Home » Stres Reda: Pilih Olahraga atau Tidur untuk Hasil Maksimal?

Stres Reda: Pilih Olahraga atau Tidur untuk Hasil Maksimal?

Ketika pikiran terasa kacau, suasana hati tidak menentu, dan rutinitas membuat Anda penat, apa langkah yang biasanya Anda ambil? Sebagian orang mungkin lebih memilih untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga atau justru beristirahat di tempat tidur.

Baik olahraga maupun tidur memiliki dampak positif bagi kesehatan raga dan jiwa. Namun, jika harus dibandingkan, manakah yang lebih efektif dalam meredakan stres?

Agar tidak keliru, mari kita telusuri manfaat nyata dari tidur dan olahraga berdasarkan pandangan pakar kesehatan yang dirangkum dari EatingWell serta berbagai penelitian ilmiah terkini.

Tidur: Kualitas Tidur yang Buruk Memperkuat Respons Stres hingga 60 Persen

Mutu istirahat di malam hari sangat memengaruhi kondisi mental seseorang saat bangun keesokan harinya. Mereka yang memiliki kualitas tidur rendah cenderung merasakan stres yang lebih hebat dan sulit dikelola.

Dokter sekaligus ahli kesehatan tidur, Alex Dimitriu, M.D., mengungkapkan bahwa kurangnya waktu istirahat dapat melemahkan fungsi korteks prefrontal dalam mengatur emosi, sehingga memicu peningkatan respons stres hingga 60 persen.

Dengan demikian, kekesalan yang biasanya mudah diatasi saat tubuh bugar akan terasa sangat berat akibat istirahat yang tidak memadai. Kondisi ini terjadi bukan karena masalahnya berubah, melainkan karena kemampuan otak dalam menoleransi stres telah menurun.

Olahraga: Bantu Mengatur Suasana Hati

Aktivitas fisik ternyata sangat krusial untuk menjaga stabilitas suasana hati. Sebuah studi tahun 2026 yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa olahraga terbukti meningkatkan produksi hormon serotonin dan endorfin.

Kedua senyawa kimia tersebut merupakan neurotransmiter yang berfungsi mengatur suasana hati sekaligus membantu meredam gejala depresi dan kecemasan.

Selain itu, olahraga rutin juga memicu pelepasan Brain-derived Neurotrophic Factor (BDNF), yaitu protein yang mendukung pertumbuhan koneksi saraf baru dan berkaitan erat dengan ketahanan seseorang dalam menghadapi stres.

Lalu, seberapa sering dan jenis olahraga apa yang ideal untuk menjaga stabilitas mental? Semua jenis olahraga bermanfaat selama dilakukan secara konsisten, setidaknya 150 menit setiap minggu dengan intensitas sedang.

Namun, jenis latihan aerobik seperti berenang, bersepeda, jalan cepat, maupun jogging dinilai mampu melatih tubuh untuk tetap tenang di bawah tekanan serta mempercepat proses pemulihan fisik.

Jadi, Lebih Penting Mana antara Tidur dan Olahraga terhadap Kesehatan Mental?

Anda tidak perlu memilih salah satu, karena keduanya sama-sama berperan penting dalam menjaga kesehatan mental.

Penelitian dalam jurnal Frontiers in Public Health (2025) menunjukkan bahwa kombinasi antara tidur minimal tujuh jam dengan olahraga teratur memberikan hasil terbaik bagi kesehatan.

Istirahat yang cukup memudahkan seseorang untuk rutin berolahraga, sementara olahraga yang konsisten membuat waktu tidur lebih efektif dalam memulihkan kondisi tubuh. Hal serupa juga ditegaskan oleh Amy Gutman, M.D., FACEP.

“Kita memerlukan tidur yang cukup serta tubuh yang aktif bergerak demi kesehatan yang prima. Tidur berfungsi memulihkan sistem respons stres, sedangkan olahraga melatih sistem tersebut agar lebih tangguh,” papar Gutman.

Sekarang Anda paham bahwa memadukan olahraga dan kualitas tidur yang baik adalah langkah terbaik untuk kesehatan mental. Jadi, jangan ragu untuk mulai aktif bergerak dan hentikan kebiasaan begadang mulai malam ini!

Artikel menarik Lainnya