Home » Cara Praktis Mengecek Kematangan Telur Rebus

Cara Praktis Mengecek Kematangan Telur Rebus

Skincapedia.com – Seringkali kita ragu apakah telur yang tersimpan di kulkas sudah direbus atau masih mentah. Terlebih lagi saat sedang terburu-buru menyiapkan sarapan atau bekal, kebingungan semacam ini bisa saja terjadi. Untungnya, membedakan telur mentah dan matang, atau memastikan tingkat kematangan telur rebus, ternyata tidak serumit yang dibayangkan.

Menurut Fred Tiess, seorang World Certified Master Chef dan instruktur di Johnson and Wales Charlotte Campus, ada beberapa metode sederhana untuk mengetahui apakah telur sudah matang atau belum tanpa perlu menebak-nebak. Penjelasannya dilansir dari Southern Living.

Metode pertama dan paling cepat untuk mengecek kondisi isi telur tanpa perlu memecahkannya adalah dengan melakukan uji putar. Cukup letakkan telur di permukaan datar seperti meja, lalu putar dengan cepat menggunakan jari. Telur yang sudah matang akan berputar dengan stabil dan mulus, layaknya gasing. Sebaliknya, telur mentah akan bergoyang dan berputar tidak beraturan.

Perbedaan ini disebabkan oleh isi telur mentah yang masih berupa cairan. Saat diputar, cairan tersebut bergerak bebas di dalam cangkang, menyebabkan putaran yang tidak stabil. Sementara itu, telur yang sudah matang memiliki isi yang padat, sehingga putarannya menjadi lebih terkontrol dan stabil.

Selanjutnya, mari kita bahas mengenai telur yang mengapung saat direbus. Banyak yang keliru menganggap telur yang mengapung adalah tanda telur sudah matang. Padahal, menurut Chef Tiess, telur yang masih segar, baik mentah maupun matang, akan tetap berada di dasar panci saat direbus.

Mengutip dari EggSafety.org, telur yang mengapung justru mengindikasikan usianya sudah cukup tua. Seiring waktu, kantong udara di dalam telur akan membesar. Hal ini membuat telur menjadi lebih ringan dan akhirnya mengapung. Jadi, jika Anda melihat telur mengapung di awal proses perebusan, itu bukanlah sinyal bahwa telur sudah matang, melainkan tanda bahwa telur tersebut sudah tidak terlalu segar.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), telur rebus, baik yang sudah dikupas maupun belum, dapat disimpan dengan aman di lemari es selama kurang lebih satu minggu jika disimpan dengan benar.

Untuk mendapatkan hasil telur rebus yang konsisten dan sempurna, teknik awal sangatlah krusial. Chef Tiess menyarankan untuk selalu meletakkan telur di dasar panci dalam satu lapisan. Kemudian, tuangkan air dingin hingga ketinggian air mencapai dua kali lipat dari tinggi telur.

Setelah air mendidih, segera nyalakan timer dan kecilkan api hingga air mendidih kecil saja. Menjaga suhu air agar tidak bergolak terlalu kencang akan mencegah telur saling berbenturan dan berpotensi retak. Untuk mendapatkan telur setengah matang dengan kuning yang masih lembut, waktu perebusan sekitar empat hingga enam menit sudah memadai. Sementara itu, jika Anda menginginkan telur rebus yang matang sempurna, waktu sembilan hingga dua belas menit sudah sangat cukup.

Setelah telur selesai direbus, langkah penting berikutnya adalah segera memindahkannya ke dalam air es. Teknik ini dikenal sebagai shocking, yaitu proses menghentikan pemasakan secara mendadak melalui perubahan suhu yang drastis. Caranya adalah dengan memindahkan telur menggunakan sendok berlubang dari panci panas langsung ke dalam wadah berisi air dan es batu.

jika telur tidak dimasak dengan baik dan benar dapat menyebabkan infeksi bakteri yang disebut salmonella. Menurut penelitian oleh Universitas Minessota, pusat pengendalian penyakit (CDC) memperkirakan satu dari setiap 20.000 telur terkontaminasi bakteri salmonela.

Biarkan telur terendam selama empat hingga sepuluh menit. Chef Tiess menjelaskan bahwa jika Anda ingin telur masih sedikit hangat saat disantap, angkat telur setelah empat menit. Namun, jika Anda menginginkan telur yang benar-benar dingin, biarkan hingga sekitar sepuluh menit.

Perlu diperhatikan bahwa membiarkan telur terlalu lama dalam air dingin, lebih dari sepuluh menit, justru dapat mempersulit proses pengupasannya. Setelah telur cukup dingin, tantangan terakhir adalah mengupasnya tanpa merusak bagian putih telur. Tips dari Chef Tiess adalah dengan mengetuk-ketuk telur di seluruh permukaannya, lalu menggulingkannya perlahan dengan telapak tangan di atas meja untuk melonggarkan cangkangnya.

Mengupas telur rebus di bawah air keran yang mengalir juga sangat membantu. Air akan masuk ke celah kecil antara selaput telur dan putih telur, sehingga cangkang akan terlepas dengan lebih bersih. Kombinasi antara teknik shocking yang tepat dan cara mengupas yang benar merupakan kunci agar telur rebus Anda tampil cantik dan mulus saat disajikan.

Baca juga: FDC Berubah Menjadi Perusahaan Teknologi Gigi dan Meluncurkan FDC Foundation

Dengan mengetahui kelima tips ini, Anda tidak perlu lagi khawatir salah memecahkan telur mentah atau mendapatkan telur rebus yang terlalu matang. Menguasai hal-hal sederhana di dapur seperti ini dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda saat memasak. Selamat mencoba!

Artikel menarik Lainnya