Home » Kegiatan Menyenangkan Pengganti Kebiasaan Buruk

Kegiatan Menyenangkan Pengganti Kebiasaan Buruk

– Niatnya hanya untuk memeriksa satu notifikasi, namun tanpa disadari, satu jam telah berlalu begitu saja karena kita asyik tenggelam dalam aliran konten yang seolah tak berujung. Kebiasaan ini kini memiliki sebutan yang cukup populer, yaitu doomscrolling. Hampir semua orang pernah mengalaminya, jadi Anda tidak perlu merasa bersalah sendirian.

Otak kita memang cenderung menyukai pola stimulus yang mudah dan berulang, hal inilah yang membuat doomscrolling terasa sangat sulit untuk dihentikan. Anna Elton, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, menjelaskan bahwa kebiasaan ini sering kali berfungsi sebagai cara kita mengatur emosi. Oleh karena itu, penting untuk mengganti aktivitas tersebut dengan sesuatu yang benar-benar dapat memenuhi kebutuhan psikologis yang sama.

Mari kita simak lima alternatif menarik yang bisa Anda coba agar tidak terjebak dalam doomscrolling.

Ganti dengan Scrolling yang Lebih Positif

Anda tidak harus langsung menjauhkan ponsel sepenuhnya jika terasa terlalu berat. Anda bisa mencoba apa yang disebut dengan joyscrolling. Intinya adalah menjelajahi internet secara lebih terarah untuk mencari hal-hal yang membuat Anda merasa senang dan terinspirasi, bukan konten yang justru memicu rasa cemas.

Caranya cukup simpel. Anda bisa mulai dengan mengatur ulang siapa saja yang Anda ikuti di media sosial, atau beralih ke platform seperti Pinterest untuk mencari inspirasi hobi yang Anda sukai. Dengan sedikit persiapan, ponsel Anda bisa berubah menjadi sumber kebahagiaan, bukan lagi sumber stres. Perubahan kecil ini dapat memberikan perbedaan besar pada suasana hati Anda sepanjang hari.

Baca juga: Buah Unik Asia yang Jarang Ditemui

Manfaatkan Waktu untuk Mengembangkan Keterampilan Baru

Gunakan waktu luang kamu untuk melakukan aktivitas kerajinan tangan atau mencoba ide visual baru. Kamu bisa mencoba dengan melukis, merajut, journaling atau membuat gelang dari manik-manik.

Momen hening yang biasanya kita isi dengan scrolling sebenarnya adalah kesempatan sempurna untuk belajar sesuatu yang sudah lama ingin ditekuni. Anda tidak perlu langsung menjadi ahli dalam sehari. Meluangkan waktu lima menit saja sudah cukup untuk melanjutkan progres belajar bahasa asing atau sekadar mengulang materi sertifikasi yang sedang Anda ambil.

Kuncinya adalah memiliki daftar kegiatan menunggu yang sudah siap di kepala. Jadi, begitu dorongan untuk scrolling muncul, Anda sudah tahu harus beralih ke mana. Waktu-waktu singkat yang biasanya terbuang ini dapat terkumpul menjadi kemajuan yang berarti jika Anda konsisten melakukannya. Bayangkan berapa banyak hal baru yang bisa Anda kuasai hanya dengan mengganti waktu scrolling itu.

Tuliskan Apapun yang Ada di Pikiranmu

Jika pikiran Anda terasa sedang penuh, mencoba freewriting bisa menjadi pilihan yang sangat melegakan. Anda cukup menuliskan apa pun yang terlintas di kepala tanpa perlu pusing soal struktur, cerita, atau tujuan tertentu. Tujuannya hanya satu: mengeluarkan semua yang ada di dalam pikiran Anda ke atas kertas atau layar.

Bagi banyak orang, doomscrolling sebenarnya adalah cara untuk menghindari perasaan yang kurang nyaman. Dengan menulis, Anda justru memberikan ruang bagi perasaan itu untuk hadir dan diproses dengan cara yang jauh lebih sehat. Anda bahkan bisa melakukannya langsung di aplikasi catatan ponsel Anda. Jadi, rasanya tidak akan terlalu asing di tangan, hanya saja aktivitasnya menjadi jauh lebih bermakna.

Hubungi Seseorang yang Sudah Lama Tidak Kamu Sapa

Deretan sopan santun chat dan telepon/Foto: Pexels/Amina Filkins

Saat dorongan untuk membuka media sosial datang, Anda bisa mencoba mengalihkannya ke koneksi yang lebih nyata. Cobalah mengirim pesan suara ke orang tua, mengirim pesan singkat ke teman lama, atau menelepon seseorang yang sudah lama tidak Anda sapa.

Salah satu alasan kita terjebak dalam doomscrolling adalah karena kita sedang mencari rasa terhubung dengan orang lain. Namun, media sosial sering kali hanya memberikan ilusi koneksi tanpa kehangatan yang asli. Satu percakapan singkat yang tulus justru dapat memberikan perasaan terhubung yang jauh lebih memuaskan. Anda mungkin tidak hanya menyelamatkan hari Anda sendiri, tetapi juga bisa membuat hari seseorang yang menerima pesan Anda menjadi jauh lebih indah.

Bergerak dan Beri Tubuhmu Jeda dari Layar

Kadang saat merasa kewalahan, pikiran kita sebenarnya sedang berteriak minta ruang untuk bernapas, bukan minta tambahan asupan stimulus dari layar ponsel. Meditasi singkat, mengambil napas dalam-dalam, atau sekadar berdiri untuk melakukan peregangan kecil bisa menjadi cara efektif untuk memutus siklus scrolling.

Waktu yang kita habiskan untuk doomscrolling itu sebenarnya mencuri waktu yang bisa kita pakai untuk aktivitas yang membangun diri. Gerakan fisik sekecil apa pun, seperti berjalan kaki beberapa menit atau membuat minuman favorit dengan penuh perhatian, dapat mengembalikan fokus Anda ke dunia nyata. Tidak perlu langsung melakukan perubahan besar. Mulai saja dari satu kebiasaan kecil dan biarkan itu tumbuh secara alami.

Itulah lima kegiatan yang bisa Anda coba sebagai pengganti doomscrolling saat waktu luang atau saat dorongan untuk scroll tiba-tiba muncul. Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua orang, dan Anda tidak perlu melakukannya semua sekaligus. Anda memiliki pilihan yang jauh lebih baik setiap kali tangan secara otomatis meraih ponsel.

Artikel menarik Lainnya