Home » Gala Merakyat

Gala Merakyat

Semasa perhatian dunia tertuju pada gelaran Met Gala yang dilaksanakan pada Senin (4/5/2026), para buruh Amazon mendemonstrasikan protes melalui cara yang tidak lazim. Bagaimana tidak? Jeff Bezos, sang pendiri perusahaan Amazon, bertindak sebagai sponsor utama Met Gala sekaligus honorary chair berkat donasinya sebesar 10 juta USD untuk Costume Institute. Padahal, di sisi lain, isu mengenai kesejahteraan pekerja Amazon yang minim masih terus menjadi perbincangan hangat.

Peragaan busana bertajuk “Ball Without Billionaires” yang bertempat di kawasan Meatpacking District, New York, menjadi sebuah Met Gala versi kalangan pekerja yang diadakan sebelum acara fesyen glamor tersebut dimulai. Acara ini mengusung tema “Labor Is Art“, dan diselenggarakan oleh gabungan berbagai kelompok buruh, termasuk Service Employees International Union (SEIU), Strategic Organizing Center, serta Amazon Labor Union.

Baca juga: Cara Mengenali Ketidakcerdasan Seseorang dari Ucapannya

Mengutip laporan dari Fast Company, tidak hanya pekerja Amazon yang turut serta dalam peragaan busana ini, melainkan juga para buruh dari Starbucks, Whole Foods, The Washington Post, hingga Uber. Mereka tampil di runway mengenakan busana yang lahir dari ide kreatif para desainer ternama, seperti Cindy Castro, Abacaxi, Atashi, Ricardo DSean, serta mendapat dukungan dari aktris Lisa Ann Walter dan fashion stylist Gabriella Karefa-Johnson.

Hasilnya? Sebuah parade fesyen yang penuh gaya dan inklusif dari para pekerja berbagai sektor industri. Mulai dari staf gudang Amazon yang memamerkan outfit penuh warna dan unik, hingga mantan pekerja Amazon yang mengenakan setelan jas hitam dengan nama-nama rekan kerja yang telah meninggal akibat keserakahan Amazon tertera di sana. Mengutip dari The Cut, seorang pria bernama Mitch menjelaskan bahwa outfit-nya “memuat nama-nama seluruh rekan kerja kita yang telah tiada, yang kematiannya sebenarnya dapat dihindari apabila Amazon bertindak secara bertanggung jawab.”

[Gambas:Instagram]

Kritik untuk Met Gala

"Ball Without Billionaires" dengan tema "Labor is Art". Acara yang diselenggarakan para pekerja, khususnya pekerja Amazon, sebagai bentuk kritik Met Gala.

Ball Without Billionaires” tidak hanya sekadar menjadi ajang perayaan mode, tetapi juga berfungsi sebagai bentuk kritik terhadap para pengusaha yang mengabaikan kondisi para pekerjanya. Sebelum acara dimulai, aktivis April Verrett, yang menjabat sebagai presiden SEIU sejak tahun 2024, menyampaikan pidato, “Tahun ini, kami memutuskan untuk memusatkan perhatian pada diri kami sendiri. Untuk menjadi pahlawan dalam cerita kami sendiri, merayakan diri kami, dan mengekspresikan kegembiraan kami secara lantang.”

Sementara itu, Gabriella Karefa-Johnson, seorang Contributing Editor Majalah Vogue sekaligus fashion stylist yang turut menjadi co-host “Ball Without Billionaires”, secara terbuka mengungkapkan dalam Substack miliknya bahwa “Met Gala merepresentasikan Status Ekonomi” dan ia tidak ingin terlibat di dalamnya.

[Gambas:Instagram]

Artikel menarik Lainnya