Skincapedia.com – Bagi banyak perempuan, fase menstruasi bukan sekadar siklus bulanan fisik, melainkan juga sebuah tantangan emosional dan keinginan makan yang sulit dikendalikan. Saat masa ini tiba, sering kali kita mendapati diri lebih sering membuka aplikasi pemesanan makanan atau bolak-balik memeriksa isi kulkas demi mencari camilan manis seperti cokelat, es krim, atau minuman kekinian.
Fenomena ini bukanlah sekadar manja atau keinginan sesaat tanpa alasan. Secara medis, fluktuasi hormon yang terjadi menjelang dan selama periode haid memicu penurunan kadar gula darah serta tingkat serotonin, yaitu hormon yang berperan penting dalam menjaga perasaan bahagia dan stabil. Akibatnya, tubuh secara naluriah mencari sumber energi instan melalui asupan gula untuk mengembalikan keseimbangan tersebut.
Meskipun keinginan untuk memanjakan diri dengan makanan manis sangatlah wajar, menuruti setiap hasrat tersebut tanpa kendali tentu membawa dampak negatif. Mengonsumsi gula berlebih secara terus-menerus selama periode ini dapat memicu kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, memperburuk kondisi jerawat, hingga meningkatkan intensitas nyeri haid akibat peradangan. Berikut adalah strategi cerdas untuk mengelola keinginan tersebut agar siklus bulanan Anda tetap berjalan nyaman.
1. Sediakan Stok Dark Chocolate di Kamarmu

Daripada melarang diri sendiri untuk menikmati sesuatu yang manis dan berujung pada stres, lebih baik Anda mengganti pilihan camilan. Dark chocolate atau cokelat hitam adalah alternatif terbaik bagi Anda yang sedang berjuang melawan craving saat PMS.
Tidak seperti cokelat susu yang sarat akan gula tambahan, dark chocolate mengandung kadar kakao yang lebih tinggi serta kaya akan magnesium. Kandungan magnesium ini sangat bermanfaat untuk membantu merelaksasi otot dan mengurangi kram perut yang menyiksa. Selain itu, antioksidan di dalamnya juga berperan dalam memperbaiki suasana hati tanpa harus menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang drastis.
2. Kombinasikan Makanan Tinggi Protein dengan Buah Segar

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah sengaja menahan lapar atau melewatkan jam makan agar bisa “menyimpan” kalori untuk camilan manis. Padahal, pola makan yang tidak teratur justru akan membuat kadar gula darah Anda anjlok, yang akhirnya memicu keinginan makan manis yang jauh lebih intens.
Pastikan Anda tetap mengonsumsi menu yang kaya akan protein dan serat untuk memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Ketika keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang manis muncul, pilihlah buah-buahan segar seperti pisang atau berbagai jenis berry. Berdasarkan informasi dari Samphire, buah-buahan ini termasuk dalam daftar asupan terbaik saat haid karena kaya akan antioksidan yang membantu menstabilkan kadar gula darah dan menjaga tubuh tetap bugar.
3. Alihkan Perhatian dalam 20 Menit

Pernahkah Anda menyadari bahwa gelombang keinginan atau craving makanan manis biasanya hanya berada di puncak intensitasnya selama 15 hingga 20 menit saja? Saat godaan untuk memesan makanan manis muncul, cobalah untuk tidak langsung menuruti keinginan tersebut dengan membuka aplikasi pengantar makanan.
Anda bisa mencoba menerapkan teknik yang dikenal sebagai urge surfing. Metode ini mengajarkan kita untuk mengakui adanya keinginan tersebut tanpa harus langsung melaksanakannya. Alihkan perhatian Anda dengan aktivitas lain selama 20 menit, seperti melakukan peregangan ringan, membaca buku, atau sekadar berbincang dengan teman. Sering kali, setelah fokus Anda teralihkan, dorongan untuk mengonsumsi makanan manis akan memudar dengan sendirinya.
Ingatlah bahwa mengalami craving saat menstruasi adalah hal yang manusiawi dan alami. Kuncinya bukan pada pelarangan total, melainkan pada kemampuan untuk memilih asupan yang lebih sehat agar tubuh tetap mendapatkan nutrisi tanpa harus merasa lemas atau tidak nyaman.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Anda dapat melewati masa menstruasi dengan lebih tenang dan terkendali. Jangan biarkan siklus bulanan mengganggu kesehatan jangka panjang Anda, tetaplah bijak dalam memilih apa yang dikonsumsi. Dari ketiga strategi tersebut, mana yang akan Anda coba terapkan pada siklus berikutnya?
