Home » Fakta Prancis: Destinasi Utama Kuliner dan Mode Dunia

Fakta Prancis: Destinasi Utama Kuliner dan Mode Dunia

Prancis merupakan salah satu negara yang mencuri perhatian dalam gelaran Piala Dunia 2026. Kompetisi olahraga bergengsi ini senantiasa menyedot atensi dunia karena menjadi wadah bertemunya tim-tim nasional terbaik dari berbagai benua dalam satu arena.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang merasa penasaran untuk menggali lebih jauh tentang Prancis setelah menyaksikan kiprahnya hingga babak semifinal, mengingat negara Uni Eropa ini adalah pusat kekuatan dunia mode sekaligus destinasi kuliner yang menggugah selera.

Lebih dari sekadar itu, terdapat sejumlah fakta unik mengenai Prancis yang mungkin belum banyak diketahui. Berdasarkan informasi dari Authentic Europe, berikut adalah rangkuman ulasannya.

1. Dijuluki Negara L?Hexagone

Prancis memiliki beberapa julukan populer, salah satunya adalah L?Hexagone atau segi enam, yang merujuk pada bentuk geografis wilayahnya yang menyerupai bangun geometri tersebut.

Karakteristik bentuk ini terlihat sangat jelas pada peta, di mana area Prancis Metropolitan dibatasi oleh tiga sisi daratan dan tiga sisi perairan. Sebutan ini sekaligus memudahkan orang untuk mengenali dan mengingat bentuk wilayah negara tersebut.

2. Menara Eiffel Awalnya Bukan Bangunan Permanen

Saat membahas keindahan Paris, ibu kota Prancis, hampir semua orang pasti langsung membayangkan Menara Eiffel yang ikonis. Namun, tahukah Anda bahwa menara ini sebenarnya tidak dirancang untuk berdiri selamanya?

Menara Eiffel awalnya dibangun sebagai gerbang utama untuk perayaan seabad Revolusi Prancis dalam pameran Exposition Universelle tahun 1889. Sang perancang, Gustave Eiffel, hanya mendapatkan izin operasional selama dua puluh tahun dan menara ini dijadwalkan untuk dibongkar pada 1909.

Selain itu, banyak seniman dan warga lokal yang sempat melayangkan protes karena menganggap struktur besi tersebut tidak menarik dan merusak estetika kota. Akan tetapi, Menara Eiffel akhirnya batal dibongkar karena fungsinya dialihkan menjadi stasiun telegraf serta antena radio vital bagi kebutuhan militer selama Perang Dunia I.

3. Pusat Mode Dunia

Sejak lama, Paris telah dikenal sebagai kiblat mode dunia. Reputasi industri busana Prancis yang mewah dan berkelas telah terbangun sejak abad ke-17, berkat dukungan Raja Louis XIV yang dikenal sebagai penguasa paling berpengaruh dan dijuluki ?Le Roi Soleil? (Raja Matahari).

Menjelang akhir abad ke-19, kerajinan haute couture atau busana jahit tangan kustom dengan standar tinggi mulai berkembang pesat. Charles Frederick Worth, tokoh kunci di balik popularitas busana eksklusif tersebut, menjadi pionir yang membuka gerainya di Rue de la Paix, Paris.

Paris kini menjadi markas bagi berbagai rumah mode papan atas dunia, seperti Herms, Dior, Chanel, Louis Vuitton, Yves Saint Laurent, dan banyak lagi. Perhelatan mode bergengsi seperti Paris Fashion Week pun rutin diselenggarakan setiap tahun.

4. Gastronomi Prancis Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Selain mode, Prancis juga tersohor akan kelezatan kuliner. Bahkan, gastronomi Prancis secara resmi diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2010.

Gastronomi Prancis mencakup tradisi bersantap bersama, tata urutan hidangan, pemilihan bahan pangan alami, hingga seni mengombinasikan makanan dengan minuman yang serasi. Hal ini menunjukkan betapa budaya makan memiliki peran kuat dalam mempersatukan masyarakat Prancis.

Tidak hanya itu, tradisi pembuatan roti baguette juga memperoleh pengakuan serupa dari UNESCO pada November 2022.

5. Croissant Ditemukan di Austria

Croissant merupakan kudapan yang sangat lekat dengan citra Prancis. Namun faktanya, roti berbentuk bulan sabit ini justru berasal dari Austria.

Mengutip Alliance Franaise Silicon Valley, Ratu Marie Antoinette mempopulerkan istilah ?croissant? di Prancis setelah ia menikmati sajian asal Wina, Austria, bernama ?kipferl?, yaitu roti bulan sabit yang telah ada sejak abad ke-13.

