Banyak yang meyakini bahwa membersihkan daging ayam mentah sebelum diolah dapat memberantas kuman. Namun, ternyata, kebiasaan mengolah daging ayam mentah sebelum diolah tidak direkomendasikan, lho. Apa penyebabnya?
Bila Anda senantiasa membersihkan daging ayam sebelum diolah, ada baiknya Anda memikirkan kembali praktik yang berpotensi menimbulkan bahaya ini. Para pakar kesehatan dan keamanan pangan mengimbau untuk tidak membersihkan daging ayam sebelum diolah karena dapat meningkatkan penyebaran kuman dan risiko kontaminasi silang.
Dapatkan penjelasan lengkapnya di bawah ini, disarikan dari Reader’s Digest!
Alasan Mengapa Tidak Perlu Mencuci Daging Ayam Mentah Sebelum Diolah
Sebagian besar orang membersihkan daging ayam mentah sebelum diolah dengan tujuan menghilangkan kuman dan cairan dari ayam. Memang benar bahwa ayam mentah sering kali terkontaminasi bakteri, seperti Campylobacter atau Salmonella. Namun, membersihkannya dengan air bukanlah solusi yang tepat.
Baca juga: Manfaat Menulis bagi Kesehatan Otak dan Jiwa
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), percikan air yang mengalir dapat menyebarkan bakteri ke seluruh area wastafel, meja dapur, bahkan pakaian.
Dilansir dari laman Health, infeksi akibat Salmonella dapat memicu diare, demam, dan nyeri perut selama empat hingga tujuh hari. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, bakteri tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti aliran darah, persendian, atau otak, dan menyebabkan kondisi yang parah.
Metode Tepat Mengolah Daging Ayam Mentah
Lantas, bagaimana cara yang benar?
Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), salah satu cara efektif untuk membasmi bakteri pada daging ayam mentah adalah dengan memasaknya hingga mencapai suhu yang tepat. Hal ini juga berlaku untuk jenis daging lain dan ikan. Suhu yang direkomendasikan adalah 165 Fahrenheit atau 73 derajat Celsius.
Setelah matang, ayam dapat disimpan di lemari es selama tiga hingga empat hari. Untuk konsumsi jangka panjang, ayam sebaiknya disimpan di dalam freezer.
