Telur merupakan salah satu bahan pangan pokok yang seringkali tersedia di dapur. Namun, masih banyak yang ragu mengenai cara penyimpanannya yang paling tepat. Pertanyaan umum yang sering muncul adalah apakah telur lebih baik disimpan di dalam kulkas atau cukup pada suhu ruangan saja.
Metode penyimpanan yang dipilih sangat memengaruhi daya tahan telur. Hal ini juga dipengaruhi oleh kondisi telur itu sendiri serta lingkungan tempat telur disimpan. Mari kita telaah lebih lanjut mengenai perbandingan kedua metode penyimpanan tersebut.
Ketahanan Telur di Suhu Ruang

Daya tahan telur jika disimpan pada suhu ruang dapat bervariasi di setiap negara. Faktor iklim negara tersebut sangat memengaruhi lamanya telur dapat bertahan. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, Belanda, dan Swiss, telur yang disimpan di suhu ruang hanya dapat bertahan kurang dari dua jam.
Baca juga: Cara Santai Tapi Tetap Produktif
Namun, di negara lain, telur bisa tetap awet selama satu hingga tiga minggu. Perbedaan ini juga berkaitan erat dengan cara telur diproses sebelum sampai ke tangan konsumen. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, telur dicuci sebelum dijual, yang menghilangkan lapisan pelindung alami telur.
Sebaliknya, di negara-negara Eropa, telur tidak dicuci, sehingga lapisan pelindung alaminya tetap utuh. Lapisan pelindung ini berperan penting dalam menjaga kesegaran dan mencegah masuknya bakteri.
Ketahanan Telur di Kulkas

Menyimpan telur di dalam kulkas secara umum dianggap sebagai metode yang paling aman dan praktis. Hal ini terutama berlaku di negara-negara yang memiliki iklim tropis, seperti Indonesia. Suhu dingin di dalam kulkas dapat memperlambat laju metabolisme mikroba yang berpotensi merusak telur.
Dengan demikian, kualitas telur dapat terjaga lebih baik. Untuk memaksimalkan keawetan telur di kulkas, ada beberapa tips penyimpanan yang bisa diterapkan. Pertama, simpan telur tetap di dalam kartonnya. Hal ini akan mencegah telur menyerap bau tidak sedap dari makanan lain yang ada di dalam kulkas.
Kedua, letakkan telur di bagian dalam kulkas, bukan di pintu. Suhu di area pintu kulkas cenderung lebih sering berubah karena sering dibuka dan ditutup, yang dapat memengaruhi kesegaran telur. Ketiga, hindari mencuci telur sebelum menyimpannya. Proses pencucian dapat menghilangkan lapisan pelindung alami telur yang berfungsi sebagai pertahanan terhadap bakteri.
Terakhir, perhatikan kondisi telur saat akan dikonsumsi. Jika setelah dipecahkan telur mengeluarkan bau yang menyengat, teksturnya berlendir, atau warnanya berubah, sebaiknya telur tersebut tidak dikonsumsi demi keamanan pangan.
Anda juga bisa melakukan tes kesegaran telur sederhana. Caranya adalah dengan memasukkan telur ke dalam air. Telur yang masih segar cenderung akan tenggelam, sementara telur yang mengapung menandakan kualitasnya sudah menurun.
