Home » Queen of the Month: Naura Ayu Cerita soal Proses Mengenali Diri Sendiri hingga Menemukan Kembali Harapan dan Cahaya Hidup

Queen of the Month: Naura Ayu Cerita soal Proses Mengenali Diri Sendiri hingga Menemukan Kembali Harapan dan Cahaya Hidup

“Semoga indah selalu menghampiri
Percayalah kau layak menerimanya
Tak perlu lagi menjadi sempurna
Cukup jadi dirimu apa adanya”

—INTRO: Narasi Penuh Cahaya – Naura Ayu

Adyla Rafa Naura Ayu, yang lebih dikenal dengan sapaan Naura Ayu, merupakan penyanyi sekaligus aktris yang telah merintis karier sejak umur tujuh tahun. Karya debutnya berupa album bertajuk Dongeng yang dirilis pada tahun 2014 sukses menyabet gelar Album Anak-Anak Terbaik dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 2015. Berbagai penghargaan berhasil ia koleksi berkat talenta serta kecintaannya pada seni yang tertuang dalam karya-karya yang terasa personal dan menyentuh bagi para penikmat musik.

Kini, di usianya yang menginjak 21 tahun, Naura Ayu telah bertransformasi dari penyanyi cilik menjadi seniman musik dan aktris muda yang membawa berbagai kisah personal melalui album terbarunya, Cerita Penuh Cahaya.

Album ini menjadi karya kelima dalam diskografinya, setelah jeda delapan tahun dari album sebelumnya. Cerita Penuh Cahaya berfungsi sebagai catatan perjalanan emosional Naura Ayu selama beberapa tahun ke belakang.

Dengan merekam beragam fase kehidupan, Naura berbagi perasaan serta pengalamannya dalam menghadapi rasa kehilangan, penerimaan diri, dinamika pendewasaan yang membingungkan, hingga upaya menemukan kembali harapan bersama orang-orang terkasih.

Menjadi Queen of the Month di bulan Juli, Naura membagikan cerita di balik album Cerita Penuh Cahaya serta bagaimana ia menavigasi proses mengenal diri sendiri saat beranjak menjadi perempuan dewasa muda.

Cerita Penuh Cahaya: Fase Pertumbuhan Menjadi Dewasa

Queen of the Month: Naura Ayu

Album Cerita Penuh Cahaya menjadi simbol kedewasaan Naura Ayu di usia 21 tahun. Bagi Naura, karya ini adalah penanda babak baru dalam peralihan dari masa remaja menuju kedewasaan, sekaligus momen untuk ‘mengenal kembali’ sosok dirinya.

Seluruh tujuh lagu dalam album ini ditulis sendiri oleh Naura, yang diilhami dari pengalaman serta perasaan yang ia alami selama beberapa tahun terakhir.

Wajar jika liriknya terasa personal dan sangat relevan bagi perempuan muda yang memasuki usia dua puluhan. Naura berharap album ini dapat menjadi pendamping bagi siapa pun yang merasa kesepian, sedang berproses, atau tengah mencari cahaya di tengah masa-masa sulit.

Sebagai contoh, lagu pembuka berjudul “Cerita Penuh Cahaya” hadir sebagai doa serta pengingat bahwa setiap individu memiliki peluang untuk bangkit, bahkan setelah melalui momen paling berat sekalipun.

Masa transisi dari remaja ke dewasa memang kerap terasa membingungkan dan membuat kita merasa kehilangan arah. Lewat lagu ini, Naura mengajak pendengar untuk tetap yakin bahwa selama masih diberikan waktu untuk bernapas, selalu ada kesempatan serta harapan baru yang menanti di depan.

“Lewat album ini, aku ingin orang-orang tahu bahwa banyak kisah hidup kita yang bisa dijadikan pelajaran dan ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari sana,” tutur Naura Ayu dalam sesi wawancara eksklusif Queen of the Month, Kamis (23/7).

“Namun yang pasti, aku ingin mereka memahami bahwa being vulnerable and truthful about yourself and to yourself adalah kunci utama untuk menemukan cinta yang tulus,” tambah perempuan kelahiran 18 Juni 2005 ini.

Lampu Jalan: Refleksi tentang Masa Kecil

Queen of the Month: Naura Ayu

Di masa kecil, segala sesuatu mungkin terasa indah dan sederhana. Bermain hingga lupa waktu, menyantap makanan favorit bersama keluarga, dan tidur dengan perasaan tenang sembari menanti hari esok untuk kembali bermain dengan teman-teman.

