Penyakit stroke kini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk kalangan anak muda. Stroke pada usia muda umumnya dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah gaya hidup sehari-hari, baik itu rutinitas harian maupun pola makan yang tidak teratur.
Berbagai riset serta pakar kesehatan jantung telah memaparkan sejumlah kebiasaan yang dapat memperbesar potensi stroke. Mereka pun menyarankan untuk membatasi perilaku tersebut demi menjaga kesehatan di masa mendatang.
1. Terlalu Banyak Duduk, Meski Sering Berolahraga

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Clinical and Translational Neurology (2022) mengungkapkan bahwa olahraga mampu menekan risiko stroke hingga 40 persen. Namun, aktivitas lari pagi tidak lantas membuat sisa waktu di hari tersebut menjadi kurang penting.
“Kita mungkin berolahraga selama satu jam setiap hari, tetapi jika waktu lainnya dihabiskan dengan duduk di depan layar tanpa jeda untuk bergerak, ancaman masalah kardiovaskular tetap tinggi,” ungkap spesialis jantung Samantha Benin, seperti dilansir oleh EatingWell.
Durasi duduk yang terlalu lama dapat merusak pembuluh darah yang berfungsi menyuplai jantung dan otak. Semakin tinggi total waktu yang digunakan untuk duduk dan semakin lama periode duduk tanpa jeda yang dilakukan secara terus-menerus selama bertahun-tahun, maka kian besar pula bahaya yang mengintai.
2. Mengonsumsi Makanan Tinggi Natrium: Sandwich, Burger, hingga Pizza

Makanan cepat saji yang ditawarkan di berbagai gerai umumnya memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi, contohnya seperti pizza, sandwich, dan burger.
Berdasarkan data American Heart Association, satu porsi sandwich atau burger dari restoran cepat saji bisa mengandung kadar natrium yang melampaui batas asupan harian yang disarankan, yakni 2.300 mg.
Pakar jantung dan lipidologi, Sirisha Vadali, menjelaskan bahwa mengonsumsi batas maksimal natrium dalam satu waktu makan dapat menyebabkan asupan tambahan lainnya memicu lonjakan tekanan darah serta berisiko merusak arteri.
Apabila kebiasaan mengonsumsi natrium berlebih ini terus berlanjut, tekanan darah akan terus naik. Ini merupakan kondisi tersembunyi yang turut memperbesar peluang terjadinya stroke.
3. Mengonsumsi Minuman Beralkohol

Merujuk pada penelitian yang dirangkum Benin, mengonsumsi alkohol seperti anggur merah, meski dalam takaran sedang, bisa meningkatkan risiko fibrilasi atrium, hipertensi, dan stroke bagi sebagian individu.
Seperti dilaporkan Harvard Health, alkohol diketahui menjadi faktor penyebab delapan persen dari seluruh kasus stroke akibat penyumbatan pembuluh darah otak dan 16 persen dari kasus stroke yang disebabkan oleh pendarahan.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengimbau agar perempuan membatasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari, sementara laki-laki tidak boleh lebih dari dua gelas per hari.
Itulah sejumlah kebiasaan yang perlu dikurangi guna meminimalisir risiko stroke. Membangun gaya hidup sehat, terutama melalui pola makan yang baik, sangat krusial bagi kesejahteraan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
