Halo, Siapa yang gemar menyaksikan tayangan serial anime (kartun Jepang) di televisi sewaktu kecil dulu?
Mungkin sebagian besar dari kita di sini, menganggap anime sebatas hiburan untuk anak-anak. Namun ternyata, anime sendiri memiliki beragam genre mulai dari aksi, percintaan, komedi, fantasi, hingga kisah berlatar sejarah, yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia.
Seperti empat judul serial anime romantis berikut ini, dengan alur cerita yang menarik dan segar yang bisa kamu saksikan di Netflix. Mari kita simak bersama!
My Happy Marriage
‘My Happy Marriage’ diadaptasi dari novel serial populer di Jepang karya Akumi Agitogi, yang berjudul ‘Watashi no Shiawasena Kekkon’. Mengambil latar era Meiji sekitar tahun 1868-1912, ‘My Happy Marriage’ mengisahkan tentang seorang gadis yang hidupnya menjadi suram setelah ibu kandungnya berpulang.
Miyo Saimori, adalah putri sulung dari keluarga terpandang. Setelah ibunya tiada, ayahnya menikah lagi dan dikaruniai seorang putri. Setiap hari ia diperlakukan layaknya seorang pelayan oleh ibu dan adik tirinya. Hingga suatu ketika, Miyo menerima kabar bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Kiyoka Kudo, seorang prajurit yang dikenal bengis dan dingin.
Pada pertemuan perdana mereka, Kiyoka Kudo menyampaikan bahwa Miyo Saimori harus selalu mematuhi perintahnya. Meskipun diliputi ketakutan, Miyo tetap menerima perjodohan ini demi berbakti kepada kedua orang tuanya. Di awal pernikahan, segalanya tidak berjalan mulus. Miyo harus beradaptasi dengan sikap Kiyoka yang dingin dan sulit ditebak.
Perlahan-lahan, Miyo menyadari bahwa Kiyoka tidak sekejam yang digambarkan banyak orang. Diam-diam, Kiyoka justru melindungi Miyo, terutama dari ibu dan saudara tirinya. Namun, saat perasaan mereka mulai bersemi, serangkaian kasus dan serangan misterius mulai bermunculan.
My Dress-Up Darling
‘My Dress-Up Darling’ mengisahkan tentang seorang siswa SMA yang introvert dengan hobi unik, dan seorang siswi populer yang bercita-cita menjadi cosplayer terkenal.
Wakana Gojo, adalah seorang siswa SMA biasa yang cenderung menyendiri dan jarang bicara. Sejak kedua orang tuanya meninggal, ia diasuh oleh kakeknya yang berprofesi sebagai pengrajin sekaligus pemilik toko boneka Hina. Melihat dedikasi sang kakek terhadap pekerjaannya, Gojo pun turut tertarik pada boneka Hina, dan diam-diam mempelajari teknik pembuatannya.
Sementara itu, di kelas Gojo terdapat seorang gadis populer yang manis bernama Marin Kitagawa. Berbanding terbalik dengan Gojo, Marin adalah sosok yang ceria, mudah bergaul, dan memiliki banyak teman. Marin tertarik pada dunia cosplayer, dan sangat bersemangat dalam menekuni hobinya ini.
Suatu ketika, secara tidak sengaja, Marin menyaksikan Gojo sedang menjahit pakaian boneka Hina di ruang jahit sekolah. Awalnya Gojo merasa cemas Marin akan menertawakan dan menganggapnya aneh karena memiliki hobi yang tidak lazim. Namun, gadis itu justru terkesan dengan keahlian Gojo. Marin pun memintanya untuk menjahitkan kostum untuk keperluan cosplay.
Akhirnya, mereka berdua sepakat untuk bekerja sama. Seiring waktu, Gojo dan Marin menjadi akrab, dan kepribadian Gojo perlahan mulai terbuka.
The Ramparts of Ice
‘The Ramparts of Ice’ diadaptasi dari serial manga dengan judul yang sama, karya dari Kocha Agasawa. Mengangkat tema persahabatan dengan latar lingkungan sekolah, serial ini berfokus pada kisah para siswa SMA dengan beragam karakter.
Koyuki Hikawa adalah seorang siswi yang menyimpan luka masa lalu. Akibatnya, Koyuki tumbuh menjadi sosok yang tertutup dan tidak memiliki teman.
Ia sengaja membangun “benteng es” agar siswa dan siswi lain enggan mendekatinya. Koyuki memiliki seorang sahabat bernama Miki Azumi. Meskipun memiliki ikatan persahabatan yang erat, mereka menjaga jarak ketika berada di lingkungan sekolah.
Suatu hari, tanpa disengaja Koyuki berinteraksi dengan Minato Amamiya, seorang siswa yang ramah. Merasa penasaran dengan sosok Koyuki yang pendiam, Minato terus mendekatinya tanpa alasan yang jelas. Kehadiran Minato pada akhirnya perlahan mengubah kehidupan Koyuki.
Love Through A Prism
‘Love Through A Prism’ merupakan karya terbaru dari penulis Yoko Kamio, yang sebelumnya telah meraih kesuksesan besar melalui ‘Boys Over Flowers’. Serial ini memadukan kisah cinta dan seni, berlatar awal abad ke-20 pada masa Perang Dunia I di London.
Lili Ichijoin adalah seorang mahasiswi pertukaran pelajar asal Jepang di Akademi Seni ternama di London, Saint Thomas. Perjalanan Lili untuk berkembang berasal dari keluarga konservatif yang masih teguh memegang adat dan tradisi Jepang.
Setibanya di London, tekanan yang dihadapi Lili semakin meningkat. Ia harus bersaing dengan Kit Church, seorang siswa berbakat yang selalu meraih nilai tertinggi, meskipun terlihat tidak memiliki ambisi. Ditambah lagi dengan beberapa siswi yang tidak menyukai Lili dan terus berusaha menjatuhkannya. Lili terancam gagal memenuhi janji dengan ibunya.
Baca juga: Review Drakor We Are All Trying Here: Kisah Nyata yang Menggugah
Persaingan sengit antara Lili dan Kit ternyata membuat keduanya menjadi dekat secara emosional, dan mulai memahami satu sama lain. Layaknya sebuah prisma, perjalanan Lili memberikan makna bahwa cinta dapat menyingkap beragam warna dari setiap individu.