Saat beranjak dewasa, kehidupan menjadi jauh lebih rumit. Tanggung jawab yang bertambah, lingkup kehidupan yang meluas, tuntutan yang tak mengenal waktu, hingga rutinitas padat seolah tidak memberi jeda bagi kita untuk beristirahat.

“Bisakah kujalani kisah baru ini
Dengan warna seperti yang dulu lagi
Dahulu semuanya terasa sederhana”

—Lampu Jalan – Naura Ayu

Masa transisi dari kehidupan masa kecil dan remaja menuju kedewasaan diolah dengan apik oleh Naura Ayu melalui lagu “Lampu Jalan”. Lagu ini merupakan refleksi mendalam tentang masa kecil yang terasa jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan realita kehidupan orang dewasa.

Lewat lagu ini, Naura mengajak pendengar bernostalgia dengan diri mereka di masa lampau, sekaligus mempertanyakan berbagai perubahan, tekanan, serta pikiran yang muncul seiring bertambahnya usia.

Bertransformasi dari penyanyi cilik menjadi musisi muda dengan perspektif baru yang lebih dewasa, Naura mengakui adanya berbagai tantangan yang harus dilewati. Salah satunya adalah menyadari bahwa kehidupan orang dewasa jauh lebih realistis.

“Dulu aku bisa bekerja tanpa merasa overthinking dan menyelesaikan hari dengan baik. Aku hanya fokus memikirkan impianku. Namun saat dewasa, setiap hal yang kita pilih harus dipikirkan dengan jauh lebih serius,” ungkap Naura.

Naura mengaku dirinya merupakan pribadi yang cukup sensitif dan sesekali mengalami overthinking.

“Ada momen di mana aku sering berpikir dari memulai hingga mengakhiri hari. Terkadang saat menerima sesuatu yang sangat baik, aku bertanya apakah aku benar-benar layak mendapatkannya. Pikiran semacam itu sering muncul, dan aku sedang belajar untuk mengelola overthinking serta melatih self control,” tambahnya.

“Mungkin dulu menjalani hari terasa begitu mudah. Sekarang memang terasa sedikit lebih kompleks. Namun tidak apa-apa, itu adalah bagian dari hidup, dan dari situlah aku belajar banyak hal,” ucap Naura.

Salah satu metode yang digunakan Naura untuk mengatasi overthinking adalah dengan rutin menulis jurnal (journaling) dan mendengarkan musik.

“Kebetulan aku sangat menyukai journaling dan membaca buku. Semalam saja aku menyempatkan waktu untuk menulis jurnal sebelum tidur. Dan jika tiba-tiba merasa overthinking saat hendak mulai bekerja, yang bisa aku lakukan adalah mendengarkan lagu,” jelas Naura.

Proses Mengenal Diri Sendiri Selama Pembuatan Album

Naura Ayu

Naura mengungkapkan bahwa proses penggarapan album Cerita Penuh Cahaya menghabiskan waktu yang cukup panjang, yakni satu tahun. Sepanjang periode tersebut, banyak peristiwa dan pengalaman yang membantunya untuk belajar memahami dirinya dengan lebih baik.

Salah satu pelajaran berharga yang didapatkan Naura selama pembuatan album ini adalah kesadaran bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu dan perjalanan bisa dimulai kapan saja.

“Selama proses penulisan album ini, aku bisa fokus pada diri sendiri dan pertumbuhanku. Aku menyadari bahwa ternyata kita masih memiliki banyak waktu untuk mengenali diri sendiri. Mungkin selama ini kita merasa sudah sangat mengenal diri, tapi saat aku benar-benar meluangkan waktu untuk fokus, aku menemukan banyak sisi baru dalam diriku yang membuatku merasa utuh,” tutur Naura.

Di sisi lain, hampir semua orang pernah membandingkan diri dengan orang lain. Hal tersebut rupanya juga pernah dialami oleh Naura. Ia tidak memungkiri bahwa tidak mudah untuk berhenti membandingkan diri, namun Naura belajar bahwa fokus pada jalur yang ia tempuh membantunya untuk bergerak secara konsisten menuju tujuan.

“Aku juga belajar bahwa kita tidak perlu membandingkan perjalanan hidup kita dengan milik orang lain, baik dari segi waktu, nasib, maupun takdir, meski memang sangat sulit untuk menerima hidup kita apa adanya.

Namun aku menyadari satu hal; kita bisa take control of everything that we want in our life. Dan cara kita untuk terus jujur pada diri sendiri merupakan tanda bahwa ada perjalanan yang sedang kalian mulai atau selesaikan.

