Home » Menggugah Selera, 12 Makanan Ikonis yang Sering Muncul di Drama Korea

Menggugah Selera, 12 Makanan Ikonis yang Sering Muncul di Drama Korea

Skincapedia.com – Fenomena drama Korea (drakor) tidak hanya sukses memikat penonton melalui alur cerita yang dramatis dan penampilan aktor serta aktris papan atas. Ada satu elemen yang hampir selalu berhasil mencuri perhatian, yakni ragam hidangan lezat yang tersaji di layar kaca.

Dalam banyak adegan, makanan bukan sekadar properti, melainkan penguat suasana. Mulai dari momen hangat saat berkumpul bersama keluarga, perayaan keberhasilan, hingga adegan romantis di bawah rintik hujan atau momen patah hati yang menyayat, kuliner Korea selalu hadir memberikan warna tersendiri. Berikut adalah 12 makanan ikonis yang sering muncul di drama Korea dan dijamin bikin siapa saja yang melihatnya merasa lapar.

1. Ramyeon

Ramyeon adalah “bintang tamu” tetap dalam dunia drakor. Mi instan khas Korea ini sering muncul sebagai penyelamat saat lapar di malam hari atau teman saat cuaca dingin.

Lebih dari sekadar makanan, ada makna simbolis di balik ajakan “ramyeon meokgo gallae?”. Kalimat ini sering menjadi kode romantis untuk mengajak seseorang menghabiskan waktu lebih intim di rumah. Budaya menyantap ramyeon langsung dari panci logam, seringkali ditemani dengan kimchi segar, menciptakan kesan kehangatan yang tak tergantikan.

2. Tteokbokki dan Odeng

Pasangan jajanan jalanan ini adalah pemandangan wajib di kedai tenda atau pojangmacha. Tteokbokki, yang terbuat dari kue beras kenyal dengan balutan saus gochujang yang pedas-manis, selalu menjadi favorit.

Sebagai pendamping, odeng atau kue ikan yang direbus dalam kaldu hangat sering kali menjadi pilihan utama. Perpaduan tekstur kenyal dari tteokbokki dan gurihnya kuah odeng mencerminkan sisi sederhana sekaligus hangat dari kehidupan masyarakat Korea yang sering ditampilkan dalam serial televisi.

3. Jajangmyeon

Jajangmyeon identik dengan budaya pesan antar di Korea Selatan. Mi dengan siraman saus pasta kacang kedelai hitam pekat ini sering muncul saat adegan karakter yang kelelahan bekerja atau saat momen kumpul bersama.

Menariknya, makanan ini memiliki kaitan budaya dengan Black Day yang jatuh pada 14 April. Pada hari tersebut, para lajang di Korea biasanya berkumpul untuk menikmati jajangmyeon sebagai perayaan status mereka yang belum memiliki pasangan.

4. Bibimbap

Dikenal sebagai “nasi campur” ala Korea, bibimbap adalah hidangan yang memadukan nasi, aneka sayuran tumis, daging, dan telur dalam satu mangkuk. Penggunaan saus gochujang memberikan sensasi pedas yang menyatukan seluruh elemen rasa.

Seringkali, bibimbap disajikan dalam mangkuk batu panas atau dolsot. Hal ini membuat bagian bawah nasi menjadi renyah dan memberikan aroma yang sangat menggoda saat diaduk dengan penuh semangat oleh karakter di dalam drama.

5. Kimbap

Kimbap sering disebut sebagai sushi-nya Korea. Nasi yang dibalut lembaran rumput laut dengan isian sayuran dan daging ini adalah bekal praktis yang sangat populer.

Dalam narasi drama, kimbap sering muncul sebagai bentuk kasih sayang, seperti bekal yang disiapkan ibu untuk anaknya atau pasangan untuk kekasihnya. Proses pembuatannya yang melibatkan gulungan rapi melambangkan perhatian dan ketelitian si pembuat.

6. Kimchi

Hampir tidak ada meja makan di drakor yang tidak menyertakan kimchi. Sebagai makanan pendamping atau banchan, fermentasi sawi putih atau lobak ini adalah jiwa dari kuliner Korea.

Kimchi memberikan cita rasa asam, asin, dan pedas yang menyeimbangkan rasa makanan utama. Kehadirannya yang konsisten di setiap hidangan menunjukkan betapa pentingnya makanan ini dalam pola makan masyarakat Korea sehari-hari.

7. Sundubu Jjigae

Sup tahu sutra yang lembut dan pedas ini kerap menjadi simbol kenyamanan. Salah satu penampilan paling ikoniknya adalah dalam drama Itaewon Class, di mana sup ini menjadi menu andalan kedai DanBam.

Biasanya disajikan mendidih dengan tambahan telur mentah di atasnya, sundubu jjigae sering muncul saat adegan yang melibatkan diskusi mendalam atau ketika karakter utama butuh pemulihan emosi melalui makanan hangat.

8. Korean BBQ

Korean BBQ bukan sekadar makan, melainkan sebuah ritual sosial. Daging sapi atau samgyeopsal yang dipanggang di tengah meja adalah simbol keakraban dan perayaan hubungan antar karakter.

Cara memakannya pun unik, yakni membungkus potongan daging dengan daun selada, bawang putih, dan saus ssamjang. Adegan ini sering digunakan untuk menunjukkan momen saat rekan kerja atau teman dekat sedang menjalin ikatan yang lebih erat.

9. Ayam Goreng Korea

Budaya chimaek (ayam dan bir) adalah bagian tak terpisahkan dari gaya hidup Korea. Ayam goreng dengan lapisan tepung super renyah dan beragam bumbu—seperti saus pedas manis atau taburan keju—selalu tampak menggiurkan.

Biasanya, ayam ini menjadi menu utama saat karakter drama sedang bersantai setelah pulang bekerja atau merayakan sesuatu di malam hari bersama rekan-rekan mereka.

10. Gyeran Mari

Gyeran mari atau telur gulung khas Korea bisa jadi inspirasi menu makanan sahur

Telur gulung atau Gyeran Mari adalah lauk pendamping yang sederhana namun penuh estetika. Irisan wortel dan daun bawang di dalamnya memberikan warna cantik pada gulungan telur yang tebal.

Hidangan ini sering muncul di meja makan keluarga atau sebagai isi kotak bekal sekolah. Kehadirannya memberikan kesan rumah tangga yang hangat dan perhatian seorang ibu atau pasangan di dalam drama.

11. Bungeoppang

Bungeoppang.

Bungeoppang adalah camilan wajib saat musim dingin. Kue berbentuk ikan dengan isian kacang merah atau krim ini memiliki tekstur yang renyah di luar namun sangat lembut di dalam.

Jajanan kaki lima ini sering muncul di adegan romantis di pinggir jalan, di mana pasangan berbagi kehangatan dengan memakan kue ini di tengah udara yang membeku, memberikan nuansa manis yang melankolis.

12. Corn Dogs

Corn dog menjadi salah satu jajanan yang sangat populer, bahkan sering menjadi properti penting dalam alur cerita. Salah satu yang paling diingat adalah peran corn dog dalam drama Start-Up.

Kombinasi sosis atau keju mozzarella yang dibalut adonan tepung renyah, lalu diberi taburan gula dan saus, menciptakan rasa unik. Makanan ini melambangkan masa muda, keceriaan, dan kenangan masa kecil yang sering kali menjadi pengingat bagi para karakter utama dalam drama.

Artikel menarik Lainnya