Berapa lama durasi yang Anda perlukan untuk membersihkan diri? Rata-rata individu memerlukan waktu sekitar sepuluh hingga lima belas menit untuk mandi. Namun, sebagian orang lainnya justru membutuhkan waktu yang lebih panjang, alias mandi berlama-lama.
Namun, benarkah kebiasaan mandi lama merupakan indikasi seseorang merasa kesepian dan tidak bahagia? Lantas, apa keterkaitan antara durasi mandi yang panjang dengan kondisi kesehatan mental seseorang? Mari kita simak penjelasan dari para pakar berikut ini!
Benarkah Mandi Lama Tanda Orang Kesepian dan Tak Bahagia?
Menurut para ahli, menghabiskan waktu lebih lama saat mandi sesungguhnya tidak serta-merta berarti seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Individu yang memerlukan waktu lebih panjang untuk mandi pada dasarnya adalah hal yang wajar dan manusiawi.
“Air hangat dapat memberikan sensasi nyaman pada tubuh kita dan memungkinkan kita untuk beristirahat sejenak dari berbagai rangsangan yang terus-menerus kita alami,” ujar konselor berlisensi, Emma Kobil, kepada Huff Post.
Namun, masalah dapat timbul apabila seseorang mengalami kesulitan beralih dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya. Contohnya, setelah selesai mandi, Anda merasa enggan untuk mengambil handuk guna mengeringkan badan atau mengenakan pakaian. Ketidakmampuan untuk bergerak atau berganti aktivitas ini kerap menjadi indikasi adanya permasalahan kesehatan mental.
Baca juga: Cara Memilih Alpukat Matang dan Berkualitas
“Menghabiskan waktu yang sangat panjang di kamar mandi terkadang bisa menjadi petunjuk halus dari adanya masalah kesehatan mental yang mendasarinya,” ungkap Dr. Mosun, konsultan psikiater di Cassiobury Court.
“Banyak individu yang mengalami depresi, misalnya, merasa bahwa sekadar memikirkan untuk mandi saja sudah terasa seperti upaya yang luar biasa berat… Oleh karena itu, ketika mereka berhasil masuk ke kamar mandi, mereka mungkin akan berlama-lama di sana,” tambahnya.
Lebih lanjut, menurut Kobil, ketika seseorang sedang menghadapi stres, merasa kewalahan, atau memiliki trauma yang belum terselesaikan, terutama dalam periode waktu yang lama, sistem saraf dapat beralih ke kondisi yang dikenal sebagai vagal dorsal. Ini adalah cabang saraf vagus tertua yang mengaktifkan respons membeku (freeze) atau penutupan (shutdown) pada sistem saraf parasimpatik saat dihadapkan pada stres berat atau ancaman yang tak terhindarkan.
Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa lelah atau berat untuk berpindah dari satu tugas ke tugas berikutnya. Inilah alasan mengapa mereka membutuhkan energi ekstra untuk melakukan aktivitas yang diperlukan setelah mandi.
Selain itu, mandi dalam durasi yang lama terkadang juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan obsesif-kompulsif, terutama jika seseorang memiliki “aturan” yang ketat terkait ritual mandi atau merasa terdorong untuk menghabiskan waktu yang sangat lama di kamar mandi.
Lebih jauh, berdasarkan temuan para peneliti di Universitas Yale, orang yang mandi air hangat dalam waktu lama mungkin melakukannya secara tidak sadar untuk menepis perasaan kesepian atau isolasi sosial.
“Semakin seseorang merasa kesepian, semakin sering mereka mandi, semakin panas airnya, dan semakin lama mereka berendam di bawah air,” ujar psikolog John Bargh, PhD, seorang peneliti di Universitas Yale, seperti dikutip dari Life Hack.
Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa air hangat di bak mandi atau dari pancuran berfungsi sebagai pengganti kehadiran teman dan benar-benar dapat meredakan perasaan terasing dan terpinggirkan.
Tanda Mandi Terlalu Lama yang Berkaitan dengan Gangguan Kesehatan Mental
Lantas, kapan kita sebaiknya mulai khawatir jika merasa mandi terlalu lama? Menurut Dr. Mosun, indikator peringatan yang perlu diperhatikan adalah apabila kebiasaan mandi terlalu lama disertai dengan perubahan lain pada rutinitas harian.
Menurut Dr. Mosun, perubahan ini mencakup penghindaran terhadap beberapa kewajiban sehari-hari yang terasa terlalu membebani, seperti menyikat gigi, menjaga kebersihan diri, kesulitan bangkit dari tempat tidur, tidur nyenyak namun tetap merasa lelah, atau menjauhi orang-orang terdekat.
Sementara itu, menurut Kobil, terdapat lima tanda peringatan bahwa kebiasaan mandi terlalu lama mungkin berhubungan dengan permasalahan kesehatan mental, yaitu:
- Perasaan mati rasa secara emosional atau kesulitan fokus saat mandi. Hal ini juga dapat terwujud sebagai ketidakmampuan mengingat seluruh atau sebagian dari proses mandi.
- Rasa takut atau kesulitan menemukan motivasi untuk keluar dari kamar mandi.
- Menggunakan kamar mandi sebagai pelarian utama dari kehidupan sehari-hari atau sebagai metode penanggulangan utama.
- Sering menangis saat mandi namun tidak merasakan kelegaan setelahnya.
- Menghindari bentuk perawatan diri atau interaksi sosial lainnya.
Bagaimana pandangan Anda mengenai hal ini?