Itulah yang aku pelajari di tengah proses penggarapan album ini. Itulah sebabnya lagu-lagunya memiliki banyak cerita, karena aku merangkul (embrace) setiap kisah yang telah aku lalui,” ungkapnya.

Tak Ada Tata Caranya: Ini Kali Pertamaku di Bumi

Queen of the Month: Naura Ayu

Beranjak dewasa membawa kita pada banyak pertanyaan tanpa jawaban pasti. Terkadang, kita mungkin merasa kehilangan arah dan mendambakan buku panduan atau tata cara yang bisa menuntun kita menemukan jawaban.

Namun, kehidupan setiap manusia tentu unik dan memiliki alurnya masing-masing. Di sisi lain, tidak semua hal harus memiliki jawaban. Kebingungan, kesalahan, dan berpura-pura baik-baik saja seolah telah menjadi teman dekat bagi kita.

Keresahan tersebut dituangkan Naura ke dalam lagu “Tak Ada Tata Caranya”. Segala kegundahan itu ia rangkul dengan lirik yang menenangkan:

“Aku takkan pernah tahu semua jawabnya
Karena memang tak ada tata caranya
Untuk hidup di dunia ini
Kali pertamaku di bumi”

— Tak Ada Tata Caranya – Naura Ayu

Melalui lagu ini, Naura mengajak pendengar untuk menerima bahwa tidak masalah jika tidak selalu dalam kondisi baik-baik saja, karena menjadi manusia berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk terus belajar dan bertumbuh.

“Dulu aku sangat berusaha untuk membuat segalanya tampak baik-baik saja. Aku selalu ingin terlihat mampu menangani semuanya dalam satu waktu.

Namun seiring bertambahnya usia, aku semakin sadar bahwa setiap manusia pasti memiliki tuntutannya masing-masing. Sepertinya tidak perlu bagi kita untuk merasa pusing memikirkan bagaimana caranya agar semua orang merasa baik-baik saja,” cerita Naura.

Naura mengaku bahwa semakin ia mencoba mengenali dirinya sendiri, ia semakin mampu melepaskan hal-hal yang berada di luar kendalinya.

“Orang bisa bicara apa pun. Namun jika kalian jujur pada diri sendiri, kalian tidak akan mempertanyakan diri kalian lagi. Dan it’s okay to embrace your flaws. And it’s okay to feel sad sometimes,” tuturnya.

Cerita Penuh Cahaya Live Showcase

Cerita Penuh Cahaya Live Showcase

Setelah merilis album terbarunya, kini Naura Ayu tengah menyiapkan penampilan panggung melalui Cerita Penuh Cahaya Live Showcase yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Sebelumnya, Naura telah sukses menggelar Konser Dongeng Naura, sebuah pertunjukan musikal yang menemani masa kecil banyak penonton di Indonesia. Melalui kombinasi musik, narasi, visual, koreografi, dan pengalaman teatrikal, Konser Dongeng menjadi fondasi perjalanan Naura sebagai seorang storyteller sejak usia belia.

Kini, lewat Cerita Penuh Cahaya Live Showcase, Naura akan mengajak penonton untuk menyelami kisah yang lahir dari pengalaman, pertumbuhan, serta refleksi dirinya. Showcase ini bukan sekadar panggung untuk membawakan lagu-lagu baru, melainkan ruang untuk menghidupkan cerita tersebut melalui musik, storytelling, visual, tata cahaya, koreografi, dan iringan mini orchestra dalam satu pengalaman pertunjukan yang utuh.

“Persiapannya cukup intens, dan selama mempersiapkan showcase ini, aku menyadari bahwa ternyata aku mampu melakukan ini dan itu. Cukup merasa gugup karena sudah cukup lama aku tidak melakukan ini untuk Teman Naura, rasanya seperti memulai segalanya dari awal,” ujar Naura.

“Namun aku juga sangat senang dengan prosesnya dan merasa antusias. Aku yakin dengan niat baik dan dukungan orang tua, semuanya akan berjalan lancar. Jadi, aku harus fokus pada apa yang ingin aku capai di showcase itu. Jangan lupa saksikan showcase-ku di bulan Agustus nanti, ya,” tutup Naura.

Dengan konsep semi-musikal yang mengalir tanpa jeda, Cerita Penuh Cahaya Live Showcase akan membawa penonton mengikuti perjalanan Naura melalui lagu-lagu dari album terbarunya, yang dipadukan dengan sejumlah karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan musiknya. Setiap babak dirancang menyerupai sebuah cerita agar penonton tidak hanya menikmati musik, tetapi juga larut ke dalam dunia yang ingin dibagikan oleh Naura.

Artikel menarik Lainnya