Roti tradisional ini kemudian diadaptasi dan dimodifikasi oleh para pembuat roti lokal di Prancis dengan menggunakan adonan puff pastry berlapis mentega yang gurih. Istilah ?croissant? dalam bahasa Prancis yang berarti bulan sabit mulai umum digunakan pada abad ke-19.

6. Bahasa Prancis jadi Bahasa Resmi di 29 Negara

Bahasa Prancis tercatat sebagai salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Tidak mengherankan jika bahasa ini ditetapkan sebagai bahasa resmi di 29 negara yang tersebar di wilayah Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara seperti Kanada.

Selain itu, berbagai organisasi internasional menggunakan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi dan bahasa operasional, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNESCO, hingga Komite Olimpiade Internasional.

Komunitas global penutur bahasa Prancis ini dikenal dengan sebutan negara-negara Francophone.

7. Supermarket Dilarang Membuang Makanan

Prancis menjadi pelopor dunia dalam menerapkan aturan yang melarang supermarket membuang atau memusnahkan makanan layak konsumsi yang tidak terjual. Sisa makanan yang masih bagus wajib disalurkan kepada badan amal atau bank makanan setempat.

Jika ditemukan supermarket yang melanggar atau sengaja merusak makanan layak jual, maka pihak pengelola akan dikenakan sanksi denda yang cukup besar. Kebijakan ini diterapkan sebagai upaya menekan angka limbah makanan.

Peraturan tersebut berlaku bagi gerai ritel dengan luas lantai minimal 400 meter persegi atau supermarket skala besar.

8. Memiliki 12 Zona Waktu yang Berbeda

Siapa sangka, Prancis memiliki jumlah zona waktu terbanyak di dunia, bahkan melampaui Rusia dan Amerika Serikat. Negara ini memiliki 12 zona waktu, atau 13 zona waktu jika menghitung wilayah klaim di Antartika.

Banyaknya zona waktu ini disebabkan oleh kepemilikan Prancis atas berbagai wilayah seberang laut (overseas territories) yang tersebar di berbagai belahan dunia, mulai dari Samudra Atlantik, Pasifik, hingga Hindia.

Wilayah Prancis yang terbentang luas dari barat ke timur membuat negara ini sering dijuluki sebagai tempat di mana ?matahari tidak pernah terbenam?.

9. Memiliki Kastil Terbanyak di Dunia

Prancis diakui sebagai salah satu negara dengan koleksi kastil terbanyak di dunia, dengan estimasi lebih dari 40.000 bangunan. Angka yang besar ini dikarenakan penggunaan istilah ?chteau? dalam bahasa Prancis yang maknanya sangat luas, mencakup mulai dari benteng pertahanan abad pertengahan hingga istana megah milik para bangsawan.

Kastil-kastil ini tersebar di seluruh penjuru negeri, namun dua wilayah yang paling terkenal akan jejak sejarahnya adalah Loire Valley dan Dordogne.

10. Rumah bagi Pantai Terpanjang di Eropa

Di balik kemegahan arsitektur kotanya, Prancis ternyata juga memiliki La Baule Beach, yang menyandang predikat sebagai pantai perkotaan (urban beach) terpanjang di Eropa.

Pantai ini berlokasi di kawasan Loire-Atlantique, tepatnya di pesisir barat Prancis. Garis pantainya membentang hingga 9 kilometer di sepanjang teluk yang menghadap ke selatan, serta dikelilingi oleh vila-vila bersejarah abad ke-19 dan hotel-hotel mewah.

11. Pertama Memperkenalkan Kamuflase Militer

Fakta sejarah menarik lainnya, tentara Prancis merupakan pionir dalam penggunaan teknik kamuflase militer. Mereka membentuk unit penyamaran khusus yang terdiri dari dua orang pelukis yang direkrut menjadi tentara, yakni Lucien-Victor Gurand de Scvola dan Louis Gungot.

Teknik penyamaran ini mulai diterapkan pada Agustus 1914 saat Perang Dunia I, dengan mengecat seragam, meriam, senjata, hingga kendaraan tempur agar menyerupai warna lingkungan sekitar.

Setahun berselang, strategi ini diadopsi oleh Inggris dan kini menjadi standar bagi angkatan bersenjata di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kata ?kamuflase? sendiri diambil dari bahasa Prancis ?camoufler?, yang berarti melakukan penyamaran.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang Prancis. Apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya?

Artikel menarik Lainnya