Home » Cara Mengetahui Telur Masih Baik atau Tidak

Cara Mengetahui Telur Masih Baik atau Tidak

Skincapedia.com – Seringkali kita membuka kulkas dan mengambil sebutir telur, namun kemudian timbul keraguan karena tidak yakin sudah berapa lama telur tersebut disimpan. Meskipun tanggal pada kemasan memberikan panduan, itu bukanlah satu-satunya penentu kelayakan telur untuk dikonsumsi.

Menurut Allrecipes, tanggal yang tertera pada karton telur sebenarnya bukanlah batas kedaluwarsa yang mutlak. Telur seringkali masih dalam kondisi baik bahkan setelah melewati tanggal tersebut, asalkan disimpan dengan benar di dalam kulkas. Oleh karena itu, ada beberapa cara praktis untuk memastikan kesegaran telur secara lebih akurat.

Cek Tanggal di Kemasan sebagai Panduan Awal

Langkah pertama yang paling mudah adalah memeriksa tanggal pada kemasan. Healthline menyebutkan bahwa telur yang disimpan di kulkas dalam kemasan aslinya bisa bertahan hingga tiga minggu setelah tanggal yang tertera di karton. Suhu dingin kulkas berperan penting dalam menjaga kualitas telur dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Selain itu, Allrecipes menyarankan untuk mencari nomor tiga digit pada kemasan yang menunjukkan tanggal pengemasan. Nomor ini dihitung berdasarkan urutan hari dalam setahun. Jika tanggal pengemasan belum terlalu lama berlalu, kemungkinan besar telur tersebut masih aman untuk diolah. Jadi, penting untuk melakukan pengecekan teliti sebelum membuangnya.

Lakukan Uji Apung di Dalam Air

Cara Agar Telur Rebus Mudah Dikupas/Foto: Freepik.com/ valeria_aksakova

Salah satu metode yang populer dan cukup menarik untuk mengecek kesegaran telur adalah uji apung. Menurut Southern Living, Anda hanya perlu menyiapkan semangkuk atau gelas berisi air dingin, lalu masukkan telur dengan hati-hati ke dalamnya.

Baca juga: Tips Ampuh Mengusir Tikus di Rumah dari Pakar

Hasilnya dapat diinterpretasikan dengan mudah:

  • Telur tenggelam dan posisinya rata di dasar: Ini menandakan telur masih sangat segar.
  • Telur tenggelam tetapi posisinya berdiri tegak: Telur ini masih aman dikonsumsi, namun sebaiknya segera digunakan.
  • Telur mengapung ke permukaan: Ini adalah indikasi bahwa telur sudah tua dan kemungkinan besar tidak layak dikonsumsi.

Seiring bertambahnya usia telur, jumlah udara yang masuk melalui pori-pori cangkangnya akan meningkat. Hal ini membuat telur menjadi lebih ringan dan cenderung mengapung. Meskipun telur yang mengapung belum tentu busuk, disarankan untuk melakukan pengecekan tambahan, seperti mencium aromanya, sebelum digunakan untuk memasak.

Andalkan Uji Bau

Metode uji bau, seperti yang dilansir dari Healthline, merupakan cara paling klasik, sederhana, dan andal untuk mendeteksi kerusakan pada telur. Telur yang segar seharusnya tidak mengeluarkan bau apa pun. Sebaliknya, telur yang sudah tidak layak konsumsi akan mengeluarkan aroma busuk yang sangat kuat dan khas.

Anda bisa mencoba mencium aroma langsung dari cangkangnya. Jika Anda masih ragu, pecahkan telur ke dalam mangkuk bersih dan cium dari jarak dekat. Allrecipes mencatat bahwa aroma asam atau apek adalah tanda jelas bahwa telur harus segera dibuang.

Penting untuk diingat bahwa bakteri Salmonella seringkali tidak memiliki bau. Oleh karena itu, pastikan telur dimasak hingga matang sempurna untuk menjaga keamanan konsumsi.

Perhatikan Kondisi Cangkangnya

Untuk menjaga kesegaran telur, selalu simpan telur dalam karton aslinya (atau wadah telur bertutup) dan letakkan di rak tengah lemari es bagian belakang. Suhu di area tersebut akan tetap di bawah 4°C.

Sebelum memecahkan telur, luangkan waktu sejenak untuk mengamati kondisi fisiknya. Healthline menyatakan bahwa cangkang telur yang baik seharusnya terlihat kering dan mulus, tanpa adanya retakan. Jika Anda menemukan cangkang yang berlendir atau memiliki serbuk putih seperti bedak, ini bisa menjadi indikasi adanya pertumbuhan bakteri atau jamur.

Retakan pada cangkang menjadi jalur masuk yang mudah bagi bakteri. Namun, jika Anda yakin telur masih segar dan retakan tersebut hanya akibat benturan ringan saat perjalanan dari toko, segera pecahkan telur tersebut ke dalam wadah tertutup. Simpan di kulkas dan konsumsi dalam waktu maksimal dua hari. Cangkang yang utuh berfungsi sebagai pelindung terbaik bagi isi telur.

Pecahkan dan Perhatikan Penampilan Bagian Dalamnya

Jika Anda telah melakukan semua langkah di atas dan masih merasa ragu, cara paling meyakinkan adalah dengan memecahkan telur ke dalam mangkuk putih bersih dan memeriksa bagian dalamnya secara langsung. Perhatikan adanya perubahan warna pada putih atau kuning telur, seperti warna merah muda, kehijauan, atau kilau yang tidak biasa, karena ini bisa menjadi tanda pertumbuhan bakteri.

Telur yang masih segar akan memiliki kuning telur yang cerah dan putih telur yang masih sedikit menggumpal. Sebaliknya, telur yang sudah tua akan menunjukkan kuning telur yang lebih datar dan putih telur yang sangat encer serta menyebar lebar. Ini bukan berarti telur tersebut busuk, tetapi kualitasnya sudah menurun.

Periksa kembali apakah ada bau yang tidak sedap setelah telur dipecah. Kombinasi pengecekan visual dan penciuman adalah cara paling efektif untuk memastikan telur aman dikonsumsi.

Demikianlah lima cara yang dapat Anda andalkan untuk memilih telur yang tepat untuk dimasak. Penting untuk diingat bahwa tidak ada satu metode pun yang 100% sempurna. Oleh karena itu, disarankan untuk menggabungkan beberapa cara tersebut demi ketenangan saat mengonsumsi telur. Selamat mencoba!

Artikel menarik Lainnya