Skincapedia.com – Fenomena kencan modern telah mengalami pergeseran drastis berkat kehadiran teknologi. Jika dulu pencarian pasangan dilakukan melalui perkenalan konvensional, kini algoritma aplikasi kencan dan program kecerdasan buatan (AI) seolah menjadi mak comblang yang menjanjikan kecocokan sempurna.
Dunia drama Korea (drakor) ternyata tidak ketinggalan dalam menangkap tren ini. Industri hiburan Korea Selatan berhasil memadukan narasi cinta yang emosional dengan kecanggihan teknologi futuristik. Dalam sederet tayangan populer, penonton disuguhkan dengan premis unik di mana karakter utama tidak hanya menjalin kasih dengan sesama manusia, tetapi juga dengan entitas digital yang terasa begitu nyata dan humanis.
Berikut adalah lima drama Korea yang mengeksplorasi irisan antara romansa dan teknologi canggih yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda.
1. Boyfriend on Demand

Drama ini menyoroti kehidupan Mi Rae, seorang produser webtoon yang tenggelam dalam rutinitas kerja yang melelahkan. Kelelahan mentalnya terhadap narasi cinta klise di tempat kerja mendorongnya untuk mencoba layanan simulasi kencan virtual. Apa yang awalnya dipandang sebagai pelarian sesaat, justru berubah menjadi obsesi ketika ia terjebak dalam pusaran romansa dengan berbagai pria ideal hasil simulasi.
Melalui akting Jisoo, karakter Mi Rae digambarkan sebagai sosok perempuan sinis terhadap realitas namun masih menyimpan harapan akan cinta sejati. Serial ini menyajikan perspektif menarik tentang bagaimana teknologi dapat memuaskan fantasi personal yang sulit ditemukan di dunia nyata.
2. Absolute Boyfriend

Kisah ini berpusat pada Da Da, seorang penata rias profesional yang baru saja mengalami patah hati mendalam setelah mengakhiri hubungan panjang dengan seorang selebriti bernama Wang Joon. Kecewa dengan komitmen manusia, ia kemudian berinteraksi dengan “Zero Nine”, sebuah robot humanoid yang diprogram khusus untuk menjadi pacar sempurna.
Konflik memuncak ketika sang robot mulai menunjukkan emosi yang melampaui batas pemrograman dasarnya. Kehadiran kembali sang mantan kekasih di tengah hubungan antara manusia dan mesin ini menciptakan dinamika cinta segitiga yang emosional dan penuh dengan pertanyaan moral tentang hakikat kasih sayang.
3. Are You Human, Too?

Dalam drama ini, teknologi kecerdasan buatan digunakan sebagai solusi atas krisis keluarga. Nam Shin, pewaris konglomerat yang mengalami koma akibat kecelakaan tragis, digantikan posisinya oleh “Namsin III”, sebuah robot android yang diciptakan oleh ibunya sendiri yang merupakan seorang ilmuwan AI.
Seo Kang Jun menunjukkan kualitas akting mumpuni dengan memerankan dua karakter sekaligus, yakni manusia asli dan tiruan robotiknya. Serial ini tidak hanya menawarkan drama bisnis yang menegangkan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan robot yang mulai belajar tentang empati dan tanggung jawab dalam lingkungan yang penuh intrik.
4. Holo Love

Cerita dimulai ketika Go Nan Do, pengembang perangkat lunak yang tertutup, menciptakan AI holografik bernama Holo. Kehidupan berubah saat kacamata yang mengaktifkan Holo jatuh ke tangan Han Seo Yeon, seorang wanita yang memiliki kondisi medis langka berupa kebutaan wajah (prosopagnosia).
Holo hadir sebagai pendamping yang memberikan perhatian dan kehangatan yang tidak bisa diberikan oleh manusia di sekitarnya. Namun, keterikatan emosional yang tumbuh antara Seo Yeon dan Holo memaksa sang pencipta, Nan Do, untuk keluar dari persembunyiannya dan menghadapi realitas yang rumit.
5. Love Phobia

Love Phobia memberikan sorotan tajam pada Yun Bi Ah, seorang jenius di balik aplikasi “It’s You”. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pria patah hati menemukan pendamping romantis melalui simulasi AI yang sangat presisi. Ketegangan muncul ketika batasan antara dunia maya dan kenyataan mulai kabur, berdampak langsung pada kehidupan seorang novelis roman bernama Han Sun Ho.
Drama ini menyentuh realitas sosial masa kini, di mana ketergantungan pada teknologi sering kali menjadi pelarian saat hubungan antarmanusia dirasa semakin sulit dan penuh risiko.
Kelima drama di atas memberikan gambaran reflektif mengenai masa depan hubungan manusia. Apakah teknologi akan menjadi penyelamat bagi kesepian modern, atau justru menjadi penghalang bagi terciptanya hubungan yang tulus? Dari daftar di atas, manakah yang paling membuat Anda penasaran?
