risiko kesehatan.

Mengonsumsi telur rebus yang sudah tidak segar dapat meningkatkan potensi gangguan pencernaan seperti diare atau muntah. Telur rebus yang telah busuk atau tidak layak konsumsi biasanya akan mengeluarkan aroma yang menyengat dan tidak sedap. Untuk telur yang masih memiliki cangkang, Anda perlu memecahkannya terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya melalui penciuman.

Satu hal lagi yang kerap menimbulkan kekhawatiran adalah munculnya warna hijau keabu-abuan pada bagian kuning telur rebus. Namun, perlu dipahami bahwa warna ini tidak selalu menjadi indikasi bahwa telur tersebut sudah basi.

Baca juga: Ahn Hyo Seop dan Chemistry Aktingnya yang Memukau dengan Rekan Main

Variasi warna kuning telur sangat dipengaruhi oleh durasi dan suhu saat proses perebusan. Jika telur direbus dalam waktu yang terlalu lama, kuning telur cenderung menjadi lebih pucat dan akhirnya berubah warna menjadi hijau keabu-abuan. Meskipun perubahan warna ini mungkin sedikit memengaruhi tekstur dan sensasi saat dimakan, telur rebus dengan kondisi seperti ini tetap aman untuk dikonsumsi.

Cara Menyimpan Telur Rebus yang Benar di Kulkas

Sebaiknya simpan telur di dalam karton atau wadah kedap udara. Letakkan di rak bagian dalam, bukan di pintu kulkas. Alasannya, sering membuka dan menutup lemari es dapat menyebabkan suhu di tempat tersebut berfluktuasi.

Setelah mengetahui durasi aman penyimpanan, memahami cara menyimpan telur rebus yang benar menjadi sama pentingnya.

Saat telur direbus, lapisan pelindung alami yang terdapat pada cangkang akan terkikis. Hal ini membuat telur menjadi lebih rentan terhadap paparan udara luar dan masuknya mikroorganisme berbahaya. Oleh karena itu, proses pendinginan yang cepat sangat krusial untuk mencegah kontaminasi dan pembusukan pada telur rebus.

Menyimpan telur rebus di dalam lemari es berperan dalam memperlambat pertumbuhan bakteri. Bakteri patogen cenderung tumbuh lebih lambat pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Sangat disarankan untuk tidak membiarkan telur rebus berada pada suhu ruangan terlalu lama, dan segera dinginkan dalam kurun waktu maksimal dua jam setelah selesai direbus.

Untuk penyimpanan yang optimal, sebaiknya letakkan telur rebus di dalam wadah tertutup atau karton telur. Tempatkan wadah tersebut di bagian dalam rak kulkas, bukan di pintu. Alasannya, frekuensi membuka dan menutup pintu kulkas dapat menyebabkan fluktuasi suhu yang signifikan pada area tersebut.

Anda mungkin akan mencium adanya aroma gas di dalam kulkas saat menyimpan telur rebus. Fenomena ini disebabkan oleh terbentuknya hidrogen sulfida selama proses perebusan. Namun, hal ini merupakan reaksi yang normal dan tidak membahayakan. Aroma tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa jam, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.

Terakhir, perlu diketahui bahwa membekukan telur rebus tidak disarankan. Proses pembekuan dapat menyebabkan perubahan tekstur pada putih dan kuning telur rebus, membuatnya menjadi keras dan berair, sehingga mengurangi kenikmatan saat disantap.

Demi menjaga kualitas terbaik, sangat disarankan untuk mengupas telur rebus sesaat sebelum akan dikonsumsi atau digunakan dalam masakan. Jika telur sudah terlanjur dikupas, sebaiknya simpan dalam wadah kedap udara yang dialasi tisu basah. Tisu basah berfungsi untuk menjaga kelembapan dan mencegah telur rebus menjadi kering. Sama seperti telur rebus yang masih bercangkang, telur yang sudah dikupas juga tidak boleh dibiarkan di suhu ruangan dalam waktu lama dan harus segera didinginkan.

Artikel menarik Lainnya