Dahulu, sosok yang dianggap berkelas identik dengan mereka yang berasal dari kalangan atas atau tajir melintir. Kini, definisi tersebut telah bergeser. Bukan lagi sekadar perkara materi, individu berkelas adalah mereka yang memiliki rasa percaya diri tinggi tanpa kesan sombong, etika yang santun, tutur kata yang bijak, serta kecerdasan emosional yang matang.
Individu berkelas mampu memikat perhatian di mana pun mereka berada berkat karisma alaminya. Meski begitu, mereka tetap cakap dalam menjaga privasi. Di era ketika banyak orang gemar memamerkan kehidupan pribadi melalui media sosial, mereka justru memilih untuk menyimpan rapat ranah pribadinya.
Dikutip dari Parade, berikut adalah beberapa hal yang cenderung tidak akan diumbar ke publik oleh mereka yang berkelas.
Status Keuangan

Individu berkelas tidak akan pernah mengumbar kondisi finansial mereka di depan publik. Sebisa mungkin, mereka menghindari obrolan yang menyinggung perihal status ekonomi.
“Entah kaya atau kurang mampu, orang berkelas tidak menjadikan kondisi keuangan sebagai bahan pembicaraan dalam pergaulan sosial,” ujar Jodi R. R. Smith, seorang ahli etiket di Mannersmith.
“Bagi mereka, memamerkan kekayaan adalah tindakan yang tidak elok dan jarang menjadi topik obrolan yang berbobot,” tambahnya.
Hubungan dengan Orang Lain

Menurut Smith, orang berkelas tidak akan mengumbar masalah hubungan atau konflik personal. Sebagai contoh, jika mereka baru saja mengalami perpisahan, mereka tidak akan menjelek-jelekkan mantan pasangannya saat berinteraksi dengan orang lain.
“Dalam percakapan kasual, tindakan tersebut justru akan memberikan kesan negatif terhadap si penutur,” jelas Smith.
Detail soal Kesehatan Pribadi

Berbagi keluh kesah mengenai kondisi kesehatan dengan keluarga atau sahabat karib untuk mendapatkan dukungan adalah hal yang wajar. Namun, saat berada di ruang publik, orang berkelas tidak akan membeberkan detail riwayat kesehatan mereka.
Informasi kesehatan merupakan ranah yang sangat privat dan rahasia. Selain guna menghindari desas-desus, pembahasan yang terlalu berat bisa membuat lawan bicara merasa cemas atau terbebani.
Perasaan atau Emosi yang Intens

Mencurahkan perasaan dan emosi mendalam adalah hal yang lumrah dilakukan bersama orang terdekat. Namun, individu berkelas akan menghindari ekspresi emosi yang terlalu meluap-luap di depan umum.
Hal ini bukan berarti mereka menekan perasaan atau berpura-pura baik-baik saja. Mereka hanya memahami emosi mana yang layak ditampilkan di hadapan publik dan mana yang sebaiknya disimpan untuk dibagikan kepada orang-orang yang benar-benar bisa dipercaya.
