Agnes Aditya Rahajeng dinobatkan sebagai juara dalam kontes Puteri Indonesia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-25 April 2026. Mewakili provinsi Banten, Agnes juga dianugerahi predikat Busana Tradisional Terbaik, ia memukau dengan busana bertema badak bercula satu berwarna perak yang menawan.
Ajeng tampil sebagai sosok wanita muda yang membangkitkan semangat. Ia tidak hanya unggul dalam penampilan, tetapi juga menunjukkan kecerdasan dan kepedulian sosial. Kemenangannya sontak menarik perhatian publik.
Profil Agnes Aditya Rahajeng
Agnes Aditya Rahajeng terlahir di California, Amerika Serikat, pada 13 Januari 2000. Ia menghabiskan masa kecilnya di California sebelum berpindah ke Bali, kemudian menetap di Banten bersama keluarganya selama beberapa tahun terakhir.
Ia adalah buah hati dari pasangan Christophorus Harno dan Maria Ekawati. Kedua kakaknya, Maria Rahajeng, pernah menjadi pemenang Miss Indonesia 2014 mewakili Sulawesi Barat. Sementara itu, Elizabeth Rahajeng adalah finalis Puteri Indonesia 2014 yang meraih penghargaan Puteri Indonesia Bali berbakat.
Ajeng menamatkan studi Ilmu Komunikasi di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sebagai pemenang, ia juga memperoleh beasiswa pascasarjana untuk program Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Indonesia.Ã
Baca juga: Tes Gambar: Tentukan Gaya Berpikir Anda, Analitis atau Fleksibel
Berkarir di Dunia Kreatif
Sebelum berpartisipasi dalam ajang Puteri Indonesia, Agnes telah meniti karir sebagai content creator, model, serta terjun ke dunia akting. Di ranah industri kreatif, Agnes juga berperan sebagai co-founder Rahajeng Studio bersama kedua kakaknya, sebuah wadah kreatif tempat ia memproduksi konten, menulis naskah, menyutradarai, hingga tampil dalam karyanya sendiri.
Melalui platform digital, Agnes membuktikan bahwa kreativitas dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyuarakan isu-isu penting sekaligus menjalin hubungan dengan audiens yang lebih luas.Ã
Inisiatif Sosial Bagi Anak dan Perempuan
Agnes menunjukkan kepedulian sosialnya melalui Rahajeng Closet, sebuah gerakan grassroots yang ia dirikan bersama saudara perempuannya. Program ini berfokus pada perpanjangan masa pakai pakaian preloved dengan menjadikannya sarana untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Pendapatan dari program inisiatif ini dialokasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak serta berbagai organisasi yang melindungi perempuan di berbagai penjuru Indonesia. Baginya, sebuah langkah kecil dapat berkontribusi pada perubahan yang lebih besar.
Agnes memiliki pandangan yang kuat mengenai peran perempuan dan anak-anak. Menurutnya, ketika perempuan merasa aman dan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang memadai, maka komunitas dapat berkembang secara optimal. Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes bertekad untuk menyoroti isu wellness Indonesia sembari memanfaatkan kreativitas dan suaranya untuk menginspirasi komunitas, baik di tingkat lokal maupun global.
